Log in

Uang Rp1,6 M Hilang, Wagub Kecewa

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menjawab pertanyaan wartawan. Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menjawab pertanyaan wartawan.

Wagirin: Jangan Kaitkan dengan Pengesahan APBD

Medan – andalas Peristiwa hilangnya uang tunai sebesar Rp 1.672.985.500 di pelataran parkir Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30 Medan, Senin (9/9) lalu, membuat Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah sangat kecewa. Dia pun memerintahkan kepada Inspektorat untuk segera melakukan pemeriksaan internal terhadap kejadian itu.

Hal itu disampaikan Wagub Musa Rajekshah usai memimpin rapat bersama para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hilangnya uang tersebut, Rabu (11/9), di ruang kerjanya. “Tentu kejadian ini sangat mengecewakan kita semua,” ujar Wagub.

Wagub juga sangat menyayangkan mengapa uang sebanyak itu diambil secara tunai. Karena itu, selain menunggu hasil proses hukum dari pihak kepolisian, Musa Rajekshah meminta kepada Inspektorat segera melakukan pemeriksaan secara internal, terhadap pihak-pihak yang terkait. Sehingga  dapat diketahui di mana kesalahannya dan menjadi pelajaran ke depan.

“Saya minta inspektorat segera berindak, sehingga semuanya jadi terang dan dapat menjadi pelajaran ke depannya,” ujar Wagub. Wagub juga meminta kepada semua pihak untuk tidak berspekulasi lebih jauh tentang hilangnya uang tersebut. Semua pihak diharapkan sabar dan menunggu hasil proses hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

Sementara itu Lasro Marbun, Inspektur Provinsi Sumatera Utara menyampaikan, saat ini Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan terhadap kejadian kehilangan uang tunai  dimaksud. Inspektorat akan memeriksa  pihak yang terkait dengan kejadian tersebut. Pemeriksaan akan dilakukan secara profesional, obyektif, komprehensif dan legal terkait aspek formal dan materil, sebab akibat dari kejadian.

“Hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada pimpinan. Sesuai hasil pemeriksaan akan ada konsekuensi bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya. Lasro berharap agar kasus hilangnya uang itu bisa diketahui duduk persoalannya secara jelas sehingga tidak menimbulkan polemik baik di internal Pemprov Sumut maupun di publik.

Janggal dan Ceroboh

Terpisah, Ketua DPRD Sumatera Utara, H Wagirin Arman mendesak kepolisian mengusut tuntas hilangnya uang milik Pemprovsu senilai Rp1,6 miliar saat di dalam mobil yang diparkirkan di Kantor Gubsu, Senin (9/9) petang.

“Kepolisian harus tegas mengungkap fakta di balik hilangnya uang tersebut,” kata Wagirin Arman kepada wartawan di Medan melalui telepon selulernya, Rabu (11/9). Dia juga mempertanyakan hilangnya uang tersebut dengan mudah, tanpa pengawasan dan pengamanan. "Masa uang segitu banyak ditinggalkan begitu saja. Saya saja saat tertinggal HP di dalam mobil, langsung sibuk mengambilnya lagi," kata politisi senior Partai Golkar ini.

Makanya, Wagirin menilai terdapat dugaan kejanggalan dalam kasus hilangnya uang Pemprov Sumut tersebut. Untuk itu dia meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas dari mana sumber uang tersebut, dan untuk keperluan apa dialokasikan.

"Rakyat berhak mengetahui uang itu dari mana sumbernya dan diperintahkan hendak disalurkan ke mana,"tukasnya. Wagirin Arman juga meminta kepada semua pihak agar jangan sedikitpun yang coba-coba mengaitkan, apalagi menuduh hilangnya uang itu terkait dengan paripurna pembahasan P-APBD 2019 dan pembahasan R-APBD 2020. "Jangan hubungkan dan kaitkan kami yang melakukan paripurna secara alot dan demokratis, dengan hilangnya uang miliaran itu," tuturnya.

Dia menegaskan jika ada pihak yang mengkaitkan apalagi menuduh dan memfitnah lembah dewan, maka dewan akan segera menempuh proses hukum atau gugatan ke pihak yang menuduh dan fitnah tersebut. Sebab dia menegaskan bahwa jalannya paripurna pembahasan P-APBD 2019 dan APBD 2020 kemarin, merupakan proses yang panjang dan demokratis tanpa ada embel-embel lainnya apalagi hadiah.

Pada kesempatan itu, Wagirin Arman juga mengaku menghormati sikap politik yang dirempuh Fraksi PDIP DPRD Sumut yang tegas menunjukkan sikapnya memutuskan walk out dari paripurna. "Inilah bentuk implementasi demokrasi di dewan, yang sama sekali tanpa ada udang di balik bakwan,"ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengaku heran dengan raibnya uang tunai senilai Rp1.672.985.500 (1,6 M) dari dalam mobil yang diparkir di halaman kantor Gubernur Sumut pada Senin (10/9) sore lalu.

Menurutnya pengambilan uang tunai dalam jumlah yang besar tanpa adanya pengawalan adalah sebuah kecerobohan. "Ini saya juga heran kok masih pakai uang tunai ini. Kalau terkait dengan proyek harusnya langsung ke pelaksana proyek. Kalau kaitan gaji harusnya langsung ke rekening penerima gaji," ujar jenderal bintang dua tersebut kepada wartawan, usai melaksanakan syuting film Sang Prawira di Kantor Pos Medan, Rabu (11/9).

Untuk itu, Agus mengaku pihaknya akan mengecek dan melidik siapa yang mencurinya. Selain itu, dia juga menyebut, kalau uang yang raib itu merupakan uang negara, tentu ada pertanggungjawaban dari orang yang mengambil dan meletakkannya di mobil.

"(Kita cek) pencurian dan kenapa uang cukup besar itu diambil tanpa pengawalan. Harusnya ada tata cara pengambilan uang tunai," sebutnya. Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengaku pihaknya sudah turun ke lapangan untuk penyelidikan. "Kita sudah turunkan tim untuk menyelidiki kasus ini, mohon doanya," ucapnya.

Seperti diketahui, uang miliarah rupiah dikabarkan hilang dari halaman Kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro, Medan, Senin (9/9) sore. Uang tersebut baru saja diambil pegawai Pemprov dari Bank Sumut.

Setibanya di kantor gubernur, uang tersebut ditinggal di dalam mobil. Tapi tak lama kemudian, saat kembali ke mobil, uang tersebut diketahui sudah raib. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kehilangan uang Rp1,6 miliaran yang diperuntukkan untuk honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam penyusunan PAPBD Sumut 2019 dan RAPBD Sumut 2020.

Uang miliaran rupiah itu raib dari dalam mobil Toyota Avanza BK-1875-ZC saat parkir di pelataran parkir Kantor Gubernur tak lama setelah diambil dari Bank Sumut, Senin (9/9). Pada hari itu pula bersamaan dengan penyelenggaraan rapat paripurna pengesahan P-APBD 2019 dan APBD 2020 oleh DPRD Sumut.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumut Raja Indra Saleh mengatakan, uang tersebut untuk honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu. “Uang tersebut diambil tunai karena akan didistribusikan ke masing-masing OPD yang terkait kegiatan TAPD,” tambah Raja Indra Saleh. (WAN/UJ/DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px