Log in

Tarif Ojol Dirilis Kemenhub Hari Ini

Iluatrasi Iluatrasi

Jakarta-andalas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tarif untuk ojek online (ojol) dirilis Senin (25/3). Dalam skema tarif ini terjadi perubahan rencana untuk tarif awal (flag fall) di mana sebelumnya Kemenhub menyebut 5 Km pertama akan dikenakan Rp10.000.

Artinya, berapapun jarak yang ditempuh selama di bawah 5 Km konsumen membayar Rp10.000. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, jarak untuk tarif awal menjadi 4 Km dengan tarif kisaran Rp7.000 sampai Rp10.000.

"Flag off kemarin antara, jadi tidak kita tentukan misalnya 4 Km, kalau sekarang 4 Km, katakan Rp5.000. Nanti di dalam aturan yang kita buat itu Rp7.000-Rp10.000, mungkin ya, tapi besok pastinya," katanya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (24/3). "(Flag fall turun?) Iya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sementara, untuk tarif per kilometernya (Km), Budi belum berkenan untuk menyebutkan, termasuk kisaran besarannya. Budi akan mengumumkannya besok. Yang pasti, kata Budi, pemerintah menimbang usulan pengemudi, aplikator, serta kepentingan konsumen. "Besok aja deh," ujarnya.

Dia mengatakan, dengan 4 Km diharapkan akan menjaga pendapatan pengemudi serta aplikator. "Saya kan melihat kepentingan, karena jarak pendek semakin banyak, kemudian jarak pendek itu katakan 4 km, kalau dikenakan harga sekian terlampau rendah, kasian pengemudi cuma dapat berapa. Kita sesuaikan harapan pengemudi dan juga aplikator," paparnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (24/3).

Pemerintah dalam hal ini Kemenhub menyatakan tarif ojek online (ojol) yang baru tidak langsung berlaku meski akan diumumkan pada Senin (25/3).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub mengatakan, butuh waktu beberapa minggu bagi aplikator untuk menyesuaikan sistem dengan adanya tarif baru itu.

"Tidak langsung dilakukan karena harus ada harus penyesuaian aplikasi juga penyesuaian di lapangan, jadi mungkin butuh waktu beberapa minggu pemberlakuan," katanya di TMII Jakarta.

Budi Setiyadi juga mengatakan ada beberapa perdebatan yang cukup alot antara aplikator dan driver. Menurutnya, Kemenhub masih membicarakannya dengan kedua pihak lebih dalam.

"Saya mau ketemu lagi dengan asosiasi pengemudi untuk terima masukan. Kemarin sudah agak mengerucut," kata Budi Setiyadi, menambahkan ucapan Menhub dalam kesempatan yang sama. Adapun permintaan driver ojek online masih di angka Rp2.400 per Km tanpa potongan dari aplikator.

"Asosiasi driver minta Rp2.400/Km net. Sedangkan dari aplikator nggak bisa kalau Rp2.400/km. Kalau Rp2.400 gros atau dipotong 20 persen masih mungkin," kata Budi Setiyadi.

Budi Setiyadi menambahkan kedua pihak juga cenderung menerima kebijakan tarif flat di 3-5 Km perjalanan pertama. Budi menyebut, rata-rata para pihak menerima ketentuan tarif jarak dekat, misalnya di bawah 5 Km dipatok pada angka Rp10.000.

"Rata-rata terima 5 km Rp 10.000. Jadi, jauh dekat di bawah 5 Km itu Rp10.000. Tarif batas atas juga landai [tidak ada resistensi]. Tarif batas bawah yang per km ini yang agak alot," paparnya. (DTC/CNBC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px