Log in

Wakil Gubernur: Tidak Perlu Terlalu Banyak Rapat

Wagubsu Nurhajizah Marpaung didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Sebayang saat meninjau lokasi huntara di Desa Ndokum Siroga II dan III, Rabu (6/12). Wagubsu Nurhajizah Marpaung didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Sebayang saat meninjau lokasi huntara di Desa Ndokum Siroga II dan III, Rabu (6/12).

Relokasi Pengungsi Sinabung ke Huntara Lambat

Kabanjahe,Sumatera Utara-andalas Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr Hj Nurhajizah Marpaung sepertinya gerah dengan berlarut-larutnya persoalan relokasi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung ke hunian sementara (huntara).

Meski pihak Pemprovsu dengan Pemkab Karo dan stakeholder terkait telah berulang kali menggelar rapat, hingga kini belum juga ada kejelasan soal proses relokasi.     

"Saya kira tidak perlu juga terlalu banyak rapat. Yang penting bagaimana secepatnya masyarakat yang masih di pengungsian itu direlokasi ke hunian sementara," ujar Wagubsu saat memimpin pertemuan dengan Pemkab Karo, Rabu (6/12).

Wagubsu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo segera melaksanakan proses relokasi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung ke huntara sekaligus mendesak agar masyarakat sudah menghuni rumah mereka pekan depan.

Hadir dalam rapat itu diantaranya Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Cory Sebayang, Kepala Dinas Kehutanan Sumut Harlen Purba, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, para SKPD Pemkab Karo serta masyarakat pengungsi.

Wagubsu juga meminta penjelasan dari Pemkab Karo tentang kondisi terkini huntara yang disiapkan untuk menampung pengungsi ke tempat yang lebih baik. Dirinya mempertanyakan kendala apa saja yang dihadapi sehingga penanganannya terkesan lambat.

"Makanya kita lihat langsung. Kelihatannya sudah bisa dihuni. Makanya kita akan dorong bagaimana minggu depan masyarakat sudah bisa masuk ke hunian," sebut Wagubsu.

Menurut Nurhajizah, pemerintah dalam hal ini harus melakukan tindakan 'jemput bola' agar dapat dicari tahu apa kendala yang dihadapi agar dapat dicari solusi bagaimana menyelesaikan persoalan relokasi tersebut. Apalagi saat ini untuk bangunan huntara juga sudah tersedia air dan sanitasi.

"Kita sudah bisa masukkan masyarakat. Untuk administrasinya nanti kita minta itu menyusul (sembari berjalan), karena sangat memprihatinkan jika masyarakat terlalu lama di pengungsian itu," sebut Nurhajizah saat meninjau lokasi huntara di Desa Ndokum Siroga II dan III usai rapat.

Sebagai tindak lanjut, Wagub juga menyebut akan mengomunikasikan kondisi terkini serta rencana relokasi ke huntara kepada pemerintah pusat. Mengingat kesiapan hunian menurutnya sudah bisa dihuni sementara.

Sedangkan Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kepala BPBD Karo Martin Sitepu menyebutkan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pendataan sekaligus verifikasi warga sebelum menetapkan lokasi huntara. Sebagaimana diketahui, hunian tersebut telah dibangun sebanyak 348 rumah yang terbagi empat lokasi.

Pihaknya menargetkan proses pemindahan warga dilaksanakan segara, termasuk melengkapi data verifikasi warga sebelum dipindahkan ke huntara. Sedangkan terkait penempatan di kompleks huntara, kepala desa didorong  menentukan siapa saja yang akan masuk lebih dulu, di mana ada dua mekanisme yakni sesuai musyawarah warga setempat atau dilakukan pengundian.

"Selain itu ada juga masalah lahar dingin yang mengaliri sekitar 14 desa yang terpengaruh. Termasuk abu vulkanik yang melanda 12 kecamatan di Karo," sebutnya. (WAN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 11 Dec 2017 28°C 23°C
  • 12 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px