Log in

Sah, Hadi Tjahjanto Panglima TNI

Presiden Jokowi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12) sore. Presiden Jokowi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12) sore.

Jakarta-andalas Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto telah sah menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo setelah pada Jumat (8/12) sore dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden No 82/TNI Tahun 2017 tentang Pemberhentian Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Pengangkatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tertanggal 8 Desember 2017.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk diangkat dalam jabatan ini baik langsung maupun tidak langsung dengan rupa atau dalih apapun juga tidak memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun juga," kata Hadi mengikuti ucapan Presiden Joko Widodo.

Isi sumpah selanjutnya adalah "bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya."

"Bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit," tambah Hadi.

Hadir dalam pelantikan tersebut Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja dan sejumlah kepala lembaga dan badan tinggi negara.

Hadi menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki pensiun pada 1 April 2018. Dia sebelumnya telah melalui serangkaian proses mulai dari pengusulan nama calon oleh Presiden Jokowi hingga menjalani tahap uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI. Usai dilantik menjadi Panglima TNI, para awak media pun langsung berebut mewawancarainya.

"Terima kasih kepada senior saya, Jenderal Gatot, yang sudah membimbing saya selama ini," ucap Marsekal Hadi kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa netralitas TNI dalam setiap pesta demokrasi akan terus terjaga.

Disinggung soal pesan khusus Presiden Jokowi ke dirinya, ia menyebut hanya sekadar berfoto bersama dengan Presiden Jokowi. "Tidak ada pesan khusus, hanya berfoto bersama. Jenderal Gatot juga ada di sana," sambungnya.

Ia pun tak menampik bahwa perlu penambahan alutsista di tubuh TNI, mulai dari pesawat tempur hingga kapal selam. Marsekal Hadi lahir di Malang, 8 November 1963. Sebelum menjabat sebagai Panglima TNI ia menjabat sebagai KSAU sejak dilantik 18 Januari 2017.

Hadi menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Udara pada 1986 dan Sekolah Penerbang TNI-Angkatan Udara pada 1987. Hadi memulai kariernya sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Skuadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Ia banyak menghabiskan waktunya di Skuadron 4 Malang hingga menjabat Komandan Flight Ops A Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2. Hadi kemudian menjabat Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah pada 2010-2011. Pada tahun 2013-2015, ia diberi tugas sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara.

Kemudian pada tahun 2015, Hadi kembali ke Lanud Abdurachman Saleh, Malang, sebagai Komandan Lanud. Pada tahun yang sama, ia sempat menjabat Sekretaris Militer Presiden hingga 2016. Sebelum diangkat sebagai KSAU, Hadi sempat menjabat Irjen Kementerian Pertahanan RI hingga 2017.

Sementara itu Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan masih tetap menyandang sebagai prajurit TNI setelah Presiden Joko Widodo melantik Marsekal TNI Hadi Tjahjono menggantikan dirinya menjadi Panglima TNI.

"Sesudah bulan Maret tahun depan pun saya masih sebagai prajurit, walaupun sudah purnatugas," ujarnya di Surabaya, Jatim, Jumat (8/12).

Dia mengatakan, sebagai seorang prajurit TNI, akan selalu mendedikasikan hidupnya untuk ketuhanan negara Republik Indonesia.

"Prajurit TNI harus taat hukum dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Taat kepada atasan hingga atasan yang tertinggi yaitu Presiden Republik Indonesia yang terpilih secara sah," ucapnya.

Gatot juga mengingatkan bahwa prajurit TNI harus netral dari aktivitas politik.

"Politiknya prajurit TNI adalah politik negara. Kami memegang teguh prinsip bahwa prajurti TNI tidak bisa dibeli oleh siapapun," katanya, menegaskan.

Jenderal Gatot Nurmantyo menyempatkan menyapa para prajurit TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara di Surabaya, yang berlangsung di Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim), hanya sesaat sebelum jabatan Panglima TNI yang disandangnya digantikan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melalui pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, yang dijadwalkan berlangsung Jumat sore.

Setelah menyapa para prajurit TNI di Surabaya, Jenderal Gatot Nurmantyo bergegas terbang ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Istana Negara Jakarta.

Selanjutnya Jenderal Gatot menjadwalkan serah terima jabatannya digelar Sabtu (9/12) di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, atau sehari setelah pelantikan Panglima TNI yang baru, agar tidak terjadi kekosongan pemegang kendali komando TNI.

"Biar pada hari Senin, 11 Desember, Panglima TNI yang baru bisa langsung memimpin apel perdana, sehingga sempurna sudah purnatugas saya," ucapnya. (GUS/ANT/TBN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px