Log in

25 Orang Tewas Termasuk 13 Pelaku


Teror Bom di Surabaya dan Sidoarjo

Surabaya-andalas Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan jumlah korban meninggal dari peristiwa ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo mencapai 21 orang. 

Jumlah tersebut belum termasuk korban ledakan yang terjadi Senin pagi (14/5) sekitar pukul 08.50 WIB di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya.

"Jumlah korban secara menyeluruh hari ini khususnya di Surabaya dan Sidoarjo, sebelum yang tadi pagi, jumlah korban 21 orang, [dengan rincian] 9 orang pelaku dan 12 orang masyarakat," kata Machfud dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (14/5).

Setelah peristiwa ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, ledakan juga terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo, Blok B Lantai 5.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 3 orang tewas termasuk terduga teroris bernama Anton Ferdiantono dan tiga—sebelumnya tertulis dua—orang terluka. Korban luka kini sudah dibawa ke rumah sakit.

Selanjutnya Senin pagi, teror bom kembali terjadi di Mapolrestabes Surabaya pukul 08.50 WIB. Empat anggota polisi dan enam warga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Pelaku berjumlah lima orang, satu diantaranya merupakan anak-anak dan mereka mengendarai dua sepeda motor. "Jumlah itu belum ditambah tadi pagi di Surabaya, tadi pagi pelakunya lima, empat orang meninggal," kata Machfud.

Sehingga dengan demikian total jumlah korban tewas dalam peristiwa ledakan di Surabaya dan Sidoarjo termasuk di Mapolrestabes Surabaya, berjumlah 25 orang di mana 13 diantaranya pelaku. "Jadi total 13 orang pelaku meninggal dunia," sebut Machfud.

Machfud memastikan pelaku bom di Surabaya dan Sidoarjo sama-sama merupakan satu keluarga dengan jumlah enam anggota.

Di Sidoarjo, korban tewas berjumlah tiga orang, yaitu ayah bernama Anton Ferdiantono, ibu dan satu anaknya. Sementara tiga anaknya yang lain terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan ledakan bom yang terjadi di rusunawa Sidoarjo merupakan kesalahan pelaku. Sebab menurut Tito, bom yang digunakan di Surabaya dan Sidoarjo merupakan jenis bom yang sama, yaitu bom pipa yang kecil namun sensitif. Goncangan atau hawa panas bisa menyebabkan bom tersebut meledak.

"Yang di rusunawa ada kesalahan dalam sistem switching sehingga meledak sendiri, dalam istilah kami itu senjata makan tuan," kata Tito dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (14/5).

Diserahkan ke Keluarga

Jenazah 12 korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Senin.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan total ada 18 korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya.

"Penyerahan terhadap hasil identifikasi secara primer dan sekunder oleh korban secara keseluruhan ada 12. Masih ada enam jenazah pelaku teroris yang belum diserahkan," ujarnya.

Dia mengatakan, belum diserahkannya jenazah keenam teroris itu dikarenakan belum ada pihak keluarga yang mengambil. "Belum ada keluarga yang mengambil," ujarnya.

Ditegaskannya, sampai saat ini data tersebut masih data sementara. Identifikasi DVI belum memastikan keseluruhan korban sudah teridentifikasi.

"Karena kejadian ini mengakibatkan serpihan baik logam dan tubuh untuk mengdentifikasi. Data akan terus berkembang," ujarnya. (TID/DTC/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 93%

Wind: 6.44 km/h

  • 16 Aug 2018 30°C 23°C
  • 17 Aug 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px