Log in

Siswa SMA Gayo Lues Mengolah Sampah Plastik Jadi Gas dan BBM

Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani bersama manajemen Toyota menyaksikan pengolahan sampah plastik jadi gas dan BBM yang dilakukan siswa-siswi SMA Seribu Bukit Gayo lues di sekolah tersebut. Kemarin. Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani bersama manajemen Toyota menyaksikan pengolahan sampah plastik jadi gas dan BBM yang dilakukan siswa-siswi SMA Seribu Bukit Gayo lues di sekolah tersebut. Kemarin.

Wakil Bupati dan Manajemen Toyota Apresiasi Temuan

SISWA dan siswi SMA Negeri Seribu Bukit (SMA Unggul) berhasil membawa nama harum Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, ke tingkat nasional. Pasalnya, penemuan pengolahan sampah menjadi gas dan bahan bakar minyak (BBM) masuk rangking 25 besar Lomba Toyota Eco Youth Ke-11 yang diikuti oleh 3.000 lebih peserta seluruh Indonesia.

Kepala Sekolah SMA Negeri Seribu Bukit Gayo Lues Marjoni S Pd, Kamis (21/2) saat menerima kunjungan manajemen Toyota dan Nasional Geographic ke sekolahnya mengatakan, mengolah sampah plastik menjadi gas dan BBM merupakan hasil penemuan siswa dan siswinya. Setelah itu barulah dibuat proposal dan mengikuti perlombaan tingkat nasional.

"Yang mengikuti lomba ini ada sekitar 3.000 lebih utusan sekolah, dan setelah dilakukan seleksi oleh panitia, SMA Seribu Bukit masuk nominasi 25 besar. Makanya panitia lomba datang ke Gayo Lues melakukan pembuktian terkait proposal tersebut. Setelah semua yang masuk 25 besar ini dilakukan pembuktian, barulah diumumkan nanti para juaranya," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues Anwar SPd ikut bangga dengan penemuan siswa-siswi SMA Negeri Seribu Bukit tersebut. Katanya, temuan siswa Gayo Lues yang masuk nominasi tingkat nasional telah membanggakan Gayo Lues dan Provinsi Aceh. “Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi prestasi para siswa dan Dinas Pendidikan siap mendukung anak-anak,” kata Anwar.

Sementara itu, Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani mengapresiasi temuan siswa Unggul itu. Katanya, Pemerintah Kabupaten akan mengembangkan penemuan itu dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian setempat. Dengan kerja sama ini, sampah plastik yang ada di kabupaten berjuluk “Negeri Seribu Bukit” itu akan termanfaatkan dengan baik.

"Saya selaku Wakil Bupati sangat bangga melihat anak negeri kita mampu menemukan apa yang belum terpikir oleh orang lain, apalagi penemuan itu sudah masuk lomba tingkat nasional. Saya sangat mengapresiasinya," kata Said.

Penemuan pengolahan sampah plastik menjadi gas dan BBM, kata Wakil Bupati, sangat mendukung program ramah lingkungan. Diharapkannya, penyulingan minyak serai wangi nanti bisa dilakukan seperti cara mengolah sampah plastik tersebut.

"Saya sudah lihat dari hasil temuan ini, dalam satu kg sampah plastik yang disuling mirip dengan penyuliangan serai wangi menghasilkan 1 kg gas dan satu liter BBM. Ini sungguh luar biasa, dan bisa kita jadikan sebagai alat penyulingan serai wangi tanpa kayu bakar di masa mendatang," katanya.

Usai pemaparan yang dilakukan siswa dan siswi SMA Seribu Bukit kepada Handry Yatno selaku manajemen Toyota dan Nasional Geographic, siswa dan siswi Seribu Bukit langsung melakukan praktik dengan cara menyuling sampah plastic. Kemudian satu selang dimasukkan ke dalam jerigen.

Dari penyulingan itu, gas dan BBM terlihat keluar dan berkumpul di dalam jerigen, kemudian gas tersebut dicoba dibakar, dibuat pengganti bensin menghidupkan mesin genset dan mampu menghidupkan sepeda motor yang sudah dimodifikasi. Sedangkan BBM yang dihasilkan mampu menghidupkan mesin babat (mesin pemotong rumput) dengan normal.
Manajemen Toyota terlihat salut dan mengakui sampah plastik bisa diolah menjadi gas dan BBM. (Nuar)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px