Log in

Tol Medan-Berastagi Mendesak

Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama kepala daerah lainnya didampingi Ketua ICK Sumut Budi D Sinulingga dalam pertemuan usulan pembangunan Jalan Tol Medan- Berastagi dengan Kementerian PUPR di Jakarta. andalas|ist Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama kepala daerah lainnya didampingi Ketua ICK Sumut Budi D Sinulingga dalam pertemuan usulan pembangunan Jalan Tol Medan- Berastagi dengan Kementerian PUPR di Jakarta. andalas|ist

Ikatan Cendikiawan Karo Tantang Kementerian PUPR Adu Kajian

Jakarta-andalas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) ternyata masih menganggap Tol Medan-Berastagi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum layak untuk dibangun. Alasannya, selain secara kajian dinilai mencukupi, uang APBN juga tidak tersedia untuk membiayai pembangunannya.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Bidang Balai Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Dudung Zaenal Arifin kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, dan Wakil Bupati Jimmy Andrea Lukita Sihombing yang datang bersama rombongan, di Kantor Kementerian PUPR, Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (7/12).

Ikut dalam rombongan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarian, anggota Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, Baskami Ginting dan Leonard Surungen Samosir, serta anggota DPRD Karo Thomas Joversen Ginting.

Kemudian pejabat dari BPPJN Sumut, Kadis Perkim Pakpak Bharat Parlaungan Hutasoit, Kadis PUPR Karo Paten Purba, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, serta dari Ikatan Cendikiawan Karo Sumatera Utara (ICKSU), yakni Budi Derita Sinulingga dan Jhon Modal Pencawan juga ikut.

Kedatangan mereka ke Kantor Kementerian PUPR adalah untuk memperjuangkan Jalan Tol Medan-Berastagi yang mendesak untuk dibangun.

Dudung Zaenal Arif mengatakan gagasan pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi sudah mereka bahas di tingkat pimpinan Kementerian PUPR. Bahkan menurut dia Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga sudah mengetahuinya.

Hanya saja menurut Dudung, gagasan membangun Jalan Tol Medan-Berastagi belum bisa diwujudkan dengan alasan secara kajian belum cukup layak dan dana APBN tidak cukup untuk membiayai pembangunannya.

"Seingat saya waktu itu, Wakil Presiden (Jusuf Kalla) menjelaskan, belum cukup kajiannya, sehingga belum layak dibangun Jalan Tol Medan Berastagi, apalagi dana APBN tidak cukup," ungkap Dudung.

Namun demikian, kata Dudung, bukan berarti gagasan pembangunan Tol Medan-Berastagi tertutup. "Masih terbuka lebar. Untuk solusi saat ini bisa kita tawarkan sementara kepada pihak investor swasta, karena alasannya belum ada persetujuan dari pimpinan atas," beber Dudung.

Mendengar penjelasan Dudung itu, Ketua Ikatan Cendikiawan Karo Sumatera Utara (IKCSU) Budi Derita Sinulingga pun menyayangkan alasan Kementerian PUPR yang dinilai sepihak tersebut.

Dia bahkan menantang Kementerian PUPR untuk beradu argumen dengan Ikatan Cendikiawan Karo soal kelayakan Tol Medan-Berastagi untuk segera dibangun.

"Tolong sampaikan ke Menteri (PUPR), kami siap berargumentasi dan memaparkan kajian kami. Jangan hanya sepihak, mari undang kami, kami siap memaparkan soal kelayakan dan mendesaknya tol tersebut. Jika perlu di depan Wakil Presiden dan Presiden kami siap memaparkan dengan argumentasi ilmiah," tegasnya di pertemuan itu.

Sinulingga mengatakan Tol Medan-Berastagi ini mendesak dibangun untuk mengurangi kesenjangan kawasan utara yang sangat mini terobosan pembangunan infrastruktur berskala nasional dibandingkan dengan kawasan selatan Danau Toba.

Terlebih lagi satu-satunya jalan nasional penghubung ke Ibu Kota Provinsi Sumut, Medan-Berastagi, kata dia, sudah tidak mampu menampung semakin padatnya kendaraan bermotor baik siang maupun malam hari, terlebih saat hari-hari libur.

"Janganlah dibiarkan terjadi disparitas (kesenjangan) pembangunan kawasan selatan dan utara Danau Toba. Coba lihat, di bagian selatan kawasan Danau Toba, ada Tol Tebing Tinggi-Parapat, ada bandar udara dan jalur kereta api. Belum lagi yang lainnya. Sementara kawasan utara, seperti Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Barat telantar," sesal Sinulingga yang juga mantan Kepala Bappeda Sumut.

Sebelumnya, Bupati Karo Tekelin Brahmana mengatakan, sebelum datang ke Kantor Kementerian PUPR mereka sudah menemui Komisi V DPR RI untuk mendesak pemerintah pusat agar dapat merealisasikan pembangunan Jalan Tol Medan Berastagi.

"Bisa disimpulkan Jalan Medan-Kabupaten Karo sudah lama akut dari penyakit macet, emergency. Untuk itulah pembangunan tol sudah sangat layak disegerakan," bebernya.

Dia menjelaskan gagasan Ikatan Cendekiawan Karo Sumatera Utara saat di Komisi V DPR RI akan dibahas dan didukung penuh jika pihak Kementerian PUPR bersedia mengalokasikan aanggaran di perubahan APBN Tahun 2019.

Komisi V DPR RI berjanji akan memberikan atensi dan prioritas terhadap gagasan pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi untuk ditampung di P-APBN nantinya, sebut Terkelin mengutip ucapan Anggota Komisi V DPR RI Anthon Sihombing.

"Kami para bupati, baik Karo, Deli Serdang, Pakpak Bharat, Dairi, Humbang Hasundutan, Samosir sudah sepakat dan berkomitmen, sangat setuju dibangun Jalan Tol Medan-Berastagi," tegas Terkelin.

Sebab menurutnya akibat kemacetan yang terjadi selama ini di Jalan Medan-Berastagi, pemkab-pemkab yang dia sebutkan di atas, serta masyarakat banyak mengalami kerugian.

"Jangan terlalu lama masyarakat kami dibiarkan menderita akibat sering terjebak kemacetan parah berjam jam. Kadang 5 jam, bisa 6 - 8 jam dari waktu normal 2,5 jam," lontarnya lagi.

Sementara itu Widji Widiarto, Kepala Biro Perencanaan Pembangunan Kementerian PUPR, mengaku pada prinsipnya jika memang Komisi V DPR RI sudah mendukung, pihaknya mengajak semua pihak terkait untuk terus berkoordinasi.

"Jika memungkinkan, nanti kita akan tampung, kalau rombongan Komisi D DPRD Provsu sudah ke Komisi V DPR RI," ujar Widji.

Biasanya, kata dia, pembangunan harus berdasarkan holistik, integratif, tematik, dan spasial. "Jadi apa yang diusulkan ini, mohon maaf saya belum bisa utarakan apa kesimpulannya. Nanti akan kita bahas dan pelajari lagi. Jika ada waktu akan kami undang lagi ICK [Ikatan Cendikiawan Karo] untuk duduk bersama, yang penting kita jangan putus komunikasi," katanya. (RTA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px