Log in

Polisi Geledah Kantor Disporasu

Penyidik Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut saat melakukakan penggeledahan ruangan Kabid Sarpras Disporasu, Kamis (18/7). Penyidik Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut saat melakukakan penggeledahan ruangan Kabid Sarpras Disporasu, Kamis (18/7).

Dugaan Korupsi Renovasi Sirkuit Tartan

Medan-andalas Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) di Jalan Willem Iskandar Medan digeledah penyidik Subdit III/Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Sumut, Kamis (18/7) siang. Mereka memeriksa berkas berkaitan kasus korupsi pengerjaan renovasi lintasan sirkuit atletik Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Sumut.

Pemeriksaan dimulai dari ruangan Kabid Sarana Prasarana dan Kemitraan, Sujamrat, yang sudah  ditetapkan sebagai tersangka kasus itu. Setelah itu, penyidik Tipikor memeriksa sejumlah ruangan kepala seksi (Kasi) sarana prasarana dan terakhir ruangan kepala dinas.

Tim Tipikor Poldasu tiba di kantor Disporasu sekira pukul 09.30 WIB, dipimpin Kasubdit III/Tipidkor Dit Reskrimsus Poldasu, Kompol Roman S Elhaj didampingi Kanit Unit IV Kompol Hartono bersama sejumlah anggota.

Saat pemeriksaan sejumlah ruangan, disaksikan Sekretaris Disporasu Rudi Rinaldi dan Kepala Dusun 8 Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang Pribadi Sitepu. Kepada wartawan, Kompol Roman S Elhaj mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan tindaklanjut penyidikan kasus korupsi pengerjaan renovasi lintasan sirkuit Tartan Atletik PPLP Provsu dengan pagu anggaran Rp4.797.700.000. Dalam kasus itu temuan kerugian negara Rp1,5 miliar lebih.

Dia mengaku telah memeriksa sejumlah dokumen dan komputer. "Ada 23 item yang kami bawa untuk pengembangan kasus ini, salah satunya komputer," aku Roman. Sekretaris Disporasu Rudi Rinaldi dikonfirmasi tidak berbicara banyak. Dia  hanya menyatakan menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada penyidik Poldasu. "Kami serahkan sepenuhnya kasus ini ke Polda," ujarnya.

Warning bagi ASN

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah, mengaku sudah mendengar informasi kantor Disporasu digeledah Penyidik Subdit III/Tipikor Diteskrimsus Polda Sumut, Kamis (18/7).

Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, mengatakan menghormati proses hukum yang dilakukan Polda Sumut. "Pastinya ini kita serahkan ke aparat penegak hukum," kata Ijeck menjawab wartawan di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (18/7).

Menurut Ijeck, kalau memang terbukti bersalah, berarti pejabat yang diduga melakukan korupsi itu harus bertanggung jawab. "Harus bertanggung jawab terkait siapa yang melaksanakadan siapa yang mengelola, apakah itu anggaran maupun program," sebutnya.

Pemprov Sumut pastinya, lanjut Ijeck, tidak akan menutup-nutupi kalau terbukti bersalah. "Tetapi kalau memang tidak terbukti bersalah dan Inspektorat Sumut nantinya bisa membuktikannya, tetapi itu semuanya kembali pada apa hasil pemeriksaaan nanti," sebut Ijeck.

Lalu apakah nantinya Pemprov Sumut memberikan bantuan hukum, Ijeck mengatakan masih mengamati kasus itu. "Nanti melalui Inspektorat juga kita akan cek lagi. Kalau memang perlu bantuan hukum, kita akan berikan, tapi kalau memang terbukti bersalah, tinggal di pengadilan nantinya. Tapi bukan berarti kita lepas tangan, tapi ada prosesnya nantinya," sebutnya.

Lebih lanjut disebutkannya kasus korupsi yang diduga dilakukan oknum pejabat Disporasu itu menjadi warning bagi para pejabat dan seluruh ASN Pemprovsu agar tidak bermain-main dalam pengelolaan anggaran dan program kerja.

"Kasus ini menjadi pembelajaran dan saya kira bukan hanya pembelajaran lagi ya, saya rasa sudah beberapa kali sebelum di zaman kami juga sudah ada kasus-kasus seperti ini. Harapan kita bersama Pak Gubernur Edy Rahmayadi, ASN jangan bermain-main dalam mengelola anggaran dan menjalankan program," pungkas Ijeck. (DA/WAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px