Log in

Timses dan Caleg Gerindra Kena OTT di Karo dan Tanjung Balai

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu didampingi Ketua Bawaslu Eva Juliani Pandia, SH di Mapolres Karo saat memberi keterangan terkait OTT tim sukses caleg Gerindra dari sejumlah lokasi di Kabupaten Karo. Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu didampingi Ketua Bawaslu Eva Juliani Pandia, SH di Mapolres Karo saat memberi keterangan terkait OTT tim sukses caleg Gerindra dari sejumlah lokasi di Kabupaten Karo.

Wabup Paluta dan Istri Jadi Tersangka Kasus Politik Uang

Setelah menjaring Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Hariro Harahap bersama 13 tim suksesnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) money politics (politik uang), pada Senin (15/4) lalu, petugas kepolisian pun melakukan pengembangan dengan menangkap istri sang Wakil Bupati, Masdoripa Siregar.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi, membenarkan penangkapan tersebut. "Benar, saat ini sudah 15 orang diamankan, termasuk istri dari Wakil Bupati Paluta," terang Tatan kepada wartawan, Rabu (17/4).

Tatan menjelaskan, dari ke-15 orang yang diamankan, dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Wakil Bupati Paluta Hariro Harahap dan istrinya Masdoripa Siregar. "Setelah dilakukan pemeriksaan, dan dilakukan gelar oleh Gakkumdu, Polres Tapsel dan Kejaksaan, Wakil Bupati Paluta dan istrinya sudah ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Sedangkan ke-13 orang tim sukses caleg Partai Gerindra yang juga diamankan, saat ini statusnya masih menunggu pemeriksaan dari saksi ahli.  Wakil Bupati dan istri akan dikenakan dengan Pasal 269 ayat 1 dan 270 ayat 3 UU Pemilu no 7 2011 tentang pidana pemilu.

"Yang 13 orang lagi masih menunggu pemeriksaan saksi ahli. Kita tunggu hasilnya dari tim yang ada di Paluta," pungkasnya. Sebelumnya, Tim Satgas Money Politic Polres Tapsel telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Bupati Paluta Hariro Harahap, bersama belasan orang lainnya, sebagai calon anggota legislatif dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Caleg Gerindra Tanah Karo

Sementara itu, lima orang yang diduga kuat sebagai tim sukses (Timses) calon anggota legislatif (caleg) Partai Gerindra ditangkap dan diamankan pihak Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Kabupaten Karo dari beberapa tempat, Senin (15/4) tengah malam.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karo, Eva Juliani Pandia SH mengatakan, penangkapan timses caleg merupakan hasil kerja sama pihak Gakkumdu melalui Satuan Reserse Kriminal Polres Karo, operasi tangkap tangan atas dugaan money politics terhadap 5 orang dari beberapa tempat terpisah. Diamankan barang bukti uang tunai Rp 200 juta lebih.

OTT kali ini sudah cukup bukti dan bisa dilanjutkan ke tahapan penyelidikan. Apabila memang terbukti, kepada para calon apabila terpilih nantinya dapat digugurkan. "Ya kita lihat, kita juga telah berkoordinasi kepada pihak kepolisian, bahwa kasus money politics ini sudah cukup bukti dan nantinya akan kita lanjutkan ketahap penyelidikan, dan apabila terbukti kita akan kasih tindakan tegas, dengan cara apabila dia terpilih, maka otomatis akan kita nyatakan gugur," ujar Eva dalam kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, awalnya operasi tangkap tangan dilakukan terhadap JM dan LS, warga Desa Suka Julu, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ketika diamankan petugas, keduanya sedang membawa uang tunai Rp 11.700.000 beserta tiga buah kartu nama Caleg dari Partai Gerindra untuk DPRD Karo inisial JP Dapil III, DPRD Provsu inisial IM, dan Caleg DPR-RI inisial TJG.

Ketika proses interogasi, pria yang tertangkap itu mengaku hendak membagikan uang tunai terhadap 50 orang calon pemilih. Dengan rincian, Caleg DPRD Kabupaten Karo senilai Rp 150.000 per suara. Caleg DPRD Provinsi Sumut Rp 50.000 per suara dan caleg DPR RI Rp 25.000 per suara.

