Log in

Salah Tangkap, Kapolres Minta Maaf

Dua dari tiga penarik ojek korban salah tangkap dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Utara. andalas/Mulyadi Dua dari tiga penarik ojek korban salah tangkap dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Utara. andalas/Mulyadi

Aceh Utara-andalas Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada tiga penarik ojek dan keluarganya, yang menjadi korban salah tangkap anggotanya.

Ketiga penarik ojek tersebut sebelumnya ditangkap dan sempat dibawa ke Mapolres Aceh Utara karena diduga terlibat dengan aksi kelompok kriminal bersenjata yang membunuh Bripka Anumerta Faisal, anggota Sat Reskrim Polres Aceh Utara, baru-baru ini.

"Saya mengucapkan permohonan maaf, karena saat penggerebekan dilakukan oleh petugas situasi masih di luar kendali, saat ketiganya ditangkap lalu dibawa ke Mapolres. Namun setelah dilakukan interogasi, mereka tidak terlibat dalam komplotan itu, peran mereka hanya mengantarkan para pelaku," ucapnya, Sabtu (1/9).

Lanjutnya, setelah pemeriksaan dan dinyakan tidak terlibat dalam kasus tersebut, ketiga penarik ojek tersebut diserahkan ke keluarga masing masing. Ketiga tukang ojek itu yaitu Faisal warga Aceh Utara serta Syahrur dan Bahagia warga Aceh Timur .

“Ketiga RBT itu sudah kita dikembalikan ke keluarganya dalam keadaan sehat walafiat dan tidak ada penganiayan maupun pemukulan terhadap tiga tukang ojek tesebut, seperti yang tersebar di media sosial, bahkan kita hadirkan dua dari tiga penarik ojek itu saat pres rilis di Mapolres Aceh Utara,” papar Kapolres.

Desak Evaluasi
Namun Anggota DPR RI HM Nasir Djamil mendesak Kapolri mengevaluasi kinerja Kapolres Aceh Utara terkait salah tangkap tiga warga pascainsiden penyerangan yang mengakibatkan seorang anggota Polri di wilayah itu meninggal dunia.

"Kami mendesak petinggi Polri mengevaluasi Kapolres Aceh Utara terkait kasus salah tangkap tiga warga pascainsiden pembunuhan seorang anggota Polres setempat beberapa waktu lalu," desak Nasir Djamil di Banda Aceh, Minggu (2/9).

Menurut anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan HAM itu, tidak hanya salah tangkap, polisi juga dinilai telah melakukan tindakan berlebihan terhadap tiga warga Aceh sehingga ketiganya mengalami luka-luka cukup serius.

Nasir Djamil mengecam cara aparat memperlakukan tiga warga tersebut. Bahkan tindakan tersebut tidak mencerminkan perilaku aparat Kepolisian yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat.

Ia mengatakan cara-cara seperti itu justru menunjukkan masih ada kultur militer pada tubuh Kepolisian. Padahal polisi seharusnya mengayomi, melindungi dan melayani warga.

"Apalagi tiga warga tersebut sebelumnya masih diduga, tapi sudah diperlakukan seperti penjahat. Penjahat sekalipun juga boleh diperlakukan seperti itu," ketus Nasir Djamil.

Nasir Djamil mengaku bersama anggota DPR RI asal Aceh lainnya Muslim Ayub yang juga duduk di Komisi III DPR RI berharap segera ada evaluasi dan tindakan tegas terhadap Kapolres Aceh Utara.

Komisi III DPR RI juga akan mempertanyakan kasus salah tangkap tersebut kepada Kapolri sesuai permintaan tokoh masyarakat dan mahasiswa Aceh Utara.

Selain itu, Nasir Djamil menyatakan secara pribadi juga sudah melakukan komunikasi dengan Wakapolri terkait insiden salah tangkap tersebut.

Walau Kapolres Aceh Utara sudah meminta maaf, sebut HM Nasir Djamil, masalah salah tangkap ini harus diproses supaya tidak terulang lagi. Jangan sampai ke depan begitu ada insiden seperti ini cukup dengan minta maaf.

Jika tidak diselesaikan, masalah ini akan mencederai institusi Polri. Sekali lagi, kami mendesak Kapolres Aceh Utara dievaluasi," kata Nasir Djamil. (MUL/ANT)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 17 Nov 2018 30°C 22°C
  • 18 Nov 2018 29°C 23°C

Banner 468 x 60 px