Log in

Sejumlah Daerah di Sumut Dilanda Banjir

Sejumlah pelajar naik perahu karet milik BPBD Labura akibat banjir yang melanda Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aeknatas, Selasa (9/10). Sejumlah pelajar naik perahu karet milik BPBD Labura akibat banjir yang melanda Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aeknatas, Selasa (9/10).

Medan-andalas  Sejumlah daerah di Sumatera Utara dilanda banjir akibat akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur provinsi itu sejak Senin (8/10) malam hingga Selasa (9/10) pagi. Banjir diketahui melanda sebagian wilayah di Medan, Deli Serdang, Langkat, dan Labuhan Batu Utara (Labura).

Meski belum ada laporan jatuhnya korban jiwa, namun banjir yang juga dipicu oleh meluapnya air sungai dan buruknya drainase itu memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi serta beberapa sekolah diliburkan.

Di Kota Medan, sejumlah wilayah yang terendam banjir umumnya berada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli dan Babura.BPBD Kota Medan bergerak cepat memonitoring dampak banjir tersebut. Hasil pendataan petugas, ratusan rumah yang tersebar di berbagai titik tergenang air sehingga sejumlah warga harus dievakuasi.

“Data kami ada 134 kepala keluarga yang terdiri dari 486 jiwa yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan ini,” kata Manajer Pusdalops BPBD Medan M Yunus, Selasa (9/10).

Dia merinci, daerah yang tergenang air yakni lingkungan VII, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru; Jalan Brigjen Katamso, Lingkungan VI, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun; serta Lingkungan VI, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang.

Dia meminta warga tetap waspada karena ketinggian debit air sungai di Medan terpantau masih cukup tinggi seperti Sungai Deli dan Sungai Babura. "Warga yang tinggal di seputaran aliran sungai kami imbau tetap waspada karena debit air di kedua sungai itu sangat keruh dan berarus deras," ujar Yunus.

BPBD Medan menurutnya masih terus memantau dan menyiagakan petugas serta peralatan jika sewaktu-waktu diperlukan langkah untuk mengevakuasi warga akibat terdampak banjir.

Namun banjir di Medan kali ini juga merendam banyak ruas jalan dan permukiman yang jauh dari DAS, yang diduga akibat drainase masih buruk, maupun karena tidak adanya kawasan resapan air.

Di Medan Belawan, banjir juga merendam ratusan rumah, jalan, dan fasilitas umum. Namun menurut warga banjir ini terjadi juga akibat pasang naiknya air laut. Demikian juga di Kecamatan Medan Marelan, banyak permukiman yang terendam air akibat curah hujan pada Senin malam. Bahkan seperti perumahan KPUM, hingga Selasa petang ketinggian air yang merendam kawasan perumahan tersebut semakin naik akibat naiknya air Sungai Bedera sebagai dampak pasang naik air laut.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Deli Serdang, wilayah yang terendam diantaranya sebagian Kecamatan Percut Sei Tuan, serta kawasan di seputaran Universitas Medan Area, Universitas Negeri Medan, serta Universitas Islam Negeri Sumut, serta Jalan Letda Sujono.

Tingginya genangan air yang merendam Jalan Willem Iskandar dan Jalan Letda Sujono membuat banyak kendaraan mogok saat memaksa melintas. Anak sekolah maupun warga yang hendak berangkat kerja juga terhambat beraktivitas pagi itu.

Hakim salah seorang warga setempat mengatakan, banjir melanda daerah tersebut setelah diguyur hujan sepanjang malam hingga dini hari tadi.  "Banjirnya sudah mulai surut. Tadi pagi yang cukup tinggi," katanya.

Di Kabupaten Langkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan banjir merendam 1.254 rumah yang tersebar di dua kecamatan, yakni Stabat dan Binjai.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Langkat Irwan Sahri di Stabat menyebutkan data itu berdasarkan laporan sementara anggotanya yang diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan pemukiman warga yang terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi dan meluapnya sungai-sungai kecil.

Untuk Kecamatan Stabat yang terendam banjir berada di Kelurahan Dendang yaitu Lingkungan 1 sebanyak 18 rumah, Lingkungan II (150, Lingkungan III (34), Lingkungan V (17), Lingkungan VI (46), Lingkungan VIII (22) dan Lingkungan IX (167).

Sementara di Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat dari 12 dusun yang ada di desa itu terdampak banjir mencapai 482 rumah dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter hingga 100 centimeter, ujarnya.

Selain itu Kecamatan Binjai, juga direndam banjir, tepatnya di Sidomulyo, untuk Dusun I sebanyak 65 rumah, Dusun III (60), Dusun IV (60). Termasuk juga warga yang bermukim di Dusun V juga terendam banjir sebanyak 250 rumah, Dusun VI (150), Dusun VII (20), untuk di Desa ini saja ada 605 rumah.

Iwan Sahri  mengatakan pihaknya masih terus memantau kecamatan lainnya, karena dikhawatirkan ada beberapa kecamatan lainnya juga terendam banjir seperti di Sei Lepan, namun secara tertulis laporan belum masuk.

Sementara itu banjir juga merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura). Diantaranya Aeknatas, Kualuh Hulu, dan Kualuh Selatan.

Banjir di Aeknatas tepatnya di kawasan Kelurahan Bandar Durian bahkan sampai ke badan Jalan Lintas Sumatera. Di Bandar Durian tercatat 70 rumah terendam banjir. Selain itu, Desa Ujung Padang dan Adiantorop di kecamatan yang sama juga merasakan dampak luapan air Sungai Bandar Durian.

Camat Aeknatas Drs Adlin Sinaga MSi menyebutkan, banjir yang melanda tersebut karena hujan di hulu atau daerah pegunungan. "Debit air naik hingga setengah meter di Jalinsum mulai pukul 04.00 dini hari," katanya.

Di Kelurahan Bandar Durian, tambahnya, 70 rumah warga terendam banjir. "Pak Kapolres AKBP Frido Situmorang SIK SH juga turun ke lokasi dan turut mengurai arus lalulintas akibat banjir," sebutnya.

Selain itu, mantan Camat Aek Kuo dan Kualuh Leidong itu juga menerangkan, personel dari BPBD dan Sat Pol PP juga turun ke lokasi guna memberikan bantuan.

Di tempat terpisah Kepala BPBD Labura Yandri Suhadi menyebutkan, debit air Sungai Kualuh juga naik dan belum ada tanda penurunan hingga Selasa siang. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan mempersiapkan tenda bagi korban banjir.

Apalagi, tambahnya, berdasarkan informasi dari BMKG, hingga malam hari masih berpotensi turun hujan di kawasan Labura dan kabupaten tetangga yang merupakan hulu Sungai Bandar Durian dan Sungai Kualuh. (GUS/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px