Log in

Sinabung Meletus Lagi, Kabanjahe Diselimuti Debu

Jalan Veteran, Kota Kabanjahe terlihat disiram debu vulkanik Sinabung, Kamis (12/10). andalas|robert tarigan Jalan Veteran, Kota Kabanjahe terlihat disiram debu vulkanik Sinabung, Kamis (12/10). andalas|robert tarigan

Warga Diimbau Waspada Banjir Lahar

Medan-andalas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, meletus lagi pada Kamis (12/10) dini hari pukul 02.45 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan itu menyebabkan munculnya semburan abu vulkanik setinggi 2.000 meter.

Melalui pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan tersebut disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah selatan dan 2.000 meter ke arah timur-tenggara.

Sebelumnya Gunung Sinanung juga mengalami letusan pada Rabu (11/10) pukul 10.51 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik 1.500 meter. Meski beberapa kali mengalami letusan, aktivitas Gunung Sinabung tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut Sutopo, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih tetap tinggi yang terlihat dari belum terlihat tanda-tanda adanya penurunan aktivitas vulkanik. Karena itu, masyarakat dan pengunjung terus diingatkan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer (Km) dari puncak Gunung Sinabung.

Larangan itu juga diberlakukan untuk jarak 7 Km sektor selatan-tenggara, jarak 6 Km sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 Km sektor utara-timur Gunung Sinabung.

Peringatan juga disampaikan bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar hujan.

Menyikapi belum adanya tanda-tanda penurunan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung, Bupati Karo Terkelin Brahmana kembali mengimbau masyarakat tetap menjauh dari zoba-zona bahaya.

Terkelin juga mengingatkan bahwa curah hujan diprediksi akan terus meningkat sehingga ancaman banjir lahar hujan juga meningkat. Saat musim penghujan seperti sekarang, sangat mungkin terbentuknya bendung alam di hulu Sungai Laborus.  Untuk itu masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran Sungai Laborus agar lebih waspada.

"Sebab, bendungan seperti itu kapan saja dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir,” kata Terkelin kepada wartawan, Kamis (12/10).

Sementara Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan hampir setiap hari Gunung Sinabung meletus. Selain melontarkan abu vulkanik, letusan juga disertai dengan gempa guguran, lava pijar, dan luncuran awan panas.

"Pada Kamis dini hari tadi pukul 02.45 WIB, Gunung Sinabung kembali meletus. Hal yang sama juga terjadi siang tadi sekitar pukul satu WIB, Sinabung kembali meluncurkan debu vulkanik," ujarnya.

Gunung Sinabung masih dalam status awas. Jadi masyarakat dilarang beraktivitas di sekitar Sinabung dan penduduk yang bermukim di hilir di
sekitar daerah aliran Sungai Laborus diharapkan tetap menjaga kewaspadaannya," katanya.

Pantauan wartawan, Kota Kabanjahe tak luput dari guyuran debu vulkanik. Kondisi di seluruh Kota Kabanjahe sempat terlihat gelap akibat tertutup debu. Di beberapa titik lokasi, di sejumlah jalan protokol teramati dipenuhi debu.  Demikian juga mobil-mobil yang sedang parkir terlihat memutih akibat debu vulkanik. Atap-atap rumah dan gedung perkantoran juga tak luput dari siraman debu. (RTA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 12 Dec 2017 27°C 22°C
  • 13 Dec 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px