Log in

Anies: Lupakan Perbedaan, Saatnya Kerja Bersama-sama


Menangi Pilkada DKI Jakarta

Jakarta – andalas Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihn tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul telak dalam perhitungan cepat lembaga survei. Paslon nomor urut tiga tersebut unggul mencapai 57 persen atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot yang hanya mendapatkan sekitar 42 persen perolehan suara. Partai pengusung Anies-Sandi langsung menggelar konferensi pers yang di hadiri sejumlah pimpinan partai dan elit politik di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (19/4) sore.

Dalam pidato kemenangannya, Anies Rasyid Baswedan meminta semua pihak melupakan segala perbedaan dan pertentangan yang terjadi selama masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

"Hari ini, fase kampanye, fase perbedaan disudahi. Ke depan, fase kerja bersama menanti untuk kita tunaikan," tutur Anies di kediaman Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
Anies menyampaikan kepercayaan warga Jakarta yang memilihnya menjadi calon gubernur merupakan sebuah amanah untuk mewujudkan persatuan di Jakarta. "Kita boleh saja berbeda bahasa, agama, etnis tapi darah kita sama, darah Indonesia. Ini yang akan kita bawa terus, kita akan bawa terus ikhtiar Insya Allah persatuan di Indonesia," ujar Anies.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga turut menyerukan pesan dari Pimpinan Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk membangun komunikasi dengan pihak lawan yakni pasangan Basuki-Djarot setelah mendapatkan perolehan suara resmi dari KPU DKI Jakarta.

"Saya sampaikan hari ini kita mulai rekonsiliasi, saya diingatkan Pak Prabowo untuk membangun komunikasi," pungkasnya.

Ahok Melucu

Sementara itu, calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan pidato kekalahannya dengan nada suara ringan. Bahkan, dia sempat-sempatnya untuk melucu ketika menyampaikan pidato. Basuki atau Ahok meminta para pendukungnya untuk tidak terlalu kecewa dengan hasil quick count putaran kedua Pilkada DKI 2017.

"Kami pahami pasti sedih dan kecewa, tapi enggak apa-apa, percayalah kekuasaan itu Tuhan yang kasih dan Tuhan yang ambil. Enggak ada seorangpun bisa memiliki kekuasaan tanpa seizin Tuhan," ujar Ahok saat konferensi pers di Hotel Pullman, Jalan M.H Thamrin, Rabu (19/4).

Ahok menceritakan pengalamannya yang kalah pada Pilkada di Belitung Timur pada 2007. Ketika itu, Ahok menghibur pendukungnya agar tidak terlalu bersedih. Ahok percaya Tuhan akan memberikan hal yang terbaik. Saat itu lah Ahok mulai melucu.

"Tuhan selalu tahu yang terbaik, karena kekuasaan dari Tuhan. Eh aku jadi gubernur DKI, kan lebih lumayan he-he-he," ujar Ahok.

Candaan Ahok mencairkan suasana. Djarot dan elit partai pendukung langsung tertawa mendengar pidato itu. Ahok pun berjanji akan bekerja cepat pada sisa-sisa massa kepemimpinannya ini agar pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno bisa bekerja lebih mudah.

"Selamat sekali lagu untuk Anies-Sandi dan semua timses pendukung, kita semua sama, kita ingin Jakarta baik karena ini rumah kita bersama," ujar Ahok.

Mendengar ucapan Ahok tersebut, sontak para anggota tim pemenangan yang berada di belakangnya langsung tersenyum dan bertepuk tangan. Tak hanya itu, para pendukung Ahok- Djarot juga yang memadati Ballroom Hotel Pullman juga bertepuk tangan.

"Sehingga kami harapkan ke depan, lupakan semua (pertentangan) soal kampanye di Jakarta saat Pilkada," kata Ahok.

Djarot juga menyampaikan selamat kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atas kemenangannya meski mengaku masih menunggu hasil dari KPU.

"Kita sudah melihat hasil perhitungan secara quick count dan tentunya nanti kita akan juga menunggu hasil hitungan dari real count yang nanti akan diumumkan KPU DKI," ungkap Djarot.

Pengumuman resmi dari KPU DKI sendiri baru akan disampaikan pada 29 April 2017. Ahok menyampaikan akan tetap bekerja sebagai gubernur hingga Oktober 2017 mendatang. Seperti diketahui, Ahok melanjutkan tugas Joko Widodo sebagai Gubernur DKI pada 2014.

Jokowi sedianya memerintah sebagai DKI-1 untuk periode Oktober 2012 hingga Oktober 2017. Oleh sebab itu, Anies baru akan bisa menjabat setelah dilakukan pelantikan pada Oktober mendatang.

Ahok menegaskan, ia dan Djarot akan berusaha melunasi janji-janji mereka dalam 6 bulan sisa masa jabatan.  "Kami akan bekerja dengan cepat untuk 6 bulan tersisa. Selama ini kita telah menerapkan open government, dan kami terbuka untuk Pak Anies-Sandi minta data apa saja," kata Ahok.

"Kami akan berusaha melunasi PR-PR, janji-janji kami," tegasnya.

Ahok terbuka kepada Anies-Sandi apabila membutuhkan data-data yang diperlukan untuk menjalankan program-program mereka. Ahok sendiri telah menyampaikan ucapan selamat kepada Anies-Sandi atas keunggulan mereka dalam hitung cepat.

Tak Mungkin ke MK

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menanggapi hasil hitung cepat yang hampir memastikan kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Bila hasil hitung cepat saat ini, perbedaannya rata-rata mencapai 8 persen tidak berbeda jauh dengan hitungan manual KPU DKI, maka akan tidak mungkin ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Tidak mungkin ini ke MK," kata Wapres JK, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (19/4).

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, gugatan sengketa pilkada bisa diajukan ke MK. Namun untuk mengajukan ke MK, selisih suara maksimal 2%. JK menilai di tiap Pilkada, dinamika di masyarakat cukup beragam, termasuk perpecahan di antara mereka. Meski demikian, ia menegaskan, setelah selesai, mereka bakal bersatu.

“Sudah biasa Pilkada (ada keretakan). Kalau sudah begini ya biasanya langsung bersatu, yang menentukan pemimpin, baik yang menang maupun yang kalah,” ujarnya.

Selain itu, JK mengingatkan, pemimpin terpilih untuk tidak terbawa pada suasana euforia. Sebaliknya, ia meminta pasangan calon yang menang untuk menghargai pesaingnya.

“Pemimpin jangan euforia, harus menghargai yang kebetulan angkanya di bawah,” sambungnya.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu berharap, mulai hari ini, tidak ada lagi persoalan agama ataupun ideologis. Bahkan, ia juga mengajak agar Jakarta mulai fokus membangun.

“Mulai hari ini tidak ada lagi masalah agama, ideologis, mulai kembali untuk membangun kembali Jakarta,” tandasnya. (DBS/DOH)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 23 Oct 2017 29°C 23°C
  • 24 Oct 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px