Log in

Ustaz Somad Mengaku Diancam


Rencana Ceramah di Pulau Jawa Dibatalkan

Pekanbaru-andalas Ustaz Abdul Somad (UAS) membatalkan rencana ceramah di tiga provinsi di Pulau Jawa menyusul intimidasi hingga ancaman yang ia alami di beberapa tempat beberapa waktu terakhir.

Pantauan Antara, pembatalan itu disampaikan UAS melalui akun instagram @ustadzabdulsomad yang telah terverifikasi. Hingga Senin (3/9) pagi, pernyataan pembatalan taushiyah tersebut mendapat perhatian luas masyarakat.

Sedikitnya hingga pukul 08.53 WIB, 172.392 likes dan 9.351 komentar yang mayoritas mendukung ustaz kondang asal Provinsi Riau tersebut tersemat menanggapi pemberitahuan itu.

"Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang," tulis UAS pada poin pertama pemberitahuannya.

Hal tersebut menurutnya membuat beban panitia penyelenggara semakin berat, serta mengganggu kondisi psikologis jemaah serta dirinya. "Maka, saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta," tulisnya lagi.

UAS merincikan pembatalan taushiyah itu antara lain di Kota Malang, Boyolali, Jombang, dan Kediri pada September mendatang. Selanjutnya Yogyakarta pada Oktober serta janji dengan Ustaz Zulfikar di Jawa Timur pada Desember.

"Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi dan mohon doakan selalu," tutup UAS dalam pernyataannya.

UAS merupakan penceramah kondang yang sempat disarankan menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto oleh ijtima ulama beberapa waktu lalu. Namun, UAS menolak dan memilih untuk tetap menjadi ustaz.

Kendati demikian, beberapa waktu terakhir cukup banyak penolakan-penolakan yang dialami ustaz sekaligus dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru itu. Tidak jelas alasan pihak-pihak yang menolak kegiatan taushyiah UAS, meskipun UAS sendiri beberapa kali diundang oleh sejumlah perangkat dan elemen negara untuk mengisi taushyiah.

Menyesalkan

Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menyesalkan penolakan rencana taushiyah Ustaz Abdul Somad (UAS) di tiga provinsi di Pulau Jawa menyusul pengakuan adanya intimidasi hingga ancaman yang ia alami beberapa waktu terakhir.

"Sikap LAM amat menyesalkan itu. LAM membuka diri untuk pihak-pihak yang berpikir merasa terancam oleh majelis ilmu bersama UAS yang diadakan masyarakat untuk dialog terbuka," kata Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Al Azhar di Pekanbaru, Senin.

Menurutnya tak ada yang terancam oleh UAS karena yang bersangkutan hanya menunaikan tugas hati nurani dan ilmunya. UAS hanya melakukan tugas dengan jalan dakwah untuk memperkuat sila Ketuhanan yang Maha Esa.

Oleh karena itu, lanjutnya, sulit sekali dipahami dengan akal sehat mengapa ada komponen yang menolaknya. Terlebih-lagi, lanjutnya, jikapun ceramah UAS tidak dilakukan di depan publik, masyarakat juga bisa mengaksesnya melalui media sosial.

"UAS ini orang berilmu lalu berbagi kepada masyarakat yang berharap, ada kesepakatan UAS dan masyarakat. Lalu dibuat majelis kok malah dihambat dan diintimidasi," ungkapnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendesak kepolisian untuk tidak tinggal diam menyikapi adanya kabar ancaman ini. "Pokoknya gini deh. Tolonglah pak polisi, ya kan, saling mengancam ini dihentikan," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9).

Fahri menilai, jangan sampai ada ancaman-ancaman lagi kepada tokoh-tokoh yang dikenal luas publik dan mempunyai pendukung banyak. Hal itu, menurutnya, bisa mempertajam gesekan masalah di masyarakat.

"Menolak sekelompok orang itu bisa meruncingkan perselisihan di antara masyarakat dan itu merugikan kita. Harus dihentikan," ujar Fahri.

"Ya kan, orang-orang yang resmi mukanya ada, ada pendukungnya, tokoh yang dikenal, janganlah dilarang-larang, janganlah diancam-ancam," imbuhnya.

Menurut Fahri, larangan berceramah atas dasar apa pun tidak bisa dibenarkan di Indonesia. Hal itu, katanya, bertentangan dengan kebebasan berserikat dan berekspresi di Indonesia.

"Kebebasan berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan, itu dilindungi negara. Mau pakai alasan apa pun tidak boleh dilarang," kata politikus PKS ini.

Senada, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan atas ancaman tersebut. Karena hal ancaman kepada ustaz sejuta viewer itu sangatlah aneh.

"Ancaman terhadap UAS untuk berceramah adalah aneh. membiarkannya terjadi di negara hukum, sampai dibatalkannya ceramah-ceramah UAS, lebih aneh lagi," ujar Hidayat dalam akun twitternya.

