Logo
Print this page

Sumut Terima DIPA Rp43 Triliun

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla saat menyerahkan DIPA dan Alokasi TKKD untuk Sumut kepada Gubernur Edy Rahmayadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/12). Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla saat menyerahkan DIPA dan Alokasi TKKD untuk Sumut kepada Gubernur Edy Rahmayadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/12).

Jakarta-andalas Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2019 kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/12).

Total anggaran DIPA dan Alokasi TKDD bersumber dari APBN 2019 yang diserahkan untuk Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp43.352.757.959.000.

Jumlah tersebut terdiri dari Dana Desa Rp4.452.049.366.000; Dana Insentif Daerah Rp136.623.285.000; Dana Alokasi Khusus Nonfisik Rp8.003.482.489.000; Dana Alokasi Khusus Fisik Rp3.613.215.270.000; Dana Alokasi Umum Rp25.112.751.870.000; Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Rp381.644.149.000 serta Dana Bagi Hasil Pajak Rp1.652.991.530.000.

Edy Rahmayadi menerima penyerahan DIPA dan Alokasi TKKD 2019 itu secara simbolis bersama 12 menteri/pimpinan lembaga dan gubernur se-Indonesia lainnya yang hadir dalam acara itu.     

Dia berharap anggaran tersebut dapat mendorong percepatan pembangunan di Sumut, juga dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.

"Ini harus riil, pastikan semua program berjalan dengan baik, ini harus betul-betul digunakan untuk masyarakat Sumatera Utara," ujarnya usai acara penyerahan DIPA APBN 2019 oleh Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika menyerahkan DIPA dan Alokasi TKDD  menjelaskan, volume APBN 2019 di sisi pendapatan meningkat 13,7 persen dari Rp1.937 triliun pada 2018 menjadi Rp2.165,1 triliun di tahun 2019. Sedangkan di sisi  belanja, volume APBN tahun 2019 semakin besar lagi hingga mencapai Rp2.461,1 triliun atau naik 11 persen dari volume belanja tahun 2018 sebesar Rp2.217,2 triliun.

Dari keseluruhan belanja negara tahun 2019, pada kesempatan itu telah diserahkan DIPA kepada kementerian dan lembaga (K/L) yang nilainya mencapai Rp855,4 triliun, dan juga disampaikan Dana Transfer ke daerah di 2019 sebesar Rp826,7 triliun kepada gubernur yang mewakili pemerintah pusat di daerah.

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa belanja APBN harus fokus.  Jangan sampai APBN menguap begitu saja tanpa hasil, dan juga jangan habis hanya untuk rutinitas belanja birokrasi atau belanja operasional, tapi lupa mengukur dampaknya bagi kemanfaatan rakyat, kemanfaatan untuk masyarakat.

“Dari dulu sudah saya ingatkan harus money follow programme, jangan hanya dipakai untuk kanan kiri atas bawah tapi tujuannya tidak jelas dan tidak fokus. Di tahun 2019, belanja APBN, pertama pembangunan SDM, kedua peningkatan daya saing, ketiga untuk memperkuat ekspor dan investasi, dan keempat penguatan value of money,” ucap Presiden.

Presiden Jokowi juga mewanti-wanti pimpinan kementerian/lembaga, serta kepala-kepala daerah, untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pelaksanaan APBN 2019.

"Jangan ada lagi perbuatan-perbuatan korupsi, mark-up, dan kegiatan menyimpang," ujar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, APBN 2019 yang ditetapkan lebih dari Rp2.400 triliun, harus digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat. Jokowi meminta pimpinan kementerian/lembaga, dan kepala daerah, memantau pelaksanaannya secara berkala.

"Pastikan semua program berjalan dengan baik, artinya pantau terus anggaran secara berkala. Bulanan atau triwulan," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi menekankan, pelaksanaan anggaran juga harus difokuskan pada pembiayaan program. Jokowi tak mau lembaga-lembaga pemerintah malah lebih banyak mengalokasikannya untuk kegiatan pendukung, seperti rapat-rapat, perjalanan dinas, hingga honor untuk pegawai.

"Alokasi anggaran harus betul-betul dominan untuk kegiatan utama, bukan pendukung," ujar Jokowi. (WAN/VN)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com