Log in

Transaksi Satu Muncikari Prostitusi Artis Capai Rp2,8 M

Dua muncikari prostitusi online yang ditangkap di Surabaya. Dua muncikari prostitusi online yang ditangkap di Surabaya.

45 Artis dan 100 Model Masuk Jaringan

Polda Jawa Timur tidak mau setengah-setengah dalam membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan para artis. Satu temuan luar biasa ditemukan dari salah satu muncikari yang sudah diamankan. Polisi telah memeriksa rekening koran dari satu muncikari tersangka kasus prostitusi artis. Hasilnya, transaksi yang ada mencapai Rp2,8 miliar.

"Yang sudah ada buktinya, dan di mana untuk menguatkan bahwa prostitusi online ini besar, kita sudah mengambil hasil data dari mengambil rekening koran ini Rp2,8 M, besar sekali," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat dikonfirmasi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (10/1).

Luki mengatakan transaksi ini terhitung cukup besar. Sementara pihaknya masih mengembangkan berapa jumlah transaksi dari tersangka lainnya.  "Cukup besar sekali transaksinya dan datanya ada dari perbankan yang kita dapatkan dan akan kita kembangkan terus," lanjut Luki.

Selain itu, Luki juga meyakinkan jika pihaknya akan memanggil lima dari 45 artis yang terbukti kuat terlibat dari jaringan prostitusi online. Kelimanya akan dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi keterangan.

"Transaksi 5 artis, akan kami panggil saksi untuk menguatkan muncikari," pungkas Kapolda Jatim. Kasus prostitusi online yang ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur ternyata tidak hanya melibatkan aktris Vanessa Angel (VA) dan model Avriellia Shaqqila (AS).

Hasil penyidikan sementara, terdapat nama 45 artis dan 100 model yang melayani jasa seksual di bawah kendali muncikari TN dan ES, tersangka kasus itu.  "Tadi malam tim Krimsus sudah melakukan pengembangan, bukan hanya dua (VA dan AS), tapi ada 45 oknum semuanya artis yang terlibat langsung di bawah kendali dua muncikari ini," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Senin (7/1) lalu.

Selain 45 artis, Luki mengatakan kedua tersangka juga membina sekira seratus model majalah dewasa yang ditawarkan kepada lelaki hidung belang. "Yang ES langsung berhubungan dengan oknum 45 artis, yang (tersangka) T dari model dari MHN dari Popular. Nama-namanya sudah kita pegang ada seratus orang," kata dia.

Kedua tersangka, papar Luki, sudah cukup lama menjalankan bisnis haramnya dan memiliki akses kepada sejumlah pelanggan kalangan atas. Wilayah operasinya lintas provinsi, bahkan wanita binaannya juga bisa dibooking untuk melayani jasa seksual di luar negeri.

Luki Hermawan mengatakan, tarif artis dan model yang diduga terlibat prostitusi bervariasi. Ada yang Rp100 juta, Rp80 juta, Rp50 juta, dan Rp25 juta. Tergantung tingkat kepopulerannya. "Yang paling murah Rp25 juta. Kami sudah pegang nama-namanya. Nanti kami periksa secara maraton," kata Luki.

Luki menerangkan, Endang (ES) dan Tantri (TN) bukan satu-satunya anggota jaringan. Setidaknya ada satu rekan Tantri dan Endang yang juga masuk dalam satu jaringan sejak mereka beroperasi pada 2017.

Polda Jatim masih melacak keberadaan muncikari ketiga itu. Namun hasil penyidikan sementara menyebutkan bahwa mereka menerima fee sebesar 25 persen dari tarif tiap artis atau model.

Ketiga muncikari itu membagi fee-nya sama rata. "Kalau dilihat ini ada (aktifitas pemesanan) di semua kota dan luar negeri. Semua (pesanan) menggunakan digital dengan uang muka 30 persen awal," ungkap Luki.

Polda Jawa Timur mengungkapkan beberapa artis menawarkan diri kepada muncikari ES dan TN untuk dikendalikan dalam prostitusi dalam jaringan (daring) atau online. "Modus perekrutan artis oleh tersangka ES dan TN bervariatif, ada di antaranya yang meminta kepada muncikari," kata Direskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim di Surabaya Kamis (10/1).

Ia mengungkapkan, dalam kasus prostitusi daring artis yang melibatkan berinisial VA, muncikari ES terlebih dahulu menawarkan yang bersangkutan kepada penyewa. "Artinya muncikari telah menyiapkan data-data apabila ada permintaan dari penyewa. Munculnya VA ini bukan permintaan penyewa dari pembicaraan digital," ucapnya.

Dalam kasus pelacuran artis yang melibatkan VA dan AS ini, setidaknya ada 45 artis yang diduga terlibat. Saat ini, dari bukti yang ada pihak Polda Jatim telah mengidentifikasi lima artis terduga kuat terlibat prostitusi di bawah kendali ES dan TN.

Kelima artis itu berinisial AC, TP, BS yang dikendalikan muncikari TN. Sementara dua artis lagi berinisial ML dan RF di bawah kendali germo ES. "Sudah lima orang yang dapat kami kuatkan dan didukung data digital, baik dalam bentuk komunikasi aktif antara pihak penyedia jasa layanan prostitusi atau muncikari maupun pemberi jasa layanan seksual," katanya.

Pada kasus pelacuran yang mereka ungkap, polisi menyita tujuh buah ponsel milik dua germo itu. Salah satu ponsel itu digunakan untuk sarana komunikasi personal maupun dalam dugaan sebagai alat untuk komunikasi dugaan prostitusi daring.

Dari barang bukti tujuh ponsel itu telah diajukan ke laboratorium forensik (labfor) untuk diambil data digitalnya, baik konten gambar maupun komunikasi dan transaski keuangan. "Dari data-data tersebut kita bisa menyimpulkan prostitusi online yang dilakukan dua muncikari ini sudah patut sempurna terjadi, kami bisa menerapkan pasal-pasal," ucapnya.

Selain tujuh buah ponsel, Polda Jatim turut mengamankan kartu kredit, ATM, sprei, pakaian dalam, dan alat kontrasepsi dalam penggerebekan praktik prostitusi daring yang melibatkan artis ibu kota di Surabaya, Sabtu (5/1).

Yusep Gunawan mengungkapkan hasil digital forensik yang didapatkan dari data telepon genggam dan rekening koran dua tersangka muncikari prostitusi online, ES dan TN. Dari situ pula diketahui bahwa artis Vanessa Angel atau VA telah menerima transfer uang 15 kali dari muncikari ES selama tahun 2018.

Yusep mengatakan, sebelum digerebek pada Sabtu, 5 Januari 2019 lalu, Vanessa diduga telah menerima order kencan seksual beberapa kali. "Untuk inisial VA ini telah menerima kiriman 15 kali menerima transfer dari muncikari ES, periode 1 Januari (2018) sampai 5 Januari 2019," kata Yusep. Dari 15 kali transferan itu, Vanessa mentransfer ulang ke muncikari ES sebanyak delapan kali. Yusep mengatakan, berdasarkan data rekening koran tersangka, muncikari mendapatkan bagian sebesar 15 persen dari nilai tarif kencan. "Muncikari menerima 15 persen," ujarnya. (DTC/VN/JP)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px