Politisi PKS itu pun menyebutkan, aparat penegak hukum pasti tahu Abdul Somad bukanlah ulama yang anti NKRI dan provokatif. Sebab, ia pernah diundang berceramah oleh petinggi di negeri ini.

"Apalagi aparat pasti mengerti, UAS pernah (diundang) berceramah dengan Wapres, KSAD, Pimpinan MPR dan lain-lain bahkan UAS pernah sepanggung dengan Kapolri di Adz Dzikra," jelasnya.

Pembatalan jadwal ceramah UAS juga dikomentari budayawan Sudjiwo Tedjo. Melalui akun Twitternya, Sudjiwo Tedjo mengaku bukan pendukung UAS.
Bahkan, isi ceramah UAS kerap tidak sependapat dengannya.

Meski demikian, Sudjiwo Tedjo menuturkan, jangan sampai hak UAS untuk berbicara di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah dihilangkan karena pihak tertentu. "Polisi mestinya melindungi UAS dari pihak2 yg mengancam/menekan UAS bila UAS tak membatalkan acaranya," bebernya.

Sudjiwo Tedjo menerangkan, jangan berpikir hari ini saja mengenai adanya peristiwa ini. Bisa saja peristiwa serupa terjadi ke depannya. "Gmn kalau besok pagi ada perubahan zaman? Pihak2 yg kemarin mempersekusi, besok pagi krn ada perubahan zaman tiba2 menjelma jd pihak yg dipersekusi? Akan kacau terus," imbuhnya.

Menurut Sudjiwo Tedjo, apabila acara tersebut diduga ditunggangi HTI mestinya dituntut via jalur hukum. "Jgn setiap ada pihak yg curiga/keberatan thdp suatu acara maka acara tersebut di batalkan. Ini nanti akan jadi jalin-kelindan rantai kekacauan," paparnya.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Ma'ruf Amin, tak percaya dengan kabar tentang adanya ancaman dan intimidasi yang disebutkan Ustaz Abdul Somad, dalam keterangan tertulisnya untuk membatalkan rencana taushiyah di beberapa kota di Pulau Jawa.

"Enggak ada intimidasi. Mungkin perlu ada yang diluruskan, tapi secara umum tidak ada intimidasi," kata Ma'ruf seusai ziarah di kompleks makam keluarga pendiri Nahdlatul Ulama di Pesantren Tebu Ireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Senin (3/9).

Menurut KH Ma'ruf, sebenarnya tak ada masalah yang mendasari munculnya ancaman kepada Ustaz Abdul Somad. Bahkan, KH Ma'ruf mengatakan, dirinya sempat menyarankan Ustaz Abdul Somad untuk mengisi ceramah di MPR.

"Kemarin di MPR , saya sarankan agar berceramah di MPR, kan, ceramah dia di MPR, di lembaga tinggi negara, resmi, tidak ada masalah. Mungkin ada sisi-sisi lain (ada persoalan), tapi secara umum tidak ada (masalah)," kata Ma'ruf.

Jika berceramah di gedung MPR saja tidak masalah, Ma'ruf menilai bahwa secara umum tidak ada masalah dengan Ustaz Abdul Somad. Jika kemudian dia membatalkan agenda ceramahnya di sejumlah daerah, bisa jadi terjadi kekeliruan dalam hal teknis. "Mungkin ada kekeliruan di tingkat pelaksana," kata Ma'ruf.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan terkait dugaan ancaman yang didapat penceramah Ustaz Abdul Somad. Ia pun menduga, ancaman kepada Abdul Somad dilakukan oleh orang tak senang dengannya atau kelompok yang kecewa, lantaran Abdul Somad enggan menjadi capres.

"Saya belum dapat laporan apapun. Bisa jadi, yang mengancam itu orang yang tidak senang dengan dia. Bisa jadi, kelompok dia juga (yang mengancam), karena dia jadi capres tidak mau, sekarang diancam-ancam. Semua kemungkinan itu kan bisa saja ya," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/9.

Ia pun mengimbau, agar Abdul Somad untuk melapor ke pihak Kepolisian jika memang ada ancaman kepadanya. Hal ini dimaksudkan, agar polisi bisa menyelidikinya. Menurut Setyo, jika Abdul Somad tak melapor, pihak Kepolisian sulit untuk menyelidikinya.

"Saya menilai, beliau kan merasa diintimidasi, silakan lapor. Kalau dia tidak lapor, maka polisi tidak akan menangani. Nanti, kalau misalnya kita minta keterangan tapi beliau tidak datang, kita susah juga kan. Kan, diundang untuk diperiksa diminta keterangan nanti susah," ujarnya. (G/ANT/TBN/VN)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 15 Nov 2018 26°C 22°C
  • 16 Nov 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px