Log in

Yahdi Khoir : Perencanaan Pembangunan RSU Indrapura Tidak Sesuai Ekspektasi

Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA

Medan-andalas Perencanaan pembangunan di RS Umum Indrapura, Kabupaten Batu Bara kurang memuaskan dan tidak sesuai ekspektasi masyarakat, karena ruang operasi yang canggih dibangun dua unit (dua ruangan), tapi tidak mempunyai instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tidak memiliki radiologi dan rontgen.

Ketua Tim Kunker DPRD Sumut Dapil V (Kabupaten Asahan, Batu Bara dan Kota Tanjung Balai) Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA mengungkapkan hal itu pada rapat
paripurna penyampaian hasil kunjungan kerja DPRDSU di gedung dewan, Selasa (14/07/2020). Paripurna dipimpin ketua dewan, Drs Baskami Ginting dan dihadiri
Wagubsu Musa Rajekshah.

Selain itu, sebut Yahdi, RSU Indrapura juga tidak mempunyai tenaga dokter bedah, sehingga keberadaan rumah sakit ini belum berfungsi sebagai seharusnya
sebuah rumah sakit. "Kalau peralatan di rumah sakit ini sudah lengkap, seharusnya warga Batu Bara tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke Medan dan tempat
lain,"ujarnya.

Lebih jauh Ketua DPW PAN Sumatera Utara ini minta pihak Pemprovsu agar dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk melengkapi fasilitas RSU Indrapura. "Di
samping itu, lokasi rumah sakit juga sangat sempit, sehingga ke depan sangat diperlukan penambahan atau pengembangan lahan di rumah sakit tersebut,"harap
Yahdi Khoir.

Pada bahagian lain, Tim Kunker DPRD Sumut Dapil V ini juga menyampaikan hasil peninjauan di Kabupaten Batu Bara terkait dengan kualitas pengerjaan
pemeliharan jalan yang buruk, karena pembuangan air justru menggenangi badan jalan yang menyebabkan kondisi jalan di sebelahnya mengalami kerusakan dan hal
itu harus menjadi tanggung jawab rekanan.

Terkait dengan perawatan jalan, yang notabene memiliki anggaran perawatan rutin jalan dan jembatan sebesar Rp 5 miliar, ternyata tidak menggunakan titik
koordinat, dan hanya melalui foto dalam dokumentasinya. Penentuan terhadap pemeliharaan jalan, pemasangan tembok penahan tanah tidak jelas, sehingga dari
tahun ke tahun rawan penyimpangan.

"Dalam hal ini, kita minta kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi supaya diubah pola pertanggungjawabannya. Hal ini juga harus menjadi masukan
bagi Gubernur Edy Rahmayadi supaya bisa segera mengevaluasi kinerja kepala dinas tersebut, supaya bisa lebih baik lagi ke depan,"kata Yahdi, kini anggota
Komisi D.

Sementara, dari peninjauan ke proyek Dinas Perumahan dan Kawasan Perumahan, ditemukan perencanaan yang kurang baik, sehingga pembangunan yang dilaksanakan tidak tepat sasaran dan kurang pengawasan terhadap pekerjaan-pekerjaan bangunan yang dilakukan.

"Kualitas pengerjaan bagus. Hanya saja penempatannya (lokasi tidak tepat sasaran), dalam arti yang dianggarkan tidak tepat sasaran, dan kriteria lingkungan
kumuh tidak terpenuhi,"ungkap Yahdi Khoir.

Ditambahkan, sesuai dengan laporan Gubernur Sumatera Utara tentang kinerja dan laporan penilaian BPK, ternyata bertolak belakang dengan hasil pekerjaan di
lapangan. Bahwa, dana pemeliharaan yang sangat besar, tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Terbukti, jalan yang ada di Kabupaten Asahan-Tanjung Balai masih rusak dan terdapat tiga jembatan yang roboh. Itu bermakna, anggaran yang demikian besar,
tidak digunakan dengan baik. Kemudian, Bina Marga tidak mempunyai perencanaan matang. Ada jalan di Air Joman-Tanjung Balai rusak berat sekitar 300 m.
Sementara di tahun 2019, ada pembangunan jalan tidak sampai ke jalan rusak tersebut.

Melihat dari berbagai temuan di lapangan, Gubernur Sumatera Utara diminta agar melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi,
Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ketahanan Pangan dan Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Perhubungan dan Dinas Pendidikan.(UJ)

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C