Log in

Suami Istri Tewas Terseret Luapan Sungai Bah Bolon

Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga saat meninjau lokasi banjir. Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga saat meninjau lokasi banjir.

Simalungun-andalas Hujan deras sejak Selasa (9/10) malam hingga Rabu (10/10) subuh membuat Sungai Bah Bolon meluap sehingga mengakibatkan sepasang suami istri tewas terseret air sungai serta dua unit rumah hancur

Selain itu, luapan air sungai terbesar dan terpanjang di Simalungun tersebut juga merendam sejumlah permukiman warga yang berdekatan dengan sungai dan juga meluap hingga melewati lantai jembatan.

Pasangan suami istri yang terseret arus Sungai Bah Bolon bernama Daulat Siagian, (60) dan Yusnita Sitorus (46) yang tinggal persis di tepi Sungai Bah Bolon berdekatan dengan titi maut di Huta I Nagori Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun.

Selain itu, satu unit rumah lainnya yang terseret arus berada di Batu Tujuh Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, milik Wito (62).

Suyatno, Pangulu Nagori (Kepdes) Syahkuda Bayu, Rabu siang menyebutkan, pasangan suami istri yang hanyut itu selama ini tinggal persis di tepi sungai itu. Selain menjadikannya sebagai rumah tempat tinggal, korban juga sambil membuka warung.

Kejadian tersebut berlangsung sekira pukul 03.30 WIB. Saat itu dua orang saksi masing-masing Dani (30) dan Hengki (30) warga setempat, baru pulang dari Siantar. Mengetahui hujan deras, keduanya pergi ke TKP, tujuannya untuk memberi tahu korban agar menghindar dari banjir.

Menurut saksi, saat korban dibanguni, banjir sudah mulai datang, sehingga saksi dan korban masih sempat mengeluarkan sepeda motor milik korban. Namun korban kembali ke dalam rumahnya, mungkin maksudnya ingin menyelamatkan istri dan barang berharga lainnya. Tetapi tiba-tiba banjir besar datang dan akhirnya korban tidak bisa diselamatkan terseret arus deras bersama rumah miliknya.

Kemudian setelah hari terang dan air sungai mulai surut, warga setempat melakukan upaya pencarian korban. Pukul 10.00 korban atas nama Daulat Siagian akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa di pinggiran Sungai Bah Bolon, Kampung Pulo Huta I Nagori Syahkuda Bayu. Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah keluarga dekatnya di nagori itu. Sedangkan istri korban, Yusnita Sitorus, belum ditemukan.

Pangulu Nagori Dolok Hataran, Suhardi, menjelaskan luapan banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir yang terbesar selama dia menjabat sebagai pangulu.

Menurutnya, banjir yang terjadi sejak Rabu dini hari itu cukup membuat warga ketakutan. Satu unit rumah milik Suwito di Batu Tujuh diseret banjir hingga harta bendanya termasuk sepeda motor lenyap.

Kemudian dari sembilan rumah lainnya yang terendam banjir, tujuh diantaranya mengalami kerusakan parah. "Sejak pukul 02.00 dini hari tadi kami bersama warga telah mengevakuasi rumah yang berada di sisi sungai, sehingga korban jiwa tidak ada," ujar Suhardi.

Sementara itu,  jembatan yang digunakan para pejalan kaki di Jalan MH  Sitorus,  Pematang Siantar, juga roboh diterjang derasnya luapan air Sungai Bah Bolon. Bus sementara tidak diizinkan melewati jembatan yang lokasinya tak jauh dari rumah dinas orang nomor satu di kota itu.

Tidak hanya itu, Jalan provinsi penghubung Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, dan Asahan, di Desa Marubun Jaya Km 12 amblas sehingga nyaris tak bisa dilalui kendaraan.

Pantauan Antara di lokasi, Rabu, sebagian ruas jalan di kawasan Kecamatan Tanah Jawa itu, amblas akibat longsor yang dipicu hujan deras sepanjang Selasa (9/10) malam.

Camat Tanah Jawa Parolan Sidauruk mengatakan, saat ini akses transportasi hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, selebihnya tidak diijinkan melintas. Pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah kabupaten dan instansi terkait guna penanganan sementara.

Dia juga berharap pemerintah provinsi segera bertindak untuk mencegah longsor lebih meluas yang bisa berdampak akses jalan putus total. (LS/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px