Log in

Tiga Penambang Liar Tewas Kehabisan Oksigen di Lubang Galian


Sebanyak tiga penambang emas liar di kawasan Desa Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh, tewas di dalam lubang galiannya. Diperkirakan, ketiganya tewas akibat tidak berfungsinya "blower" alias kehabisan oksigen. Forkopimda Pidie, pernah mengeluarkan edaran penutupan tambang emas liar tersebut.

Ketiga penambang liar yang meninggal dunia tersebut masing masing Fendi (27) dan Saiful Amri (27), keduanya penduduk Sungai Raya,  Kabupaten Aceh Timur; dan Murthada (tauke) pemilik tambang, warga Desa Blang Dalam, Kecamatan Manee, Kabupaten Pidie.

Kronologis kejadian, sebagaimana dilaporkan Mudawali (53) kepada pihak kepolisian di Polsek Geumpang, korban tewas di lubang galian dari tambang emas Desa Pulo Lhoih, KM 12 Geumpang, Ahad (2/9)  sekitar pukul 15.40 WIB.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Kapolsek Geumpang dengan memerintahkan Brigadir Polisi Irfan dibantu tiga personel polisi lainnya untuk turun ke lokasi kejadian.

Sementara versi dari Kades Blang Dalam Armia Hanafiah menyebutkan, ia mendengar kabar tentang tewasnya penambang di Pulo Lhoih Geumpang, Ahad (2/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Armia Hanafiah dari hasil amatannya di lapangan sangat dimungkinkan tewasnya tiga orang tersebut di galian sumur tambang akibat tidak berfungsinya "blower" saat ketiganya berada dalam lubang tambang emas tersebut.

Sejumlah pekerja lainnya sempat lama menanti cemas di atas atau seputar mulut lubang galian. Namun, setelah menanti cukup lama korban tidak kunjung muncul dari lubang tersebut.

Dalam situasi yang genting itu, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak berwajib, termasuk kepada Muspika dan dokter Puskesmas setempat untuk dapat mengeluarkan korban dari dalam lubang maut tersebut.

Lalu sejumlah personel Polsek Geumpang dibantu personel Koramil Geumpang, serta tim medis Puskesmas turun ke lokasi. Korban baru dapat dievakuasi dari dalam lubang pada sekitar pukul 17.00 WIB. Ketika korban digotong dengan menggunakan tenda rakitan.

Bupati Prihatin
    Bupati Pidie Abusyiek menyampaikan rasa keprihatinannya atas terjadinya musibah yang menelan korban jiwa di lokasi penambangan emas liar tersebut.
    "Saya, jauh hari sudah melarang kegiatan penambangan liar emas di Kecamatan Geumpang maupun di Kecamatan Tangse, karena risikonya sangat tinggi untuk keselamatan jiwa," sebut Abusyiek menjawab wartawan di sela peringatan Hardikda ke-59 di halaman tengah Kantor Bupati Pidie, Senin (3/9).
    Di sisi lain, lanjut bupati, yang namanya tambang liar tentu merusak lingkungan, termasuk penebangan hutan di seputar lokasi tambang. Pada poin lain, juga dapat membuat pencemaran sungai.
    "Kita tetap mengimbau agar tambang emas liar di sana harus tutup, bahkan sudah ada yang ditangkap polisi, tapi itulah kenyataannya yang cukup mengherankan," timpal Abusyiek seraya berlalu.
     Penambangan emas liar di Kecamatan Geumpang memang pernah dilarang keras oleh Bupati Pidie Abusyiek dan bersama Forkopimda dengan menandatangani surat bersama tentang penutupan tambang liar itu sekitar 10 bulan silam.
    Ironisnya, aktivitas penambangan emas liar di Geumpang tetap saja marak. Bijih-bijih emas terus oleh para penambang mulai dari kalangan pejabat (diduga sebagai pemodal), orang dewasa hingga anak-anak, kendati aktivitas itu berisiko bagi keselamatan jiwa dan merusak lingkungan. (DHIAN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Sep 2018 27°C 22°C
  • 23 Sep 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px