Log in

75 Ribu Orang Eksodus dari Palu


Jakarta-andalas Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI Mayjen Tri Suwandono mencatat sekitar 75 ribu orang telah keluar dari wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi usai bencana gempa dan tsunami menerjang ketiga wilayah tersebut pada 28 September 2018.

"Tujuan mereka beragam, mulai dari Makassar, Kendari, Gorontalo, Jakarta, Bandung, dan lain-lain," kata Tri berdasarkan keterangan tertulis pada Selasa (9/10).

Tri mengimbau agar masyarakat yang keluar, kembali lagi ke Palu, Donggala dan Sigi. Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang hendak keluar dari ketiga wilayah tersebut agar mengurungkan niatnya.

Sebab, Tri mengklaim kondisi perekonomian dan pelayanan publik sudah mulai bangkit usai diterpa bencana gempa dan tsunami yang memporak-porandakan kehidupan masyarakat di daerah tersebut.

"Jangan eksodus karena ekonomi sudah berjalan, bank-bank telah dibuka, rumah sakit telah operasional, listrik sudah mengalir baik, sekolah, air bersih juga sudah mulai normal," katanya.

Selain itu, Tri juga menegaskan bahwa proses penanganan tanggap darurat gempa dan tsunami sudah berjalan baik. Meskipun, ia menyadari masih banyak kekurangan dalam penanganannya.

"Karena memang bencana kali ini begitu masif, dimana terjadi tiga bencana yakni tsunami, gempa bumi, dan likuifaksi," kata Tri.

Kata Tri, saat ini pihaknya masih berupaya untuk membenahi beberapa akses jalan yang belum bisa ditembus agar proses penanganan bencana dapat berjalan baik.

Ia mengatakan prioritasnya saat ini untuk menolong dan mengevakuasi masyarakat yang belum tersentuh pertolongan dan bantuan sama sekali di tiga wilayah tersebut

"Memang kalau dilihat kondisi darurat hanya dua minggu, namun yang menjadi prioritas kita adalah bagaimana menolong masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami terlebih dahulu," ujar Tri.

2.010 Orang Tewas

Jumlah korban tewas seperti dicemaskan terus bertambah, kini tercatat 2.010 orang, dan dalam pencarian terakhir ditemukan 46 jenazah; sementara sebuah desa terkucil di Donggala, mendapat bantuan untuk pertama kalinya, melalui helikopter.

Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, lembaga-lembaga asing yang hendak turut memberikan bantuan kemanusiaan, jika tidak melalui mitra Indonesia, akan diusir, sebagaimana terjadi pada sejumlah relawan Prancis yang baru dipulangkan.

Sejauh ini, korban tewas paling banyak ditemukan di Palu yang mencapai 1.601 orang. Sementara di Donggala 171 orang dan Sigi 222 orang. Sedangkan korban hilang hingga kini mencapai 671 orang.

Sutopo juga mengatakan, hari Senin kemarin Tim SAR Basarnas menemukan 46 jenazah lagi. Sehingga total jumlah korban yang ditemukan Tim SAR adalah 864 orang. Sementara temuan korban dari relawan dan masyarakat sebanyak 1.232 orang.

Menurut Sutopo, relawan atau lembaga asing 'yang tak terdaftar' akan ditolak masuk ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan pemerintah hanya menerima empat jenis bantuan: genset, tenda, water treatment, dan transportasi udara.

"Yang bisa menentukan perlu atau tidak, adalah pemerintah Indonesia. Kecuali pesawat butuh mekanik, ya boleh. Water treatment, ya boleh. Tapi kalau tiba-tiba relawan asing nyelonong melakukan SAR (pencarian dan penyelamatan), ya enggak boleh," kata Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Graha BNPPB, Selasa (9/10).

Sebelumnya lima relawan asing dari lembaga ACTED atau organisasi nirlaba dari Prancis yang melayani bantuan tanggap darurat bencana diharuskan keluar dari Palu, dengan dalih para relawan tersebut tidak terdaftar di Indonesia.

Namun kata Sutopo, kendati lembaga asing itu sudah terdaftar di Kementerian Luar Negeri, tetap saja mereka baru bisa terlibat dalam penanganan bencana di Sulawesi Tengah jika terkait pada empat bidang utama yang ditentukan pemerintah itu. Sutopo menegaskan kebutuhan relawan di lapangan sudah dicukupi oleh relawan lokal.

Sejumlah relawan dan tokoh lembaga internasional yang terkena dampak kebijakan ini, menyatakan kekecewaannya pada BBC News Indonesia, namun menolak untuk memberikan pernyataan. (CNNI/BBCI)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 97%

Wind: 4.83 km/h

  • 13 Dec 2018 26°C 23°C
  • 14 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px