Log in

Tiga Korban Pembantaian OPM Diterbangkan ke Sumut

Aparat TNI dan Polri berhasil mengevakuasi korban meninggal dunia ke Timika dengan menggunakan helikopter. Aparat TNI dan Polri berhasil mengevakuasi korban meninggal dunia ke Timika dengan menggunakan helikopter.

Timika-andalas Sebanyak 16 jenazah korban pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), termasuk 3 warga Sumatera Utara (Sumut) diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, Jumat (7/12) ke kampung halamannya masing-masing, sekitar pukul 15.00 WIT.

Sebelumnya pada pukul 14.00 WIT ke-16 jenazah telah bisa teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Papua di-backup Tim DVI Mabes Polri.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua AKBP Suryadi Diaz mengatakan, untuk jenazah tujuan Makassar, Toraja, Palu, Kaltim, dan NTT akan diturunkan di Bandara Hasanudin Makassar.

Selanjutnya berganti kendaraan menuju kota masing-masing dan jenazah dengan tujuan Sumatera Utara (Sumut) akan diturunkan di Jakarta yang kemudian berganti pesawat menuju Medan.

Pihak perusahaan, kata AKBP Suryadi Diaz, memberikan kuota masing-masing jenazah maksimal tiga orang keluarga untuk sebagai pendamping/pengantar.         Rincian daftar jenazah dengan kota tujuan adalah sebagai berikut: 1. M Agus, laki-laki, Islam, 25 tahun, tinggi 163 cm, alamat lengkap Botong, Desa Bontomanal RT 020 RW 019 Kecamatan Bongaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan;

2. Jefri Simaremare, laki-laki, Kristen, tinggi badan 168 cm, alamat Tebing Tinggi, Sumatera Utara; 3. Alpianus, laki-laki, Kristen, 25 tahun, tinggi badan 173 cm, alamat lengkap Kantun Poya Kepala Pitu, Toraja Utara 91854;

4.Yosafat, laki-laki, tinggi badan 162 cm, alamat Toraja; 5. M Fais, laki-laki, tinggi badan 156 cm, alamat Makasar; 6. Carli Vatrino, laki-laki, Kristen, 23 tahun, tinggi badan 164 cm, alamat lengkap Tambunan Sanggalangi, Toraja Utara 91852;

7.Yusran, laki-laki, Kristen, tinggi badan 167 cm, alamat Toraja; 8. Aris Usi, laki-laki, Kristen, tinggi badan 162 cm, alamat Toraja; 9. Agustinus K, laki-laki, Kristen,  41 tahun, tinggi badan 170 cm, alamat lengkap Pangala, Kecamatan Rinding Allo Toraja Utara; 10. Anugrah, laki-laki, 17 tahun, Kristen, alamat Poya, Toraja;

11. Emanuel, laki-laki, 32 tahun, Kristen, alamat Jalan Sonbay RT/RW 006/002 Kel, Kefamenanu Tengah, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur; 12. Daniel Karre, laki-laki, 41 tahun, Kristen, alamat Pangalla, Kecamatan Rinding Allo Kabupaten Toraja Utara;

13. Samuel Pakiding, laki-laki, alamat Bukit Sion Kelurahan Jahab, Kabupaten Tenggarong, Kalimantan Timur; 14. Efrandi Hutagaol, laki-laki, 27 tahun alamat Tebing Tinggi, Sumatera Utara; 15. Markus Allo, laki-laki, alamat Toraja; dan
16. Dino Kondo, laki-laki, alamat Kelurahan Tampo, Talunglipo, Toraja.

Keluarga Minta Kepastian

Sebelumnya pihak keluarga dari tiga warga asal Sumut yang menjadi korban pembantaian OPM di Nduga, Papua, meminta kepastian kabar tentang nasib orang-orang  yang mereka sayangi tersebut.

Ketiga korban itu adalah Jepri Simaremare dan Efrandi Hutagaol warga Tebing Tinggi, serta Ricky Cardo Simanjuntak warga asal Kelurahan Napitupulu Bagasan Sosor Dolok, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

"Kami sangat mengharapkan, pemerintah melalui aparat keamanan dapat menemukan Ricky Simanjuntak. Semoga anak saya itu ditemukan dalam keadaan selamat," ujar orangtua korban, Edison Simanjuntak (69) di Balige, Jumat (7/12).

Edison mengatakan, Ricky sudah setahun bekerja di PT Istaka Karya. Ricky juga turut bekerja dalam proyek jembatan Trans Papua. Sebelum peristiwa sadis itu terjadi, Edison masih sempat berkomunikasi dengan buah hatinya tersebut.

"Saat kami komunikasi melalui telepon, Ricky sempat bercerita bahwa mereka diminta kelompok masyarakat yang mendatangi lokasi proyek untuk menghentikan kegiatan. Bahkan, seluruh pekerja di sana disuruh pulang. Komunikasi terakhir kami, 28 November 2018," katanya.

Disebutkan, pihak keluarga mendapatkan kabar bahwa Ricky turut menjadi korban setelah menerima telepon dari keluarga mereka yang ada di Wamena.

"Sampai saat ini, kami belum ada menerima informasi terbaru tentang keberadaan anak saya tersebut. Baik itu dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten, belum ada memberikan kabar. Kami bingung untuk mencari informasi," keluhnya. (SN/BST)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px