Log in

Ruang Kerja Pangonal dan Kadis PUPR Disegel

Ruang kerja Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap (inzet) tampak telah disegel KPK. Ruang kerja Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap (inzet) tampak telah disegel KPK.

Rantau Prapat-andalas Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dan menyegel rumah dinas serta ruangan kerja Bupati Labuhan Batu yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Pangonal Harahap, Rabu pagi (18/7) di Rantau Prapat.

Penggeledahan dan penyegelan juga dilakukan terhadap ruangan kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Labuhan Batu dan ruangan BPKAD Labuhan Batu.

Dalam penggeledahan yang dilakukan, tim penyidik KPK masuk ke ruangan dan kamar bupati yang dipandu oleh penjaga rumah dan petugas Sat Pol PP Labuhan Batu selama 1 jam.

Namun, penyidik tim KPK yang berjumlah sekira 7 orang tersebut tidak membawa dokumen apapun dan menyegel pintu samping arah utara dan selatan Rumah Dinas Bupati Labuhan Batu.

Selanjutnya tim bergeser ke Kantor Dinas PUPR Labuhan Batu yang berjarak 13 meter dari rumah dinas bupati dan kembali menyegel ruangan Kepala Dinas PUPR Labuhan Batu dan pintu ruangan tata usaha yang berada satu kompleks dengan bangunan KPUD Labuhan Batu.

Tim penyidik KPK menuju Kantor Bupati Labuhan Batu di Jalan Sisingamangaraja dengan mengendarai mini bus nomor polisi BK 217 IE dan BM 1492 NB.

Dalam kesempatan itu, mereka juga melakukan penggeledahan dan penyegelan terhadap ruangan kerja Bupati Pangonal Harahap yang berada di lantai 2 kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu dan melakukan hal yang sama di kantor sementara BPKAD Labuhan Batu.

Selain rumah dinas dan perkantoran, tim penyidik KPK juga menyambangi rumah pengusaha berinisial ES alias Asiong BKA di Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara yang diduga kuat ikut terjerat dalam operasi tangkap tangan KPK di Kabupaten Labuhan Batu.

Sekretaris Sat Pol PP Labuhan Batu Bibit Waluyo yang ikut mengamankan penggeledahan rumah dinas bupati membenarkan peristiwa itu. Pihaknya hanya memfasilitasi penyidik tim KPK untuk mengumpulkan barang yang dibutuhkan lembaga antirasuah tersebut.

"Iya benar tadi tim penyidik KPK datang menggeledah sejumlah ruangan rumah dinas bupati dan menyegelnya. Selain itu tidak ada dokumen ataupun berkas yang dibawa," katanya.

Langsung Dipecat
Pasca-terjaring OTT KPK, Pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumut langsung memecat Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Labuhan Batu.

"Kita langsung pecat. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga Indonesia bersih dari korupsi," ujar Sekretaris DPD PDIP Sumut Soetarto kepada wartawan di Medan, Rabu (18/7).

Soetarto mengatakan, selain mengajukan pemecatan terhadap Pangonal, DPD PDIP Sumut akan berkoordinasi dengan DPP untuk meminta arahan pengganti Pangonal dalam kepengurusan.

"Kita harus bergerak cepat karena ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kami tetap meminta agar pengurus di Labuhan Batu tetap solid," sambungnya.

Sementara itu Penjabat Gubernur Sumatera Utara Eko Subowo menegaskan, pemerintah provinsi masih menunggu keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK soal status Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap pasca-terkena operasi tangkap tangan.

"Nunggu hasil keputusan KPK. Kalau nyatanya sudah ditetapkan terbukti dan ditahan, maka Menteri Dalam Negeri akan membuat keputusan soal pengganti Bupati Labuhan Batu," ujarnya di Medan, Selasa.

Biasanya, kata Eko Subowo, Mendagri akan menunjuk wakil bupati sebagai pelaksana tugas jika bupati berhalangan tetap.

Eko menegaskan, kasus Bupati Labuhan Batu harus menjadi pelajaran berharga bagi kepala daerah lainnya dalam bersikap dan bertindak sebagai pejabat negara. Dia berharap kasus OTT Bupati Labuhan Batu tidak terulang lagi di Sumut.

Seperri diketahui, KPK melakukan OTT terhadap Pangonal Harahap bersama ajudannya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta pada Selasa, 17 Juli 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tidak ada perlawanan dari Pangonal saat diamankan.

Selain mereka berdua, ada tiga orang lagi dari pihak swasta yang ditangkap di Labuhan Batu dan sudah diamankan di Polres setempat.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan bukti transaksi senilai ratusan juta rupiah yang diduga terkait dengan proyek Dinas PUPR di Labuhan Batu.

"(Suap diduga) ratusan juta rupiah (lewat) bukti transaksi yang kita amankan. Ada proses pengambilan atau penarikan uang, kemudian terjadi transaksi di sana," kata Febri Diansyah, Selasa (17/7). (G/MDK/ANT)

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 12.87 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px