Log in

Sumut Masih Aman dari Terorisme


Sejumlah Terduga Teroris Diboyong ke RS Bhayangkara Medan

Medan-andalas Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan wilayah Sumatera Utara masih aman atau kondusif, meski tetap dengan status Siaga I.

"Status Siaga I diberlakukan sejak Minggu (13/5) dan sampai Rabu, secara keseluruhan Sumut masih aman," ujarnya di sela peninjauan harga bahan pokok di pasar tradisional dan moderen menjelang Ramadan di Medan, Rabu (16/5), bersama Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Kepala Bulog Sumut Benhur Ngkaimi, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Medan Arief Budi Santoso.

Dia menjelaskan, selain mengerahkan 2/3 kekuatan yang ada di Polda Sumut untuk berjaga termasuk di semua markas, komunikasi dan koordinasi antarsemua pemangku kepentingan semakin ditingkatkan.

"Meski sudah berjaga, yang paling penting untuk menjaga keamanan adalah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan semua unsur," katanya.

Kapolda juga berharap agar masyarakat memberikan dukungan penuh dengan ikut menjaga keamanan termasuk menginformasikan segera hal -hal yang mencurigakan di sekitar lingkungan.

"Tidak ada kekuatan yang lebih baik untuk menjaga keamanan selain melakukan secara bersama-sama," katanya.

Dia mengakui pasca-ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jatim,  pihaknya bersama semua jajaran sudah melakukan pertemuan untuk membicarakan keamanan di Sumut.

"Semoga Sumut tetap aman seperti selama ini berkat dukungan masyarakat dan semua pihak," ujar Paulus.

Hal senada juga disampaikan Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Sumut Kombes Pos Dedi Kesuma.

Menurutnya, meski pada Selasa (15/5) ada penangkapan beberapa terduga teroris di Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai, wilayah Sumut masih aman dari tindakan aksi terorisme.

"Kita doakan Sumut masih amanlah dari tindakan terorisme," ucap  Dedi Kesuma kepada wartawan, Rabu (16/5).

Diakuinya, dari serangkaian penyergapan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri yang di-backup Dit Intelkam Polda Sumut, jaringan teroris di Sumut terbukti ada.

Karena itu, Dedi memastikan Sumut masih aman dari serangan aksi terorisme. "Ya, namanya kalau orang itu (teroris) di mana pun tetap ada, tapi yang penting kan aman Sumatera Utara. Mari kita doakan bersama-sama," ujarnya.

Namun dia enggan menjawab ketika disinggung tentang bukti yang menguatkan jika terduga teroris yang diamankan Densus 88 Mabes Polri bersama Ditintelkam Polda Sumut, merupakan anggota jaringan teroris di Sumut.

"Kalau itu silakan tanya ke Humas Mabes Polri, karena wewenangnya menyangkut teroris mereka yang berhak menjawab," imbuh Dedi.

Sementara, terkait berapa jumlah WNI dari negara Suriah yang pulang ke Sumut, apakah diberikan pengamanan khusus, dia menampiknya. Menurutnya, tidak ada warga Sumut yang pulang dari negara tersebut.

"Enggak ada itu, nggak ada yang pulang dari Suriah. Ngeri kali itu, mari kita doakan bersamalah jangan dibuat mencekam," urainya sambil tertawa.

"Amanlah situasinya insha Allah. Berdoa saja di gereja, di masjid semoga Sumut aman," pungkasnya.

Diboyong ke RS Bhayangkara Medan

Sementara itu sejumlah terduga teroris yang ditangkap Datasemen Khusus (Densus) 88 di Asahan dan Tanjung Balai, telah diboyong ke RS Bhayangkara Medan, Kamis (15/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka tiba dengan mobil ambulan yang mendapat pengawalan ketat dari aparat Densus 88.

Pantauan wartawan, di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara, sejumlah personel kepolisian berjaga-jaga dengan senjata lengkap. Polisi juga tidak memperkenankan wartawan mendekat ke area ruang IGD.

Di rumah sakit, terduga teroris yang mengalami luka, langsung ditangani tim medis. Namun, belum ada keterangan pasti soal jumlah terduga teroris yang dibawa dan ditangkap, serta bagaimana kondisinya, apakah tewas atau hanya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, berdasarkan informasi diperoleh, Densus 88 menggerebek sejumlah lokasi di Asahan dan Tanjung Balai. Dalam penggerebekan itu, sejumlah terduga teroris ditangkap dan dua orang dikabarkan ditembak.

Penangkapan pertama dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB di Sungai Apung, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB penangkapan kedua dilakukan di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjung Balai.

Selanjutnya sekira pukul 13.30 WIB, titik penangkapan ketiga di depan RSUD Tanjung Balai Jalan Dr Tengku Mansyur, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

Di hari yang sama, sejumlah terduga teroris di wilayah hukum Polrestabes Medan juga dikabarkan ditangkap. Pada pukul 14.30 WIB Tim Densus 88 Mabes Polri bersama dengan Dit Intelkam Polda Sumut melakukan penangkapan terhadap salah satu terduga teroris di Simpang Sei Sikambing Sekip, Medan Petisah, MYR (28), warga Jalan Pukat I, Gang Sekolah, Medan Tembung ketika sedang menaiki sepeda motor menunggu orderan ojek online.

Selanjutnya, pada pukul 16.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap SL (38), yang diketahui sebagai penjual susu kedelai keliling. Terduga diamankan ketika mengendarai sepeda motor keluar dari Masjid Ulayat lahan garapan Desa Sampali, Percut Sei Tuan. Petugas melakukan penggeledahan terhadap kediamannya di Jalan Semenanjung II lahan garapan Pasar IV Desa Sampali, Percut Sei Tuan.

Berikutnya pada pukul 19.00 WIB, dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah MYR yang ditempati bersama orangtua dan keluarganya. Dalam penggeledahan itu, ayah MYR menyampaikan anaknya itu merupakan anak 3 dari 7 bersaudara yang bekerja sehari-hari sebagai pengemudi ojek online, dan sebelumnya sempat tinggal di Jalan Cemara  (indekos) selama sebulan, namun karena tidak sanggup membayar kembali ke rumah. MYR disebut anak baik-baik dan rajin salat.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw yang dikonfirmasi membenarkan jajarannya melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris. Selain itu, Kapolda juga membenarkan ada terduga teroris yang ditembak.

"Saya baru konfirmasi karena memang belum cukup lama ya. Ada informasi penangkapan, tapi hasilnya seperti apa kemungkinan besar belum bisa dikomunikasikan. Nanti mungkin setelah tim itu tiba di Polda. Namun masih menunggu para terduga teroris dibawa ke Mapolda Sumut. Ada juga yang ditembak. Hasilnya seperti apa belum bisa diinformasikan," ujarnya.

Begitupun Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan sebelumnya juga membenarkan telah dilakukan penindakan terhadap terduga pelaku teroris yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri dibackup oleh Polda Sumut.

"Saat ini masih dalam pengembangan. Untuk jumlahnya kita belum bisa pastikan, memang ada yang dilakukan tindakan tegas," tandasnya. (DA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 24 Sep 2018 30°C 23°C
  • 25 Sep 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px