Pasca pengembangan kasus, Sat Reskrim Polres Tanah Karo selanjutnya mengamankan pria inisial JP di Kantor Partai Gerindra, Kecamatan Tiga Binanga, di Jalan Juhar Tigabinanga, Kabupaten Karo. Selain mengamankan JP, petugas juga mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp. 190 juta dalam bentuk pecahan 100.000, 50.000, dan 20.000 rupiah. Uang tersebut dari pemeriksaan sementara diakui diperoleh dari seorang pria yang juga merupakan Caleg Partai Gerindra Dapil III lainnya, yakni KS.

Pasa penangkapan di Kecamatan Tiga Binanga, petugas juga mengamankan oknum Timses Partai Gerindra di Kecamatan Kabanjahe. Pria berinisial S, diamankan dari kawasan Samura Kabanjahe. Pria tersebut diduga sebagai timses salah satu caleg Gerindra Dapil I (Kecamatan Kabanjahe).

Selain mengamankan pria berinisial S itu, petugas juga mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp. 2.810.000 beserta kartu nama calon legislatif Dapil I, berinisial SB.
Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu, kepada sejumlah wartawan menyatakan, sejumlah pria yang diamankan dari beberapa tempat terpisah dengan dugaan melakukan kegiatan money politics itu masih diamankan dan sedang dimintai keterangan oleh Sentra Gakkumdu.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya berkomitmen melakukan pengawasan agar terciptanya pesta demokrasi yang aman dan nyaman tanpa kecurangan. Nanti dari Bawaslu akan memberikan rekomendasi, apakah hasil yang kami dapat bisa dilanjutkan dilakukan penyidikan. “Sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017, Pasal 523 Ayat 2, dengan ancaman hukuman 4 tahun dan denda Rp 48 juta," ujar Kapolres.

Di Tanjung Balai

Terpisah, seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Gerindra, Joko Iskandar Matondang (34),  warga Desa Pasar Traktor, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan beserta Tim Sukses (Timses), Iswadi Matondang (38), warga Jalan Jenderal Sudirman, Rumah Sewa Orion, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, dibekuk personel Gakkumdu Polres Tanjung Balai.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Selasa (16/4) sekitar pukul 20.00 WIB, atas dugaan money politic yang dilakukan Joko Iskandar Matondang.  Kapolres Tanjung Balai, AKBP Irfan Rifai menyampaikan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat. Informasi tersebut hingga menemukan Iswadi sedang membawa bungkusan plastik hitam berisi kartu nama Caleg dan sejumlah uang di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sijambi, Tanjung Balai.

"Saat diperiksa, terdapat 16 lembar kartu nama atas nama Joko Iskandar, caleg Gerindra, foto kopi KTP sebanyak 4 lembar serta formulir C6 sebanyak 15 lembar. Selain itu juga ditemukan di kantong depan uang tunai sebesar Rp 2 juta," terangnya kepada wartawan, Rabu (17/4).

Irfan menjelaskan, dari hasil interogasi, Iswadi mengaku uang tersebut diperolehnya dari Joko Iskandar, di warung rokok miliknya Jalan Jenderal Sudirman untuk diserahkan kepada warga masyarakat. Selanjutnya, personel lalu melakukan pengembangan ke warung tersebut, dan menangkap Joko.

"Darinya (Joko) ditemukan tiga lembar kartu nama Caleg Partai Gerindra dan uang tunai Rp 100 ribu di dalam amplop warna putih yang sudah terbuka atau tersobek," jelasnya.
Dari interogasi, Joko mengakui menyuruh Iswadi untuk membagikan uang kepada masyarakat yang sudah mengumpulkan formulir C6 dan setiap orang diberikan uang sebesar Rp 50 ribu dengan total Rp 2 juta.

Setelah itu, kedua terduga pelaku selanjutnya dibawa ke kantor Bawaslu Kota Tanjung Balai. "Bila dari hasil pembahasan di Bawaslu terpenuhi unsur tindak pidana pemilu, maka segera diterbitkan laporan polisi dan proses sidik," pungkasnya. (RTA/DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px