Log in

Poldasu Sita 38 Kg Sabu

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw memperlihatkan barang bukti sabu dan para tersangka sindikat internasional saat menggelar konferensi pers di RS Bhayangkara, Medan, Rabu (6/12). andalas|dedi afrizal Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw memperlihatkan barang bukti sabu dan para tersangka sindikat internasional saat menggelar konferensi pers di RS Bhayangkara, Medan, Rabu (6/12). andalas|dedi afrizal

14 Tersangka Ditangkap, Keterlibatan AKP BS dan Bripda YMS Didalami

Medan-andalas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut membongkar sindikat narkotika jaringan internasional yang melibatkan dua oknum polisi dengan menyita barang bukti sabu-sabu seberat 38 kilogram dari lima penyergapan terpisah sejak 25 November hingga 5 Desember 2017.

Sebanyak 14 orang tersangka ditangkap, dua diantaranya oknum polisi berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) dan brigadir polisi dua (bripda). Polisi juga menembak mati seorang tersangka, sedangkan dua lainnya dilumpuhkan dengan tindakan terukur berupa tembakan di kaki.

“Sindikat pengedar sabu-sabu jaringan internasional ini sudah sekitar tiga bulan kita selidiki dan intai. Ada 14 orang yang kita tangkap, seorang diantaranya dihentikan di tempat (ditembak mati),” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Hendri Marpaung dan Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting, Rabu (6/12) di RS Bhayangkara Medan.

Menjawab andalas, jenderal bintang dua tersebut menyatakan, pihaknya masih mendalami keterlibatan dan peran dua oknum Polri, yakni AKP BS (44) dan Bripda MHD YM Sitompul (22).

Dari keduanya tidak ditemukan barang bukti narkotika. Tes urine terhadap kedua anggota "Tribrata" tersebut juga belum diketahui karena penyidik masih mendalami keterangan mereka. Keduanya akan diproses pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut.

“Tidak ada barang bukti ditemukan pada kedua oknum Polri tersebut, tapi mereka berada di lokasi penangkapan. Kita masih dalami, apakah mereka mengenal para tersangka karena berteman atau memang jaringannya. Urine mereka juga masih kita dalami. Biarkan Propam yang akan menangani selanjutnya,” kata mantan Wakaba Intelkam Polri tersebut.

Kapolda mengungkapkan, pengungkapan itu berawal dari informasi tentang adanya jaringan internasional yang akan mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu-sabu di Sumut. Ada tiga informasi yang didalami. 

Penyelidikan akhirnya menunjukkan titik terang. Petugas menangkap sejumlah anggota jaringan narkotika itu di beberapa tempat. Penangkapan pertama dilakukan pada Sabtu (25/11). Petugas menangkap Mudawali (31), warga Jalan Mariendal I, Gang Madrasah, Desa Mariendal I, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang.

Mudawali ditangkap di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh Desa Batu Lenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, tepatnya di depan warung internet (warnet). Dari tersangka polisi menyita barang bukti berupa enam bungkus plastik hijau bertuliskan Guan Yin Wang yang ternyata berisi sabu-sabu dengan berat masing-masing 1 Kg.

Dari hasil interogasi yang dilakukan polisi mendapatkan sejumlah informasi dari Mudawali. Penyelidikan pun mengembang ke tempat penyimpanan sabu dari jaringan mereka yang berada di Medan.

Penangkapan kedua dilakukan pada Selasa (28/12) pagi. Petugas meringkus Paujari (45) di kediamannya di Jalan Pasar I, Lingkungan VII,  Kecamatan Medan Marelan, Medan. Dari rumah Paujari, polisi menyita barang bukti 6 Kg sabu.  

Selanjutnya polisi mengembangkan penyelidikan ke Desa Sampali, Deli Serdang. Sewaktu pengembangan, Paujari mencoba melarikan diri. Petugas pun terpaksa melumpuhkan Paujari dengan menembak kaki kanannya. Dari hasil interogasi terhadap Mudawali dan Paujari, petugas mendalami informasi tentang adanya pengiriman sabu-sabu dari Tanjung Balai menuju Medan.

Pada Minggu (3/12) diperoleh informasi, anggota jaringan tersebut akan menjemput narkoba di Jalan Turi, Medan. Sekira pukul 11.00 WIB, petugas membuntuti pelaku penjemput sabu di Jalan Turi dengan pengendarai mobil.

