Log in

Praktisi Hukum: Tak Mungkin Tamin Hanya Bermain dengan Seorang Hakim

Pengusaha tersangka suap hakim PN Sumut, Tamin Sukardi di mobil tahanan KPK. Pengusaha tersangka suap hakim PN Sumut, Tamin Sukardi di mobil tahanan KPK.

Pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Satgas penindakan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin pekan lalu terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, Hakim Sontan Merauke Sinaga dan Hakim Adhoc Tipikor Merry Purba serta Panitera Pengganti Helpandi dan dua orang pihak swasta yakni Tamin Sukardi dan suruhannya, Hadi Setiawan terus menuai perbincangan di kalangan publik.

Apalagi setelah dilakukan pemeriksaan 1x24 jam, penyidik KPK ternyata hanya menetapkan Merry Purba, Helpandi,Tamin Sukardi, dan Hadi Setiawan sebagai tersangka suap, tanggapan pro kontra di tengah masyarakat Sumut terus bermunculan.

Praktisi Hukum Dr Adi Mansar Lubis pun angkat bicara. Menurutnya sekelas pengusaha kelas kakap seperti Tamin Sukardi tidak mungkin hanya bermain dengan orang-orang biasa, melainkan dengan orang-orang besar dan berpengaruh.

Dia mengibaratkan seperti bermain golf, Tamin menurutnya tidak akan mungkin hanya bermain dengan seorang "caddy" (pemungut bola di lapangan golf).  Tapi Tamin akan bermain dengan pemilik lapangan golf.

"Tidaklah mungkin seorang Tamin Sukardi hanya bermain dengan seorang caddy golf, tapi ia akan bermain dengan pemilik taman golf itu," kata Adi Mansar akhir pekan lalu.

Menurut Adi Mansar, Tamin Sukardi yang baru saja dihukum 6 tahun penjara oleh majelis hakim tipikor PN Medan dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Merauke Sinaga, dan Merry Purba adalah seorang pengusaha yang tentunya sudah kenyang pengalaman.

Sehingga Tamin tidak akan mungkin hanya bermain dengan Merry Purba yang notabene hanyalah seorang hakim ad hoc bila ingin mengamankan vonis yang akan dijatuhkan kepadanya dalam kasus penjualan 74 hektare aset PTPN II di Desa Helvetia,  Deli Serdang yang merugikan negara Rp132 miliar.

"Terlalu ceroboh dan nyaris tak masuk akal bila seorang Tamin Sukardi hanya bermain dengan hakim ad hoc, untuk meringankan hukumannya, itu sesuatu yang mustahil," tandas Adi Mansar.

Adi Mansar secara tegas bahkan menduga telah terjadi praktik mafia hukum dalam hal penetapan tersangka kasus OTT KPK di PN Medan.

"Saya melihat Tamin Sukardi ini perlu dibela, karena saya melihat telah terjadi praktik mafia hukum kepadanya dalam penetapan tersangka oleh KPK yang akhirnya melepaskan Ketua PN Medan Marsudin Nainggoan dan Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo serta Hakim Sontan Merauke Sinaga. Ada permainan mafia hukum dalam penetapan tersangka ini," tukasnya.

Adi Mansar juga mengatakan, di dalam tubuh KPK ada prosedur yang sangat ketat dalam hal operasi tangkap tangan. "Tidak mungkin KPK sembarangan membawa orang apalagi seorang Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan, bila tidak ada petunjuk dan alat bukti yang kuat," tegas Adi.

Sebelumnya, usai penangkapan oleh KPK, Humas PN Medan Erintuah Damanik kepada wartawan juga secara tegas menyatakan adapun barang bukti uang dalam mata uang dolar Singapura ditemukan KPK di dalam laci meja Hakim Sontan Merauke Sinaga dan Merry Purba.

"Iya tadi KPK menemukan barang bukti uang dollar di laci meja pak Sontan dan Merry Purba," tegas Erintuah menjawab wartawan yang memburunya sesaat setelah KPK melakukan OTT di Gedung B PN Medan, Senin pekan lalu.

Meski dinyatakan tidak terlibat menerima uang suap dari Tamin Sukardi, Mahkamah Agung (MA) akhirnya mencopot jabatan Ketua dan Wakil Ketua PN Medan dari Marsudin Nainggolan dan Wahyu Prasetyo Wibowo dan menonpalukannya di Mahkamah Agung.

Padahal sesuai rencana Marsudin akan dilantik menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar Bali ,sedangkan Wahyu akan dilantik menjadi Ketua PN Serang Banten. Menurut Humas PN Medan Jamaluddin, kedua petinggi PN Medan itu tidak jadi dilantik namun ditarik ke MA dan tidak memiki palu. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 8.05 km/h

  • 16 Nov 2018 29°C 22°C
  • 17 Nov 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px