Log in

Wapres: TNI-Polri Harus Operasi Besar-besaran di Papua

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin pelaksanaan evakuasi jenazah karyawan PT Istaka Karya korban penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, bertempat di Hanggar Airfast Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Kamis (6/12). Sembilan jenazah sudah dievakuasi menggunakan Helikopter Bell 412 milik TNI. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin pelaksanaan evakuasi jenazah karyawan PT Istaka Karya korban penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, bertempat di Hanggar Airfast Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Kamis (6/12). Sembilan jenazah sudah dievakuasi menggunakan Helikopter Bell 412 milik TNI.

Padang-andalas Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jajaran TNI dan Polri harus melakukan operasi besar-besaran menyusul tragedi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yakni penembakan terhadap pekerja konstruksi di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Supaya jangan dituduh kita yang melanggar HAM, padahal yang melanggar HAM itu siapa? Mereka (pelaku) kan yang melanggar HAM. Oleh karena itu maka untuk kasus ini ya polisi dan TNI harus operasi besar-besaran," kata Wapres Jusuf Kalla di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12).

Wapres mengatakan aksi brutal dengan menembaki pekerja yang sedang membangun infrastruktur di Papua tersebut merupakan tindakan pelanggaran HAM.

"Karena ini jelas masalahnya mereka yang menembak, mereka yang melanggar HAM tentunya. Selama ini kan tentara dan polisi dianggap melanggar HAM (di sana)," kata Wapres usai menghadiri Pembukaan Kongres Persatuan Insinyur Indonesia XXI di Sumatera Barat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajaran TNI dan Polri untuk menangkap para pelaku penembakan dan pembunuhan terhadap pekerja proyek pembangunan di wilayah timur Indonesia itu.

Presiden mengatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Polisi) Ari Dono telah berada di Papua untuk menangani kejahatan yang menewaskan belasan pekerja tersebut.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua, maupun di seluruh pelosok Tanah Air," kata Presiden.

 Sebanyak 31 pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dibunuh kelompok bersenjata pada Minggu malam (2/12).

Polda Papua menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama, delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh di antaranya dijemput dan dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan satu orang belum ditemukan.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) bertekad untuk melakukan serangan lanjutan sebagai upaya membendung pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Joko Widodo di Papua. Kelompok ini menganggap segala bentuk kehadiran pemerintah Indonesia di sana sebagai penjajahan.

 "Tidak akan mungkin [berhenti], penyerangan akan jalan terus sebab ini hutan kami, tanah kami," ujar juru bicara TPNPB Sebby Sambom, Kamis (6/12).

Ia mengaku pihaknya tidak peduli dengan pengawalan ketat aparat TNI-Polri di sekitar proyek infrastruktur. Serangan akan tetap mereka lakukan secara gerilya.

"TNI-Polri tahu medan dari mana? Kami yang punya alam, kami yang punya moyang, kami yang punya tanah. Jadi spirit of nature dengan kami," tukas Sebby.

 Jalan kekerasan berdarah yang diambil TPNPB ini merupakan buntut tuntutan mereka untuk memerdekakan Papua. Kelompok yang dipimpin oleh Goliath Tabuni ini menilai peran pemerintah Indonesia saat ini tak lebih dari penjajah.

Bahkan, TPNPB menganggap semua warga Indonesia yang tinggal di Papua sebagai bagian dari penjajah tersebut. TPNPB bertekad mengusir mereka semua.

"Kami tidak mau Indonesia ada di tanah kami. Indonesia harus keluar dari tanah kami. Kelompok TNI Polisi adalah penjajah, termasuk orang-orang Indonesia yang tinggal di Papua," cetus dia.

"Masyarakat sipilnya termasuk sebagai penjajah, yang datang mendominasi pekerjaan dan menasionalisasi orang Papua. Semua termasuk penjajah," Sebby menambahkan.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan proyek Trans-Papua terus berjalan meski terjadi insiden penembakan proyek jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Jokowi juga telah memerintahkan Panglima TNI Hadji Tjahjanto mengejar dan menangkap pelaku penembakan tersebut.

"Saya sampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar proyek jalan dari Wamena menuju Mamugu tetap diteruskan. Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer (km) harus diselesaikan. Ini harus jalan terus untuk membangun tanah Papua dan mewujudkan keadilan sosial," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (5/12).

16 Jenazah

Sementara itu pasukan gabungan TNI-Polri mengevakuasi 16 jenazah karyawan PT Istaka Karya korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masih berada di Bukit Kabo Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Evakuasi yang akan dilakukan oleh pasukan gabungan TNI-Polri sudah diterjunkan di lokasi Kali Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP di hadapan awak media, bertempat di Hanggar Airfast Bandara Mozes Kilangin, Timika Papua, Kamis (6/12).

Panglima TNI menjelaskan bahwa lokasi penembakan karyawan PT Istaka Karya yang sedang melaksanakan pembangunan jalan Trans Papua dan jembatan di Kali Yigi tersebut sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh salah seorang korban selamat dari kejadian tersebut yaitu Jimmi Aritonang.

Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan bahwa saat terjadi penyerangan di lokasi kejadian terdapat 25 orang karyawan PT Istaka Karya yang sedang bekerja melaksanakan pembangunan jembatan.

“Dari 25 orang karyawan PT Istaka Karya tersebut, 14 orang dieksekusi ditempat, sedangkan 11 orang lainnya berusaha menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa 11 orang karyawan yang berusaha menyelamatkan diri tersebut, 4 orang berhasil sampai di Pos TNI Mbua. "Sedangkan 5 orang tertangkap dan kembali dieksekusi oleh kelompok KKB dan 2 orang lainnya diperkirakan masih hidup, namun hingga kini belum ditemukan,” jelasnya.

“Selain menyerang karyawan PT Istaka Karya KKB juga menyerang Pos TNI yang berada di Mbua dan menyebabkan salah satu prajurit TNI atas nama Sertu Anumerta Handoko gugur dalam tugas,” ucap Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh KKB ini bukan kriminal biasa dan ini adalah perbuatan yang sangat keji sehingga TNI-Polri akan tindak tegas untuk menangani masalah ini dengan harapan agar masyarakat akan tenang. “Saya tegaskan sekali lagi bahwa KKB akan segera kita tangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

“TNI dan Polri akan membentuk tim keamanan untuk memperlancar proses pembangunan di wilayah Kabupaten Nduga dan nanti segera dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR,” kata Panglima TNI. (ANT/CNNI/KRJ)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px