Log in

Satpol PP dan Pedagang Bentrok di Pasar Sukaramai

Syafriani didampingi suaminya Hariono dan Ketua Persatuan Pedagang Sukaramai Kamaludin Tanjung (tengah) ketika mendapat perawatan intensif di RS Madani, Medan Rabu (5/9). andalas|asril tanjung Syafriani didampingi suaminya Hariono dan Ketua Persatuan Pedagang Sukaramai Kamaludin Tanjung (tengah) ketika mendapat perawatan intensif di RS Madani, Medan Rabu (5/9). andalas|asril tanjung

Seorang Pedagang Dilarikan ke Rumah Sakit

Medan-andalas Sejumlah pedagang dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota (Pemko) Medan terlibat bentrok di Pasar Sukaramai, Medan, Rabu (5/9) pagi.

Akibat aksi saling dorong tersebut, seorang pedagang sayur Syafriani (43) warga Jalan Raya Menteng harus mendapat perawatan internsif di Rumah Sakit Madani Jalan AR Hakim.

Menurut Hariono (49) suami korban di RS Madani, bentrokan tersebut berawal ketika puluhan petugas Satpol PP berusaha menertibkan sejumlah pedagang yang berjualan di lahan parkir Pasar Sukaramai.

Tidak ingin lapak dagangannya dibongkar dan diangkut paksa, para pedagang berusaha menghalang-halangi petugas Satpol PP sehingga akhirnya
bentrokan pun tidak dapat dihindarkan.

"Para pedagang merasa bahwa lahan parkir tersebut masih di dalam wilayah  Pasar Sukaramai. Jadi, sah-sah saja kalau pedagang masih berjualan di lahan parkir tersebut. Kecuali mereka berjualan di badan jalan, itu memang harus ditertibkan," keluh Hariono seraya mengungkapkan bahwa istrinya mengalami mual dan muntah-muntah akibat terjatuh saat aksi dorong tersebut.

Senada dikemukakan Ketua Persatuan Pedagang Pasar Sukaramai Medan Kamaludin Tanjung. Kamaludin mengaku kecewa dengan aksi saling dorong petugas Satpol PP dan puluhan pedagang di lahan parkir Pasar Sukaramai yang memicuterjadi bentrok.

"Harusnya petugas Satpol PP memfokuskan penertiban pedagang liar yang masih berjualan di badan Jalan AR Hakim dan para pedagang di badan Jalan Akik
(persis) bersebelahan dengan Pasar Sukaramai. Pedagang yang berjualan di dua badan jalan tersebut yang menyebabkan omzet penjualan para pedagang di Pasar Sukaramai menunun drastis," tegas Kamaludin.

Kamaludin meminta ketegasan Pemko Medan terkait badan Jalan Akik yang diklaim sebagai pasar. "Kalau memang badan jalan tersebut diperuntukkan lahan pasar para pedagang, sahkan. Jadi, fungsinya tidak mengambang sebagai badan jalan atau pasar. Kita siap bergabung, kalau itu jalan terbaik," tambah Kamaludin.

Menurut Kamaludin, sejumlah pedagang di Pasar Sukaramai Medan mengeluh karena penjualan mereka terus mengalami penurunan akibat keberadaan
pedagang kaki lima (PKL) di Jalan AR Hakim dan pedagang di Pajak Akik.

Pedagang meminta Pemko Medan dan PD Pasar agar bertindak tegas. Jika tidak, ratusan pedagang mengancam akan mengosongkan gedung Pasar Sukaramai dan berjualan di badan jalan.

“Padahal PD Pasar sudah berjanji akan menertibkan PKL dan Pajak Akik itu. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan tegas. Buat apa kami beli kios di Pasar Sukaramai ini mahal-mahal kalau PKL dan pedagang di Pajak Akik itu masih dibiarkan berjualan. Pedagang di Pasar Sukaramai ini sudah sepakat akan turun ke jalan kalau mereka tidak juga ditertibkan,” ujar Kamaludin.

Kamaludin menambahkan, beberapa pedagang pun telah meninggalkan gedung Pasar Sukaramai dan memilih membuka kios di badan jalan. Akibatnya, aktivitas di gedung Pasar Sukaramai semakin sepi. Bahkan jumlah pembeli yang datang dapat dihitung dengan jari.

"Sudah 4 tahun, para pedagang di Pasar Sukaramai dibiarkan telantar tanpa ada penyelesaian dari Pemko Medan. Untuk itu, dalam waktu dekat kami kembali akan mengadukan nasib para pedagang Sukaramai kepada wakil rakyat di Komisi A DPRD Medan," tegas Kamaludin. (RIL)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Sep 2018 27°C 22°C
  • 26 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px