Log in

Tulang Pinggul Ibu Guru Patah Dipukul Siswa

Kepala SMAN 3 Lhokseumawe bersama anggota PGRI membesuk guru korban pemukulan siswa. andalas/ Mulyadi Kepala SMAN 3 Lhokseumawe bersama anggota PGRI membesuk guru korban pemukulan siswa. andalas/ Mulyadi

Terjadi di SMAN 3 Lhokseumawe

Aksi kekerasan siswa terhadap guru kembali terjadi. Kali ini menimpa Rahmawati, guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Lhokseumawe. Guru  mata pelajaran Sejarah itu dipukul oleh siswanya hingga tulang pinggulnya patah.

Hingga kini kondisi ibu guru yang telah berusia paruh baya itu hanya bisa terbaring di rumahnya dan sementara tak bisa lagi menjalankan tugasnya mengajar di sekolah. Sebab, jangan kan untuk berdiri dan berjalan, untuk dudukpun tulang pinggulnya nyaris tak lagi mampu menopang tubuhnya.

Kepala SMAN 3 Lhokseumawe, Jafar kepada wartawan Senin (13/8) menjelaskan,  siswa kelas XI IPS berinisial G yang tega memukul Rahmawati sudah diberi sanksi tegas berupa pemecatan. Kasus itu kini sudah dilaporkan ke Polres Lhokseumawe.

“Sudah kita lapor ke Polres hari itu terus, tapi saya masih mencari solusi di hari pertama itu. (Tindak lanjut laporan) belum, karena hari ini baru diperiksa saksi korban. Mungkin besok diperiksa kepala sekolah, saya, habis itu mungkin baru diambil tindakan terhadap tersangka,” ungkapnya.

Jafar mengatakan pihaknya terpaksa mengambil sanksi tegas berupa pemecatan terhadap G, karena pihak keluarga G tidak kooperatif untuk menyelesaikan persoalan itu dengan pihak sekolah maupun korban.

“Hari Sabtu itu saya datang ke rumahnya, nggak ada orangtuanya (pelaku). Karena saya hari Senin, Selasa, Rabu ada tugas ke Banda Aceh, nggak sempat lagi. Hari Kamis terus saya kembali ke rumahnya, jumpa sama orangtuanya. Saya bilang untuk ke sekolah agar kita musyawarah, katanya bisa besok datang, tetapi sampai sekarang nggak datang,” jelasnya.

Jafar menceritakan kejadian tersebut berawal saat G diduga kelelahan dan hendak tidur di salah satu ruangan kelas yang kosong. Saat itu, Rahmawati memanggil G untuk masuk kelas.

“Mungkin karena terlalu lelah atau apa, tidur dia. Dia minta izin mau pinjam buku pustaka, tapi pustaka belum buka karena masih jam delapan pagi. Habis tu dipanggil lah, entah marah dia karena tidur nyenyak kali. Dia kemudian emosi mungkin karena tidur nyenyak kali. Kata ibu itu, apa mau pukul saya, pukul saja. Habis itu langsung dipukul sekali,” ungkapnya.

Rahmawati yang kena pukulan G kemudian tersungkur ke lantai dengan kondisi terduduk. Dia kemudian kesakitan di pinggul dan tidak bisa berjalan.

“Namanya kita sudah tua, sekali kena pukulan kan jatuh. Sekali jatuh kena tulang lah, retak tulangnya berdasarkan rontgen,” ujar Jafar.

Hingga saat ini, kata Jafar, Rahmawati tidak bisa beraktivitas seperti biasa karena harus dipapah. Korban juga tidak masuk sekolah sejak kejadian. Sementara G juga tidak pernah terlihat lagi di sekolah usai kejadian hingga sekarang. (MUL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px