Log in

Surya Paloh Sebut Anaknya Kurang Cocok Jadi Menteri


Jakarta – andalas Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh menilai anaknya, Prananda Paloh, kurang cocok masuk kabinet Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. Alasannya, Prananda belum memiliki pengalaman yang cukup.

"Oh Prananda? Anak saya, saya lihat-lihat ya, ini penting kalian dengar, Prananda anak saya, dia sih gagah, tapi kurang cocok jadi menteri," kata Paloh saat ditemui di Universitas Indonesia (UI), Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (14/8).

Paloh menyarankan Prananda fokus mengemban tugas sebagai anggota Dewan. Namun, jika Prananda mau berjuang untuk mendapatkan kursi menteri, Paloh tak mempersoalkannya.
"Biar dia lebih berproses ke depan lebih baik. Itu kan pandangan saya," terang Paloh.

"Kalau Nanda mau berjuang sendiri, ya silakan saja. Biar fokus untuk di Dewan dulu," imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengusulkan nama Prananda Paloh untuk menduduki jabatan menteri di kabinet Jokowi jilid II. Johnny juga menyebut Prananda sebagai pribadi yang mumpuni dalam organisasi.

"Ada banyak (kader milenial), banyak sekali. Banyak juga pendidikan bagus, profesi usaha, yang sudah dikaderisasi dari dalam. Salah satunya Prananda," kata Johnny di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7).

Sementara itu, Joko Widodo (Jokowi) mengungkap desain kabinetnya di periode kedua sebagai presiden. Dari usia, latar belakang, hingga kementerian baru. Janji Jokowi soal kabinet barunya ini diungkapkan saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8). Dalam pertemuan itu, Jokowi tak menyebut secara spesifik nama menteri yang dimaksud.

Kata Jokowi, kabinetnya nanti akan diisi kalangan generasi muda. Bahkan, kata Jokowi, ada menteri muda yang berusia di bawah 30 tahun. "Menteri ada yang usianya 25, di bawah 30, dan di bawah 35 tahun," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen. Ia menginginkan para menteri itu dapat bekerja cepat secara fokus dan terukur.

"Komposisi 45 parpol, 55 profesional," ucap Jokowi Adapun kursi Jaksa Agung yang saat saat diisi M Prasetyo yang diketahui merupakan kader NasDem, Jokowi menyatakan akan membuat perubahan di kabinet periode keduanya.

"Jaksa Agung pasti bukan dari parpol," kata Jokowi. Di sisi lain Jokowi akan mengubah nomenklatur kementerian, tapi jumlahnya tetap 34. Salah satu perubahan adalah Jokowi akan membentuk kementerian yang fokus menangani investasi.

"Secara jumlah bisa sama, tapi ada kementerian yang dilebur. Misal Menlu juga handle diplomasi ekonomi," ujar Jokowi. "Ada juga Kementerian Investasi, akan konsentrasi di digital dan kreatif," lanjut Jokowi.

Jokowi menyatakan susunan kabinet periode 2019-2024 dapat diumumkan sebelum waktu pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober mendatang. Dia mengatakan susunan kabinet untuk periode kedua ini telah final. "Kabinet bisa diumumkan kapan saja, nggak perlu nunggu Oktober," ucap Jokowi. (DTC/DOH)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px