Log in

Samosir Keberatan Dikritik Menteri PPN

Bupati Samosir Rapidin Simbolonn Bupati Samosir Rapidin Simbolonn

Bupati: Menteri PPN Belum Pernah Turun ke Danau Toba

Samosir,Sumatera Utara-andalas Pemerintah Kabupaten Samosir sepertinya keberatan dengan kritik yang dilontarkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro terhadap Pemda di kawasan Danau Toba yang dinilai tidak antusias dan kurang berinisiatif.

Sebab menurut Bupati Samosir Rapidin Simbolon, bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk memberikan penilaian atas perkembangan pembangunan kepariwisataan Danau Toba.

Apalagi lagi, Bambang Brodjonegoro sendiri menurut sepengetahui Rapidin  belum pernah turun langsung ke kawasan Danau Toba, namun malah sudah membuat  penilaian sendiri terhadap kinerja pemda-pemda di kawasan ini.

"Sebenarnya yang lebih objektif kalau membuat penilaian adalah Menteri Pariwisata sebagai yang mempunyai tupoksi langsung dengan perkembangan destinasi wisata di Danau Toba," sebut Bupati Rapidin Simbolon kepada andalas melalui saluran Whattshap, Kamis (12/7).

Kendati demikian Rapidin Simbolon tetap mengapresiasi apa yang  disampaikan Bambang Brodjonegoro di sejumlah media tersebut.

Hanya saja Rapidin berharap, pemerintah pusat sebaiknya perlu menginformasikan secara menyeluruh perkembangan pembangunan infrastruktur yang ada di kawasan Danau Toba, termasuk di Kabupaten Samosir yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

"Belum ada satupun proyek oleh pemerintah pusat di kawasan ini (Danau Toba) yang sudah selesai," jelas Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu.

Karenanya Rapidin berpendapat belum saatnya untuk menilai, apalagi baru-baru ini ada musibah kapal tenggelam di perairan Danau Toba yang menelan banyak korban jiwa.  

"Permohonan kami bahwa sekarang yang paling penting adalah kebersamaan untuk me-recovery keadaan pariwisata di kawasan Danau Toba untuk kembali ke normal," bebernya.

Sebelumnya, di sejumlah media melansir pernyataan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang bernada mengkritik kinerja pemerintah daerah (pemda) di kawasan Danau Toba.

Dia mengatakan, bahwa untuk memajukan destinasi wisata daerah, yang terpenting adalah inisiatif dan kemauan pemerintah daerahnya untuk maju.  Namun dia mengaku menjumpai masih ada beberapa daerah yang memiliki potensi besar untuk pariwisata, namun pemerintah daerahnya tak antusias. Salah satunya daerah wisata Danau Toba.

Bambang menilai Danau Toba termasuk daerah yang beruntung karena mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, khususnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, untuk dikembangkan.

"Tapi pada saat yang sama, saya bisa melihat antusiasme dan respon dari pemda tidak sesuai dengan semangat dari pemerintah pusat. Hasilnya, walau Kemenhub sudah menaruh banyak effort buat bangun Bandara Internasional Silangit, dan juga PUPR mencoba meningkatkan infrastruktur, pada akhirnya pertumbuhan progress Toba sangat lamban meski angka turis mulai meningkat," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Berbeda dengan pariwisata di Banyuwangi dan Manado yang pertumbuhan pariwisatanya lebih kuat dari Danau Toba. Padahal dari segi nama, Danau Toba lebih populer. Namun, kata Bambang, kedua daerah itu bisa berkembang pesat karena kemauan pemerintah daerahnya menggali kearifan lokal dan potensi pariwisata di daerahnya.

"Yang paling penting bukan apa yang dilakukan Kementerian PUPR maupun Kemenhub, tapi yang paling penting adalah inisiatif pemerintah lokal," kata Bambang.

Padahal, kata Bambang, kepala daerah dipilih oleh rakyat dengan menggantungkan harapan bahwa perekonomian dan kesejahteraan daerahnya lebih baik. Jadi, mereka bertanggung jawab membuat perekonomian daerah bertumbuh.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mudah meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Bambang meyakini kearifan lokal adalah kunci pembangunan pemerintah daerah.

"Kami harap setelah ini pemimpin daerah yang terpilih menyadari bahwa capaian mereka dinilai dari kemampuannya untuk memahami potensi daerahnya daripada meminta, melobi pemerintah pusat, kementerian untuk dapat proyek," kata Bambang.

"Konklusinya, local wisdom at the top kalau mau mengurangi kesenjangan," lanjut dia. (HN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 82%

Wind: 11.27 km/h

  • 20 Jul 2018 30°C 24°C
  • 21 Jul 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px