Log in

Tersingkir, JR Saragih Menangis

Momen saat JR Saragih menangis diwawancarai wartawan usai dinyatakan KPU Sumut tidak menemuhi syarat sebagai pasangan calon gubernur di Pilgub Sumut 2018, Senin (12/2). Momen saat JR Saragih menangis diwawancarai wartawan usai dinyatakan KPU Sumut tidak menemuhi syarat sebagai pasangan calon gubernur di Pilgub Sumut 2018, Senin (12/2).

Hanya "Eramas" dan "Djoss" di Pilgub Sumut 2018

Medan-andalas Jopinus Ramli (JR) Saragih yang berpasangan dengan Ance Selian tersingkir dari kontestasi Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018-2023.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menyatakan pasangan yang diusung Partai Demokrat, PKB, dan PKPI itu Tidak Menenuhi Syarat (TMS) sebagai pasangan calon karena terganjal dengan persoalan keabsahan ijazah JR Saragih.

Praktis, Pilgub Sumut 27 Juni 2018 dipastikan hanya akan diikuti dua pasangan calon, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Saat diwawancarai wartawan usai KPU Sumut mengumumkan penetapan pasangan calon gubernur-wakil gubernur, di Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (12/2), JR Saragih tak kuasa menutupi rasa kecewanya, dia bahkan sempat menangis sesegukan.

Awalnya, Ketua Partai Demokrat Sumut yang juga Bupati Simalungun itu masih tampak berupaya tegar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan wartawan. Sambil memperlihatkan ijazah asli dan fokopian ijazahnya yang dilegalisir, serta surat dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menerangkan tentang keabsahan ijazahnya, dia mengungkap soal kejanggalan sikap KPU Sumut.

Dia menjelaskan bahwa surat Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menyatakan tidak pernah melegalisir ijazahnya itu ditandatangani oleh Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta setelah masa melengkapi berkas selesai, yakni tanggal 22 Januari 2018.

"Sementara surat yang saya sampaikan ditandatangani oleh Kepala Dinas langsung (Disdik DKI Jakarta-red), sebelum masa melengkapi berkas selesai, yakni pada 19 Januari 2018, yang juga sudah ditembuskan ke KPU. Jadi surat siapa yang lebih kuat," ungkapnya.

Menurutnya, semua berkas persyarakatan pencalonan mereka sudah mereka sampaikan kepada KPU Sumut sebelum masa perbaikan berakhir. Tetapi tidak ada pemberitahuan dari KPU Sumut soal adanya surat dari Disdik DKI Jakarta yang menyatakan soal legalisir ijazahnya yang tidak sah.

"Masa perbaikan (berkas) tidak ada pemberitahuan (KPU Sumut) tentang ini. Sudah lewat tanggalnya. Karena masa perbaikan itu sampai tanggal 20 (Januari 2018). (Sementara) Tanggal 19 (Januari 2018) sudah ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan (DKI Jakarta)," ungkapnya.

Karenanya dia pun menegaskan akan menggugat keputusan KPU Sumut yang menggugurkan pencalonan dirinya dan Ance dari kontetasi Pilgub Sumut.

"Entah siapa itu yang akan digugat, nanti kita lihat, pokoknya kita yakin Tuhan masih ada di atas manusia," ujarnya seraya mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan persoalan itu ke Bawaslu Sumut.

Namun tak berapa lama setelah itu, bibir JR terlihat gemetar dan tangisnya pun tiba-tiba pecah saat dia mulai menyebut soal para pendukungnya.

"Yang pertama, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman pers, dan saya juga bermohon kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara, ada dua juta lebih pecinta JR....," ucapnya terputus sambil menggigit bibirnya dan menangis. 

Melihat itu, sejumlah pendukungnya yang berdiri di samping dan di belakangnya, termasuk Ance Selian dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut Meilizar Latif mencoba menghibur dan menenangkan JR yang tampak sesegukan sambil memegang hidung.

"Saya minta kepada seluruh pecinta JR, tetap kita melakukan yang terbaik, dan tidak boleh satupun ada kita yang boleh ribut," ujar JR dengan terbata-bata.

"Biarkan hukum yang berjalan. Semua kita solid. Kita gak perlu salahkan yang mana. Biarlah nanti keputusan. Masih ada di atas manusia Tuhan," tegasnya.

Ditanya wartawan apakah dirinya melihat pihak-pihak tertentu yang sengaja menjegal pencalonan mereka di Pilgub Sumut, dengan suara bergetar menahan tangis, JR mengatakan, "Saya tidak perlu menjawab itu, silakan teman-teman mengoreksi."

Ketua Partai Demokrat Sumut yang juga Bupati Simalungun dua periode itu bersama pasangannya Ance Selian--Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut). Sebelumnya, KPU Sumut menyatakan Pilgub Sumut 2018 hanya akan diikuti dua pasangan calon, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah atau "Eramas" diusung koalisi enam parpol, yakni Gerindra, PKS, PAN, Golkar, NasDem, dan Hanura, sedangkan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang menyebut dirinya "Djoss" diusung koalisi PDIP dan PPP.

Sementara JR Saragih-Ance Selian gugur karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS) setelah KPU Sumut melakukan penelitian tahap dua terhadap berkas persyaratan pasangan itu.  JR Saragih adalah Ketua Partai Demokrat Sumut yang juga Bupati Simalungun dua periode, sedangkan Ance Selian adalah Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut dan mantan Anggota DPRD Sumut.    

"Berdasarkan Keputusan KPU Nomor 36 dan 134, maka dengan ini KPU Sumut memutuskan, menetapkan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah didukung 60 kursi serta Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus didukung 20 kursi, menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada pemilihan gubernur 2018," kata Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dalam rapat pleno terbuka itu.

Dijelaskan Mulia, alasan dinyatakan TMS-nya pasangan JR Saragih-Ance karena legalisir ijazah JR Saragih tidak diakui oleh  Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Legalisir ijazah JR Saragih tidak diakui Diknas DKI Jakarta. Jadi berdasarkan surat yang ditandatangani Sekretaris Diknas DKI Jakarta tersebut, mereka (Diknas DKI Jakarta) mengaku tidak pernah melegalisir ijazah yang digunakan JR Saragih untuk pemberkasan menjadi bakal calon Gubernur Sumut," tegas Mulia.

Mulia mengungkapkan, ketika pihaknya melakukan penelitian tahap perbaikan (tahap dua) di SMA Ikhlas Prasasti Jakarta tempat JR dulu sekolah, tidak ditemukan lagi, karena sudah dinyatakan tutup. (G/AFS)

Pantauan andalas, dari tiga bakal pasangan calon yang mendaftar di KPU Sumut, hanya JR Saragih-Ance Selian yang tampak hadir mengikuti rapat pleno KPU Sumut tersebut. Sementara Edy-Ijek dan Djarot-Sihar hanya diwakili oleh tim penghubung saja.

Hal menarik dari agenda penetapan pasnagan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 ini, di bawah pengawasan ketat pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, bahkan terlihat Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw beserta Kabid Humas Kombes Rina Ginting berada diantara pasukan pengamanan. Bukan itu saja sejumlah ruas jalan di seputaran Hotel Mercure Medan, tempat rapat pleno berlangsung terlihat macet. (G/AFS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 85%

Wind: 6.44 km/h

  • 16 Jul 2018 32°C 22°C
  • 17 Jul 2018 31°C 22°C

Banner 468 x 60 px