Log in

Sagiem ke Tanah Suci Berkat Bantuan Anaknya Jadi TKI Malaysia

Sagiem Binti Ibrahim merasa senang bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah berkat bantuan anaknya yang menjadi TKI di Malaysia. Sagiem Binti Ibrahim merasa senang bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah berkat bantuan anaknya yang menjadi TKI di Malaysia.

Medan-andalas Sagiem Binti Ibrahim (72) seorang Jemaah Calon Haji (Calhaj) kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Medan Tahun 2019, merasa senang bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah berkat bantuan anaknya yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

"Biaya ongkos naik haji ke tanah suci itu, adalah perjuangan yang dilakukan putri saya, Wida (37) yang mencari nafkah di Malaysia selama bertahun-tahun," ujar Sagiem di sela-sela pemberangkatannya ke Tanah Suci Mekah dii Asrama Haji Medan, Jumat (12/7).

Dia mengaku bersyukur dengan usia yang sudah lanjut, dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekah dan akan melaksanakan ibadah haji secara khusuk, sehingga bisa menjadi haji mabrur.

"Meraih haji mabrur merupakan dambaan bagi setiap calon haji yang berangkat ke Mekah. Ini menjadi cita-cita daya yang sudah cukup lama," ujar Sagiem.

Ia menyebutkan, dengan diberikan Allah SWT rezeki ke tanah suci melaksanakan ibadah haji, dan juga akan berdoa di depan Kabah agar penyakit yang deritanya selama ini bisa sembuh. Penyakit yang diderita selama in adalah penyakit rematik (kaki terasa kebas) dan agak sulit untuk berjalan.

"Semoga, dalam melaksanakan ibadah haji itu, dapat berkah dan lindungan dari Allah Yang Maha Kuasa. Selamat saat berangkat ke Tanah Suci Mekah, dan begitu juga nantinya saat pulang ke Indonesia (Medan) tidak kekurangan apapun," kata wanita kelahiran Medan, 3 Maret Tahun 1947, dan bertempat tinggal di Jalan Bunga II, Simpang Limun Medan. Sagiem memiliki 4 orang anak, dan salah seorang di antaranya Wida (37) yang bekerja di negara jiran Malaysia.

Calhaj Termuda
Sementara itu, dukungan keluarga membawa keberuntungan untuk Muhammad Diffa Akmal (19). Diffa panggilannya sehari-hari, seorang remaja di Kabupaten Asahan adalah sosok calon haji termuda. Ia tergabung ke dalam kloter 3 Embarkasi Medan.

Diffa bersama 392 calon haji (calhaj) lainnya sudah dilepas Plt Bupati Asahan Surya di Asrama Haji Medan, Minggu (14/7). Diffa bertekad memberikan kebahagian kepada orangtuanya dan masyarakat Asahan yang sangat mendukung langkah baik dilakukan anak Asahan tersebut.

Begitu juga orang tuanya ikut dalam rombongan jamaah calon haji telah mendaftarkan anak paling kecilnya saat berusia 11 tahun. Kemampuan Diffa pun telah nampak, yang suka membantu orang miskin dan tidak pernah meninggalkan salat lima waktu sehari. Sehingga, pria ramah ini pun ingin memberikan kebahagian kepada orangtuanya.

"Persiapan sudah, tinggal melangkah ke tanah suci Makkah untuk menjadi haji mabrur," ucap Diffa di Asrama Haji Medan, Minggu (14/7).

Diffa mengaku bangga sebagai salah satu dari rombongan yang paling muda mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. (ANC/MBD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px