Log in

Pukat Trawl Marak, Ribuan Nelayan Demo

Wali Kota Tanjung Balai HM Syahrial saat menerima kedatangan ribuan nelayan Tanjung Balai-Asahan yang melakukan aksi demonstrasi ke Balai Kota Tanjung Balai. Wali Kota Tanjung Balai HM Syahrial saat menerima kedatangan ribuan nelayan Tanjung Balai-Asahan yang melakukan aksi demonstrasi ke Balai Kota Tanjung Balai.

Tanjung Balai-andalas Ribuan nelayan Tanjung Balai-Asahan, Rabu (18/7), melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota Tanjung Balai. Mereka menuntut agar pemerintah dan aparat keamanan menertibkan maraknya pukat trawl yang beroperasi di zona tangkap ikan nelayan tradisional di perairan Selat Malaka.

Selain mengancam kelangsungan hidup nelayan, aktivitas pukat trawl tersebut telah merusak terumbu karang sehingga berpotensi terjadinya kerusakan lingkungan dan menyusutnya anak ikan serta merusak jaring nelayan tradisional.

Di bawah koordinator aksi, Almustaqim Marpaung, ribuan nelayan bergerak dari Jalan Sudirman (Simpang Jalan Asahan) menuju Balai Kota Tanjung Balai dengan mengendarai puluhan truk terbuka, mini bus, dan sepeda motor.

Almustaqim Marpaung yang juga merupakan pengurus Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tanjung Balai-Asahan dalam orasinya mengatakan, sejak terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melarang pukat trawl (pukat harimau) beroperasi, pendapatan nelayan tradisional meningkat.

Namun beberapa tahun terakhir ini penghasilan nelayan kecil kembali turun karena kembali maraknya pukat trawl beroperasi di zona tangkap ikan nelayan tradisionil di perairan Selat Malaka.

Pihaknya menduga ada oknum aparat yang terlibat membeking kegiatan pukat trawl karena saat ini pukat trawl tetap beroperasi walaupun telah dilarang pemerintah. Nelayan tradisional juga telah beberapa kali melakukan protes, tetapi tidak digubris.

"Kami sangat kecewa terhadap aparat hukum dan instansi terkait yang tebang pilih dalam melakukan tindakan, sehingga pukat trawl masih bebas beroperasi walaupun sudah dilarang pemerintah," tegas Almustaqim.

"Jika masalah ini terus berlanjut, kami khawatirkan terjadi kerusuhan. Jangan salahkan kami jika terjadi pembakaran pukat trawl," pekik salah seorang orator di hadapan Wali Kota Tanjung Balai HM Syahrial yang langsung menerima kedatangan ribuan nelayan di halaman Balai Kota.

Setelah mendengar keluh kesah ribuan nelayan tersebut, Wali Kota Tanjung Balai, Syahrial berjanji akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencari solusi menuntaskan masalah pukat trawl tersebut sampai ke akar-akarnya.

"Aspirasi bapak-bapak nelayan ini kami tampung untuk disampaikan kepada Menteri Kelautan, mohon bersabar dan beri kami waktu," ujar Syahrial.

Usai menerima demonstransi para nelayan, Wali Kota Tanjung Balai didampingi Sekretaris Daerah Yusmada SH MAP, Asisten Ekbangsos Zainul Arifin, Wakapolres Tanjung Balai Kompol Edi Bona Sinaga, Kasatpolair Polres Tanjung Balai AKP Agung Basuni, OPD langsung menggelar pertemuan dengan perwakilan nelayan di Aula Balai Kota Tanjung Balai. (SB)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px