Log in

Uang Rp1,6 M Milik Pemprovsu Raib dari Mobil

Plt Kepala BPKAD Provinsi Sumut Raja Indra Saleh didampingi Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Muhammad Ikhsan saat memberikan keterangan pers, di Ruang Kerja Kepala BPKAD Sumut, Lantai 2, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (10/9). Plt Kepala BPKAD Provinsi Sumut Raja Indra Saleh didampingi Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Muhammad Ikhsan saat memberikan keterangan pers, di Ruang Kerja Kepala BPKAD Sumut, Lantai 2, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (10/9).

Berbarengan Pengesahan P-APBD 2019 dan APBD 2020

Medan – andalas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kehilangan uang Rp1,6 miliaran yang diperuntukkan untuk honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam penyusunan PAPBD Sumut 2019 dan RAPBD Sumut 2020.

Uang miliaran rupiah itu raib dari dalam mobil Toyota Avanza BK-1875-ZC saat parkir di pelataran parkir Kantor Gubernur tak lama setelah diambil dari Bank Sumut, Senin (9/9). Pada hari itu pula bersamaan dengan penyelenggaraan rapat paripurna pengesahan P-APBD 2019 dan APBD 2020 oleh DPRD Sumut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumut Raja Indra Saleh didampingi Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Muhammad Ikhsan dan Kasubbag Anggaran Fuad Perkasa, membenarkan raibnya uang Pemprovsu dari dalam mobil saat diparkir di pelataran parkir Kantor Gubernur.

“Ung tunai yang hilang sebesar Rp 1.672.985.500. Uang hilang di pelataran parkir Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30 Medan, Senin kemarin,” kata Raja Indra saat memberikan keterangan pers di Ruang Kerja Kepala BPKAD Sumut, Lantai 2 Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30, Medan, Selasa (10/9) sore.

Raja Indra kemudian memaparkan kronologi hilangnya uang milik Pemprovsu itu. Bermula pada Senin (9/9) pukul 14.00 WIB, Pembantu PPTK Muhammad Aldi Budianto bersama tenaga honorer BPKAD Indrawan Ginting sampai di Bank Sumut Cabang Utama, Jalan Imam Bonjol, Medan. Lalu, sekitar pukul 14.47 WIB dilakukan penarikan tunai sebesar Rp 1.672.985.500.

Selanjutnya, pukul 15.40 WIB, Aldi dan Indrawan yang membawa uang tersebut sampai di Kantor Gubernur Sumut . Setelah sempat berputar sekali, keduanya yang mengendarai Toyota Avanza BK-1875-ZC parkir di pelataran parkir Kantor Gubernur.

Keduanya langung masuk ke Gedung Kantor Gubernur Sumut untuk salat dan absen pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, saat Indrawan Ginting hendak pulang melihat uang sudah tidak ada lagi di mobil.

“Aldi langsung menghubungi Propam Polrestabes Medan, lalu Propam tersebut menyarankan untuk membuat laporan secara resmi. Mereka diperiksa dan di-BAP oleh pihak kepolisian. Pada magrib, Aldi menghubungi atasannya dan bertemu sekitar pukul 24.00 WIB di TKP bersama dengan pihak kepolisian,” kata Raja Indra.

Raja Indra Saleh menyampaikan, uang tersebut untuk honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu. “Uang tersebut diambil tunai karena akan didistribusikan ke masing-masing OPD yang terkait kegiatan TAPD,” tambah Raja Indra Saleh.

Terkait hal ini, kata Indra, pihaknya sudah melaporkan ke atasan, yakni Gubernur Sumut dan Sekdaprov Sumut. “Pihak Pemprovsu berharap kepolisian segera menuntaskan kasus ini,” harap Raja Indra Saleh.

Kasubbag Anggaran Fuad Perkasa yang diminta menjelaskan peruntukan uang yang hilang tersebut mengatakan, uang tersebut merupakan honor kegiatan TAPD dalam penyusunan PAPBD Sumut 2019 dan RAPBD Sumut 2020. Ironisnya, mereka tidak merinci jumlah pegawai yang terlibat dalam tim TAPD yang akan menerima honor tersebut.

“Dari Bank Sumut ke bendahara itu non tunai, kemudian dari bendahara kepada si person tadi M Aldi juga transfer. Nah, M Aldi setelah menerima transfer mencairkannya untuk selanjutnya didistribusikan ke tim TAPD," pungkasnya. Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan telah menerima laporan kehilangan uang senilai Rp1,6 miliar di halaman Kantor Gubernur Sumut itu.

"Sudah, ini masih kita selidiki," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira saat dikonfirmasi, Selasa (10/9). Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi belum bisa banyak berkomentar mengenai raibnya uang milik Pemprovsu dari dalam mobil. Pastinya, ia akan langsung memerintahkan bawahan untuk mencari tahu kebenaran apakah uang tersebut benar hilang.

"Aku belum tau itu," kata Edy Rahmayadi saat menelusuri Sungai Deli Medan, Selasa (10/9). Edy Rahmayadi mengatakan, jika memang benar uang tersebut milik Pemprovu, pastinya adalah kelalaian bisa sampai hilang. Tetapi, secara jelasnya uang milik rakyat tersebut tidak boleh sampai hilang. "Loh, itu gak boleh sampai hilang. Karena itu adalah uang rakyat. Tapi saya belum tau, dan saya belum bisa berkomentar soal kehilangan itu," ujarnya.

Konyol

Hilangnya uang Pemprovsu dari dalam mobil cukup mengejutkan berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan. Sejumlah pertanyaan pun menyeruak di balik kabar kehilangan itu.

“Sesuatu yang aneh jika Pemprovsu masih menyimpan uang cash di kantor sebesar Rp 1,6 miliar. Patut dipertanyakan sumber uang tersebut dan akan digunakan untuk pembayaran apa? Sebab saat ini tata cara pembayaran semua transaksi saat ini telah menerapkan sistem transfer. Bukan lagi dengan uang cash atau tunai. Pemprov Sumut konyol," tegas Sutrisno di Medan, Selasa (10/9).

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut ini mengatakan, peristiwa hilangnya uang Pemprovsu bukan kejadian biasa. Apalagi hilang dari mobil yang tengah diparkir di area kantor gubernur. Seharusnya dengan uang sebanyak itu ada pengawalan oleh Satpol PP.

Mengingat paristiwa kehilangan uang terjadi pada hari Senin (9/9), persis bersamaan dengan penyelenggaraan rapat paripurna pengesahan P-APBD 2019 dan APBD 2020 oleh DPRD Sumut, dia menyindir kemungkinan karena Gubernur dan jajarannya berkonsentrasi penuh mengikuti sehingga situasi kantor tidak terkontrol.

"Kalau kantor gubernur yang dijaga ketat oleh Satpol PP dengan CCTV yang terpasang di setiap sudut pun bisa bobol, itu cukup mengejutkan," tutur Sutrisno. Namun dia tidak bisa memastikan apakah ada kaitannya antara uang yang hilang dengan pengesahan P-APBD 2019 dan APBD 2020.

"Semua hal bisa terjadi, semua hal bisa berkaitan. Kita akan menyaksikan episode berikut terkait keberadaan uang yang dinyatakan ‘hilang’ tersebut," terangnya. Sutrisno menyarankan Pemprov Sumut melakukan cross cek dari bank mana yang diambil dan pukul berapa dilakukan pengambilan. Rute perjalanan mobil dicek melalui google maps. (WAN/MBD/HAM)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px