Log in

Tujuh Kontainer Jeruk Ilegal Asal China Disita

SITA JERUK ILEGAL Petugas gabungan dari Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan Balai Karantina Pertanian menunjukkan barang bukti jeruk mandarin asal China ilegal yang disita. SITA JERUK ILEGAL Petugas gabungan dari Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan Balai Karantina Pertanian menunjukkan barang bukti jeruk mandarin asal China ilegal yang disita.

Medan-andalas Sebanyak tujuh kontainer berisi 9,1 ton jeruk mandarin asal China disita petugas gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan serta petugas Kementerian Perdagangan dari lokasi pergudangan Diski Centre di Jalan Medan-Binjai KM 15,7, Kecamatan Sunggal, Deli Sserdang, Sumatera Utara. Ketujuh kontainer itu disita lantaran masuk ke Indonesia secara ilegal tanpa dilengkapi dokumen sesuai dengan ketentuan impor produk hortikultura.

Kepala Kantor DJBC Belawan Haryo Limanseto, keberadaan produk impor ilegal ini berhasil diungkap atas penyelidikan bersama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan serta petugas Kementerian Perdagangan.

“Penyitaan ini kita lakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 28 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Tata Niaga Impor Di Luar Kawasan Kepabeanan. Total ada 9,1 ton yang kita sita,” sebut Haryo, Selasa (13/3).

Haryo mengaku, sehubungan dengan penyitaan tersebut, pihaknya juga sudah memeriksa pemilik barang tersebut. Yakni dari PT Suci Abadi. “Importirnya nanti akan kita kenakan denda,” jelasnya.

Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono jelaskan di dalam dokumen impor dilakukan perusahan tersebut, adalah apel. Namun, juga ditemukan jeruk. Padahal untuk impor komoditas jeruk, Pemerintah Indonesia hanya memberikan izin kepada Negara Pakistan saja.

"Permendag No 28 itu sebenarnya memberikan kemudahan pada pengusaha. Tapi kenyataannya, pengusaha malah menyalahgunakan kemudahan itu," ungkap Veri.

Veri mengatakan akan mendalami daerah distribusi jeruk tersebut karena masuk melalui Kota Medan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak terlibat. "Semua keluar dari pelabuhan kita lakukan pengawasan. Sama-sama pemerintah bersinergi melakukan tindakan kepada pelaku-pelaku usaha," tandasnya.

Very menjelaskan importasi produk hortikultura diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan di mana setiap importir komoditas itu harus mendapat persetujuan namun pengimpor jeruk itu tidak memenuhi ketentuan tersebut. Pengusaha pemasok jeruk dan apel ke Sumut itu tidak mengantongi PI (Persetujuan Impor) sesuai Permendag Nomor 43/M-DAG/PER/6/2017, ujar Veri.

Dia menegaskan, hukuman kepada importir PT Suci Abadi Terang itu sesuai pasal 24 UU No 7 tahun 2014 adalah pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 miliar.

Izin API (Angka Pengenal Impor) importir itu bisa dicabut dan kalau dicabut baru dua tahun lagi bisa mengurus API lagi itupun kalau perusahaan tidak dimasukkan dalam daftar hitam, katanya. Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, ujar Very terus menyelidiki kasus pasokan ilegal yang dilakukan pengusaha tersebut.

Kepala BC Belawan Haryo menyebutkan pengamanan jeruk mandarin dan apel ilegal di dalam tujuh kontainer itu dilakukan di pertengahan Februari 2018. Tujuh kontainer itu berisi 8.721 karton jeruk mandarin dan 1.002 karton apel. Saksi administratif termasuk bea masuk untuk perusahaan itu sekitar Rp2,7 miliar.

Kasie Pelayanan Operasional Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Sudiwan Situmorang menyebutkan karena ilegal tentunya jeruk dan apel dari China itu tidak terjamin kesehatannya karena tanpa pemeriksaan. (OKZ/ANT)

28°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 80%

Wind: 8.05 km/h

  • 18 Dec 2018 28°C 23°C
  • 19 Dec 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px