Log in

Protes Trump, Ratusan Warga Palestina Terluka

Warga Palestina berlarian setelah pasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet terhadap mereka yang protes atas pernyataan Presiden Donal Trump yang mengaku Yerusalem sebagai Ibukota Israel, Sabtu (9/12). Warga Palestina berlarian setelah pasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet terhadap mereka yang protes atas pernyataan Presiden Donal Trump yang mengaku Yerusalem sebagai Ibukota Israel, Sabtu (9/12).

Gaza-andalas Ratusan warga Palestina terluka setelah terlibat bentrokan sengit dengan militer Israel untuk memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Jerusalem Ibu Kota Israel.

Bulan Sabit Merah (BSM) Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di wilayah pendudukan Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan jalur Gaza pada Sabtu (9/12).

Dalam catatan BSM Palestina warga yang mengalami luka-luka yakni sebanyak 231 warga. Di Yerusalem Timur, 12 orang terluka karena polisi Israel, menurut pernyataan itu. Sementara di kota-kota Tepi Barat seperti Ramallah, Bethlehem, Tulkarim, Nablus, dan Gaza, ada sekitar 219 orang terluka.

Selain itu sedikitnya sekitar 48 pedemo yang juga luka akibat peluru karet dan terkena dampak gas air mata ketika pasukan Israel melawan para pemrotes kota-kota Tepi Barat tersebut, menurut pernyataan pertama Bulan Sabit Merah Palestina.

Di Gaza, 32 warga Palestina terluka dalam bentrokan antara para pemuda Palestina dengan pasukan Israel di garis perbatasan. Berbagai kelompok Palestina meneriakkan demonstrasi besar-besaran di Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada Sabtu, menyusul pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS.

Sejak Jumat (9/12), empat warga Palestina menjadi martir dan ratusan lainnya terluka dalam bentrok dan serangan udara di jalur Gaza dan Tepi Barat.

Menurut pernyataan dari tentara Israel, ada 20 titik bentrokan di sepanjang Tepi Barat dan Gaza. Nyaris 600 orang melemparkan batu kepada pasukan Israel dan membakar ban di Tepi Barat, kata pernyataan itu, menambahkan sekitar 450 pemrotes turun ke jalan di Gaza.

Menurut polisi Israel, setidaknya enam warga Palestina diringkus sementara 2 anggota pasukan Israel terluka selama bentrokan di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

Sementara itu, komite Palestina di kamp pengungsian Tepi Barat pada Sabtu menolak menemui anggota PBB yang merupakan warga negara AS sebagai protes pada keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Kami telah menginformasikan kepada PBB jika warga negara AS di Tepi Barat dan Yerusalem tidak diterima di kamp pengungsi Palestina,” kata Mahmoud Mubarak, Kepala Kantor Eksekutif Tepi Barat, dilansir Anadolu Agency. “Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk kota Yerusalem,” tambah dia.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak akan menemui Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence pada bulan ini untuk menentang keputusan pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata Menteri Luar Negeri Palestina pada Sabtu.

Kekerasan terjadi selama tiga hari belakangan di Gaza akibat keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu, yang membalik politik luar negeri pendahulunya terhadap Timur Tengah.

Pada Sabtu, serangan udara Israel menewaskan dua orang bersenjata Palestina setelah kelompok keras menembakkan sejumlah roket ke permukiman Israel sehari sebelumnya.

Pengakuan Trump terkait kedudukan Yerusalem itu memicu kemarahan dunia Arab sekaligus mengecewakan sekutu Barat-nya, yang menyatakan keputusan tersebut menghancurkan upaya perdamaian dan mengancam menciptakan kekerasan baru di Timur Tengah.

Pada Sabtu malam, menteri luar negeri negara Timur Tengah mendesak Amerika Serikat membatalkan pengakuannya itu. Liga Arab, dalam pernyataan tertulis seusai menggelar pertemuan darurat di Kairo, menyebut keputusan Trump tersebut "pelanggaran berbahaya terhadap hukum internasional".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian bereaksi atas kritik tersebut pada Minggu, sebelum bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.

"Saya mendengar (dari negara-negara Eropa) suara kecaman terhadap keputusan bersejarah Presiden Trump, namun saya tidak mendengar kecaman terhadap penembakan roket yang menghujani Israel (yang terjadi usai pengakuan tersebut)," kata Netanyahu.

Israel bersikukuh semua wilayah Yerusalem adalah bagian dari ibu kota mereka. Sementara Palestina menuntut Yerusalem Timur menjadi ibu kota bagi negara Palestina merdeka di masa mendatang.

Sebagian besar negara mengakui Yerusalem Timur, yang dianeksasi oleh Israel dalam perang 1967, sebagai wilayah jajahan sehingga statusnya harus ditentukan melalui perundingan antara Israel dengan Palestina.

Pemerintahan Trump sendiri mengaku masih berkomitmen terhadap perundingan damai Israel dengan Palestina, bahwa Yerusalem akan menjadi ibu kota Palestina dan netral terhadap penetapan batas kota.

Dalam menanggapi keadaan itu, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan akan mencari sponsor perundingan baru untuk menggantikan Amerika Serikat. Palestina juga akan mengupayakan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk keputusan Trump.

"Kami akan mencari mediator baru dari negara-negara Arab dan komunitas internasional," kata Maliki kepada sejumlah wartawan sebelum pertemuan Liga Arab di Kairo.

Sumber dari kantor kepresidenan Turki mengatakan bahwa Presiden Tayyip Edogan dan Macron akan berupaya membujuk Amerika Serikat agar mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

Di sisi lain, Pence juga memperoleh penolakan dari Gereja Koptik di Mesit. Sebelum mendapatkan penolakan itu, Pence dijadwalkan bertemu dengan Abbas pada 19 Desember. (KNC/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px