Log in
Wakapolda-SUMUT-v2.jpg

Proyek SPAM Dinas Perkim Provsu Diduga Bermasalah

HM Nezar Djoeli ST HM Nezar Djoeli ST

Medan-andalas Keberadaan sebuah proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Regional Dinas Perkim Sumut, diduga bermasalah. Sebab hingga kini keberadaannya di daerah Deli Serdang belum belum juga dilakukan serah terima antara pelaksana dengan pihak pengembang perumahan MBR untuk tahun anggaran 2019.

Berdasarkan informasi diperoleh, proyek dengan biaya Rp1,9 miliar tersebut belum tuntas hingga 100 persen. Karenanya, Dinas Perkim Provinsi Sumatera Utara masih membayarkan biaya pengerjaan sebesar 80 persen dari anggaran yang disepakati.

Hanya saja, belum ada langkah tegas pemberian sanksi kepada pelaksana proyek tersebut hingga kini. Sehingga pembangunan SPAM Regional oleh Dinas Perkim Sumut ini terkesan terbengkalai tanpa ada kelanjutan, supaya fasilitas SPAM itu bisa bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) tersebut.

Hal ini menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat, mengingat hingga kini belum ada langkah tegas dari Dinas Perkim Sumut untuk memasukkan perusahaan pelaksana proyek (pemenang tender) ke dalam daftar hitam (black list), dengan alasan bahwa yang belum selesai adalah masalah debit air yang keluar dari dalam tanah tidak mencukupi.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumut Ari Wibowo SH saat dimintai tanggapannya soal ini, Selasa (26/5/2020) menilai, bahwa sikap Dinas Perkim menimbulkani pertanyaan. Sebab bagi pelanggar kesepakatan atas pengerjaan proyek pemerintah, harusnya diberikan sanksi tegas, karena secara tidak langsung, menyebabkan kerugian uang negara di dalamnya.

“Tentu ini merupakan sebuah keanehan. Harusnya kan sebelum dikerjakan, sudah diperhatikan seluruh bahagian. Mulai dari sumber air hingga kualias SPAM. Kenapa yang jadi masalah justru sumber air?,”tanya mantan Ketua Komisi D DPRD Sumut ini.

Untuk itu, Ari meminta Kepala Dinas Perkim Sumut, Ida Mariana segera memberikan penjelasan tentang kelanjutan proyek yang hingga kini masih terbengkalai dan tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga. “Jangan ada yang ditutupi soal ini. Jika tidak ada ketegasan dan sanksi dari dinas terkait, maka itu akan kita pertanyakan. Karena ini soal penggunaan APBD,”katanya.

Sementara, Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Deempatbelas, HM Nezar Djoeli meminta lembaga terkait segera melakukan audit investigasi untuk memperjelas persoalan ini. Pasalnya, dia menduga ada sesuatu yang ditutupi oleh dinas terkait perihal keberadaan proyek SPAM regional tersebut.

“Jangan sampai ada permainan pejabat di dalamnya. Kita ingin supaya hal ini dituntaskan oleh lembaga yang berwenang untuk mengauditnya. Tentu jadi pertanyaan kita, mengapa Kadis Perkim tidak berani tegas kepada pelaksana proyek yang menang lewat tender,”katanya.

Nezar berharap ada langkah audit investigasi dari lembaga yang berwenang terhadap persoalan pelaksanaan proyek tersebut. Informasi diterima, hingga kemarin pihak pengembang disebutkan belum mau menerima hasil kerja proyek SPAM Regional yang diperkirakan masih 80 persen pengerjaannya itu. (uj)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C