Log in

Polres Binjai Ungkap Misteri Tengkorak di Kebun Tebu

Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak didampingi Kasatreskrim AKP Hendro Sutarno saat memaparkan kasus pembunuhan Septian. Kapolres Binjai AKBP Donald P Simanjuntak didampingi Kasatreskrim AKP Hendro Sutarno saat memaparkan kasus pembunuhan Septian.

Tim Satreskrim Polres Binjai mengungkap misteri tengkorak dan tulang belulang manusia yang ditemukan seorang warga di areal perkebunan tebu milik PTPN II Kebun Tandam Hilir, Blok 87, Desa Tandam Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (8/3) lalu.

Tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut ternyata adalah Septian (20), warga Dusun III, Jalan Sayur, Gang Perjuangan, Desa Tandem Hilir, yang dilaporkan keluarganya hilang beberapa waktu lalu.

Dari hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan polisi setelah mengungkap identitas tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut, ternyata Septian merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh Rahma Gustiyawan alias Dika alias Borjong (24) dan Reza (21), yang tak lain adalah teman sekampung korban.

“Kedua tersangka sudah kita tangkap,” kata Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno kepada wartawan, Selasa (13/3).

Hendro memaparkan pengungkapan kasus itu berawal dari penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia oleh Terinem (46) ketika sedang bekerja memanen tebu di areal perkebunan PTPN II tersebut pada, Kamis (8/3) lalu sehingga sempat membuat geger warga.  

Pihak kepolisian yang mendapat laporan kemudian mulai melakukan penyelidikan. Selain mengidentifikasi korban dari pakaian yang ditemukan di lokasi, polisi juga mencocokkan DNA korban dengan orang-orang yang dicurigai sebagai keluarga. Hasilnya, tengkorak dan tulang belulang manusia itu ternyata adalah Septian, anak dari pasangan suami istri Sutiono dan Suriana.

Setelah identitas korban diketahui, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan. Sebab, polisi menemukan fakta bahwa Septian merupakan korban pembunuhan. Dari penyelidikan tersebut, polisi kemudian menangkap Rahma Gustiyawan (RG) alias Dika alias Borjong dan Reza.

Saat disergap, Minggu (11/3), RG yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu berusaha kabur sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas. “Kita terpaksa menembak kakinya,” kata Hendro.  Hasil interogasi, RG mengaku terlibat pembunuhan Septian. Tapi aksi itu tak dilakukan sendirian, melainkan bersama temannya, Reza.

Dari pengakuan RG itu, petugas lalu menangkap Reza, Senin (12/3) di terminal bus Blangkejeren, Aceh. Saat ditangkap, Reza yang juga bekerja sebagai buruh bangunan sempat berusaha kabur sehingga Reza pun terpaksa ditembak kakinya.

"Motif dari pembunuhan tersebut adalah sakit hati, karena sebelumnya tersangka RG selalu diejek-ejek oleh korban dengan perkataan, RG kalau mau beli sabu mencuri uang orangtuanya dan ketahuan, dan hal tersebut selalu diucapkan oleh korban," ujar Donald.

Menurut pengakuan kedua tersangka, sebelum korban dibunuh, mereka bertiga awalnya mengonsumsi sabu di areal perkebunan tebu PTP N II Kebun Tandam Hilir. Saat lagi asyik pesta sabu, tersangka RG kemudian mencabut pisau yang telah dipersiapkannya dan menikam tubuh korban lima kali hingga tewas. Sedangkan Reza dalam kejadian itu turut membantu memegangi korban. 

Setelah korban tewas, kedua tersangka melarikan sepeda motor korban dan meninggalkan korban begitu saja di lokasi hingga akhirnya ditemukan warga tinggal tengkorak dan tulang belulang. Kapolres Binjai menegaskan kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 dengan ancaman penjara hukuman seumur hidup. (DED)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 98%

Wind: 11.27 km/h

  • 24 Sep 2018 30°C 23°C
  • 25 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px