Log in

Sabodam Solusi Longsor di Jembatan Parapat

Wagubsu Musa Rajekshah meninjau langsung longsor yang terjadi di Jembatan Sidua-dua Jalan Lintas Siantar-Parapat, Simalungun, Sabtu (12/1). Wagubsu Musa Rajekshah meninjau langsung longsor yang terjadi di Jembatan Sidua-dua Jalan Lintas Siantar-Parapat, Simalungun, Sabtu (12/1).

Parapat-andalas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis menyampaikan, faktor cuaca yang menyebabkan longsor terjadi berulang kali di Jembatan Sidua-dua, Sibaganding, Parapat.

"Di kawasan itu, curah hujan masih tinggi. Ini yang mengakibatkan longsor. Kita minta masyarakat supaya selalu mewaspadai bencana susulan saat melintas di lokasi rawan bencana tersebut," ujarnya, kemarin.

Riadil mengatakan, pemerintah akan melakukan rapat untuk mencari solusi supaya longsor jika terjadi lagi, tidak sampai menutup jalan di Jembatan Sidua-dua. Rapat ini juga untuk mengatasi masalah bencana di daerah lain.

"Salah satu solusi yang ditawarkan adalah membuat bendungan untuk mengalihkan longsor apabila terjadi tidak menutupi badan jalan. Bendungan yang dimaksud adalah Sabodam, dan ini masih solusi awal yang ditawarkan," sebutnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu Zonny Waldi, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Faisal Hasrimy dan Kepala Dinas Pariwisata Hidayati Provinsi Sumut meninjau langsung longsor yang terjadi di Jembatan Sidua-dua, Jalan Lintas Siantar-Parapat, Simalungun, Sabtu (12/1).

Longsor yang kembali terjadi pada Jumat (11/1) lalu, telah menyebabkan aktivitas warga terganggu karena badan jalan tertutup material berupa lumpur dan batu.

"Longsor ini telah menghambat arus lalu lintas dan mengakibatkan terganggunya aktivitas transportasi masyarakat. Arus lalu lintas masih berjalan, meski sistem buka tutup," ujar Wagubsu.

Saat Wagubsu meninjau lokasi, tengah dilakukan pembersihan material lumpur di badan jalan. Wagubsu mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati bila melintasi jembatan tersebut. Usai melakukan peninjauan, Wagubsu Musa yang juga akrab disapa Ijeck menjelaskan bahwa longsor ini diakibatkan masih kurangnya kesadaran dan kepedulian dalam menjaga lingkungan.

"Padahal kalau lingkungan rusak maka yang rugi adalah kita sendiri, masyarakat setempat. Jika terus terjadi longsor maka wisatawan takut berkunjung ke Danau Toba, akhirnya ekonomi masyarakat akan terganggu karena berkurangnya wisatawan yang berkunjung," ucapnya.

Oleh karenanya, Ijeck mengajak semua masyarakat agar selalu menjaga kelestarian lingkungan, menghentikan pencemaran lingkungan dan penebangan pohon secara liar. "Mari kita bersama-sama menjaganya untuk kita dan anak cucu kita," pungkas Ijeck.

Pada Jumat dan Sabtu (11-12/1), longsor kembali terjadi dari Bukit Hulu Bangun Dolok sehingga menimbun Jembatan Sidua-dua, Km 1-2 Nagori Subaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun yang berjarak hanya sekitar satu kilometer dari kota wisata Parapat.

Kendati tidak menyebabkan adanya korban jiwa, kejadian yang terus berulang itu mengakibatkan ruas jalan menghubungan Pematang Siantar-Parapat tersebut terputus total selama beberapa jam.

Bahkan hingga Minggu siang kegiatan pembersihan material longsor di lokasi jembatan masih berlangsung kendati arus kendaraan dari kedua arah sudah bisa melintas dengan sistem buka-tutup jalur.

Kabag Ops Polres Simalungun Kompol Hendrik Situmorang mengatakan untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan, Polres Simalungun mengarahkan personel Sat Lantas dan Polsek Parapat melakukan pengaturan lalin di Simpang Palang-Simpang Sitahoan dan pengamanan di lokasi terjadinya longsor di Jembatan Sidua-dua.

“Untuk percepatan penanganan Polres Simalungun berkordinasi dengan pihak Pemkab Simalungun, PT TPL, PT Bumi Karsa, dan Balai Besar Jalan dan Jembatan Sumut agar mendatangkan alat berat guna untuk membersihkan material Longsor yang menimbun Jembatan Sidua-dua Parapat,” jelasnya, Minggu (13/1).

Kabag Ops bersama Kasat Lantas AKP Hendri ND Barus dan personel Sat lantas maupun personel Polsek Parapat terus berada di TKP longsor jembatan Sidua dua Parapat dan tetap melakukan pengaturan lalin, pengamanan di TKP dan public address kepada aasyarakat.

”Bagi pengguna jalan dari Siantar menuju Parapat diarahkan menggunakan jalur Alternatif Simpang Palang-Simpang Sitahoan, lalu yang dari Parapat menuju Siantar menggunakan Jalinsum Parapat dengan sistem buka tutup per 2 jam,” ujarnya. (DNA/SP/WAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px