Log in

Sidik Jari Korban Ungkap Pembunuh Pensiunan TNI


Medan-andalas Masyarakat Kutalimbaru, Deli Serdang, Minggu (5/8/2018) lalu digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki dengan kondisi tubuh dan kepala terpisah, di areal perkebunan Namorube Julu yang diyakini merupakan korban pembunuhan.

Kondisi jasad korban yang mulai membusuk serta tidak adanya identitas korban ditemukan di lokasi, sempat membuat pihak kepolisian harus ekstrakeras untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Berkat kerja keras tim Inafis, Subdit III/Umum Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bekerja sama dengan Polres Binjai dan Polsek Kutalimbaru, pelaku dan apa motif pembunuhan itu akhirnya berhasil diungkap.

Berawal dari diketahuinya identitas korban yang ternyata bernama Rusdianto Barus, pensiunan TNI Angkatan Udara dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Dua (Pelda), tim Inafis, Subdit III/Umum Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bekerja sama dengan Polres Binjai dan Polsek Kutalimbaru, akhirnya berhasil mengungkap siapa pelaku yang membunuh korban.

Tersangka pembunuhan itu adalah Pery Ginting (31), warga Binjai, yang tak lain adalah teman korban sendiri. Motif pelaku membunuh korban adalah karena ingin menguasai harta benda korban.

"Keberhasilan mengungkap kasus itu berawal dari tim identifikasi (Inafis) mengetahui identitas korban dari sidik jarinya," ujar Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian melalui Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan, Senin (13/8).

Menurut Maringan, kondisi korban yang sudah membusuk menyulitkan proses identifikasi. Sisa dua jari korban dimaksimalkan untuk dasar penyelidikan hingga menggunakan media cuka dan air panas.

"Terungkapnya identitas korban juga dikuatkan keterangan keluarganya yang mengenali pakaian dalamnya," kata mantan Kapolsek Percut Sei Tuan tersebut.

Selanjutnya, sambung Maringan, Unit I Bajak Sandera, Unit II Bunuh Culik (Buncil), Unit V Vice Control (VC) Subdit III/Umum Polda Sumut, Polres Binjai, dan Polsek Kutalimbaru menyelidiki kebiasaan serta orang terdekat korban sebelum pembunuhan itu terjadi.

Hasilnya diketahui bahwa korban memiliki kegemaran berburu tupai dan selama dua bulan belakangan kerap bersama tersangka. Biasanya perburuan tupai itu dilakukan korban di kawasan Binjai Selatan. Sedangkan tersangka sering berburu di sekitar tempat kejadian perkara.

"Kita mendatangi kediaman korban di Sari Rejo, Medan Polonia dan tempatnya biasa berburu. Kita mengetahui dua bulan belakangan ini, korban selalu berburu bersama tersangka," ungkap Maringan.

Berencana

Diterangkan Maringan, aksi pembunuhan itu memang sudah direncanakan tersangka. Pembunuhan diawali dari ketertarikan pelaku untuk menguasai harta benda korban. Tersangka tergiur melihat uang sekira Rp4 juta yang terlihatnya ketika korban membayari minumannya di sebuah warung di Binjai.

Setelah itu, tersangka mengasah parang miliknya untuk digunakan menghabisi korban. Lajang itu merencanakan mengeksekusi korban di tempat kejadian perkara (TKP) yang situasinya sudah dikenalinya.

Tetapi tersangka salah perkiraan karena pada waktu kejadian, korban tidak membawa uang seperti yang dilihatnya semula. Dia hanya merampas handphone (HP) dan sepeda motor korban serta dompet.

"Tersangka sudah merencanakannya, hanya karena ingin menguasai harta benda korbannya. Dia sempat menggerinda (mengasah, red) parangnya," terang Maringan.

Kepada penyidik, lanjut Maringan, tersangka mengakui perbuatannya. Namun, dia membantah telah memenggal kepala korban hingga terpisah dari tubuhnya.
Kuat dugaan, kepala korban ditemukan sekira 15 meter dari tubuhnya karena ditarik atau diseret binatang pemangsa.

"Tersangka mengaku hanya dua kali menebas korban dan kepalanya tidak putus. Dugaan kita dan berdasarkan kondisi kaki korban yang ditemukan bekas gigitan binatang, kepala korban terputus karena ditarik (binatang)," sebut Maringan.

Sementara Kanit II Buncil didampingi Kanit V VC mengatakan, tersangka dijerat pasal 340 jo Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Sebelum ditemukan  tewas, korban telah dilaporkan istrinya hilang ke Mapolsek Medan Baru pada 1 Agustus 2018. Korban dilaporkan ke luar rumah sejak 22 Juli 2018. (DA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 15 Nov 2018 26°C 22°C
  • 16 Nov 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px