Polisi sempat melakukan pengejaran hingga ke Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia karena penjemput barang haram tersebut berupaya kabur. Dua orang tersangka berhasil ditangkap. Dari penggeledahan ditemukan satu tas berisi 15 bungkus sabu dikemas bungkusan teh warna kuning bertuliskan Guan Yin Wang. Berat masing-masing bungkusan 1 Kg.

Dua tersangka yang ditangkap yakni Conary Pernando Sitorus (46), warga Jalan Sunggal, No 75, Kecamatan Medan Sunggal, Medan dan Gema Sitorus (56), sopir, warga Desa Suka Maju Indah, Kecamatan Sunggal.

Kedua tersangka mengaku sabu-sabu tersebut berasal dari Koro. Polisi kemudian menangkap pelaku yang menyerahkan barang tersebut setelah menabrak mobil Kijang Krista hitam yang dikemudikannya di depan lapangan bola menuju arah Namorambe.

Belakangan terungkap, pelaku bernama Mhd Diani Sitorus (40) alias Dani alias Koro, merupakan warga Teluk Nibung, Desa Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Polisi juga mengamankan tiga rekan Koro, yakni Riawan (34) alias Athong warga Jalan Ring Road/Jalan Gagak Hitam, No 9-A, Kecamatan Sunggal;  Kapolsek Lolowau, Nias Selatan, AKP BS warga Jalan Duria, Kompleks Royal Duria, No 2-A, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan; dan anggota Polres Tanjung Balai Bripda YMS (22), warga Jalan Kampung Jawa, Gang ,Ule Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara,  Kabupaten Labuhan Batu.

Setelah mengamankan seluruh tersangka, petugas mengembangkan lagi keterangan mereka. Hasilnya, ditangkap kembali dua kurir yang mengambil pesanan sabu-sabu masing-masing bernama Arif Ari Body (28), warga Tanjung Baru, Pasar IX, Jalan Bakaran Batu, Dusun II, Kecamatan Tanjung Morawa,  Kabupaten Deli Serdang. Dia memesan 2 Kg sabu. Kemudian, Jonny (45), warga Jalan Titi Papan, Simpang Dobi, Gang Nuri, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli. Dia memesan 3 Kg sabu.

Setelah dilakukan interogasi diketahui sabu 3 Kg itu telah dibawa pergi ke daerah Helvetia, Medan. Kemudian dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka Koro yang mengetahui lokasi 3 Kg sabu tersebut disembunyikan. Tetapi saat turun dari mobil, Koro berupaya melawan polisi. Dia mencoba merebut senjata polisi, sehingga diberi tindakan tegas, ditembak mati.  

Penangkapan Keempat dan Kelima

Dari hasil interogasi terhadap pelaku yang sudah tertangkap diketahui dari jaringan mereka ada sabu yang terjual ke Tanjung Pura, Langkat sehingga polisi menyelidikinya, Senin (4/12). Penyelidikan sampai ke Jalan Titi Baru, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung Pura.

Pada pukul 11.00 WIB, diketahui ada tiga orang yang diduga membawa sabu, kemudian langsung ditangkap. Ketiganya, yakni M Aman Sapuan (22), Ahmad Zulvi (40), dan Alfa Chandra (35), ketiganya warga Desa Pekuburan, Kecamatan Tanjung Pura.

Dari ketiganya, petugas menyita barang bukti sebungkus sabu dikemas  bungkus teh bertuliskan Guan Yin Wan seberat 1 Kg. Saat akan dilakukan pengembangan, M Aman Sapuan berupaya melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan menembak kakinya.

Dari hasil interogasi terhadap pelaku dilakukan pengembangan pada Selasa (5/12) sekira pukul 23.00 WIB. Tim menangkap anggota sindikat narkotika di Jalan Putri Hijau, Medan, tepatnya di depan Merdeka Walk. 

Seorang tersangka ditangkap bernama Suryono (44), warga Jalan Perjuangan, Gang Tunggal, No 19, Kecamatan Medan Perjuangan. Dari tangannya, disita barang bukti berupa sekarung sabu berisi 10 bungkus masing-masing seberat 1 Kg. Polisi juga menyita satu unit mobil Avanza hitam berplat BK 1674-KD. Namun saat akan dikembangkan, tersangka Suryono berupaya melarikan diri sehingga kakinya ditembak.

Dari lima kali pengungkapan ini, Ditresnarkoba Poldasu telah menyita 38 Kg sabu-sabu, menangkap 14 orang tersangka dengan rincian 3 orang pelaku ditembak di kaki, seorang pelaku tewas karena ditindak tegas, dan dua tersangka merupakan oknum Polri.

Keseluruhan tersangka tersebut merupakan jaringan internasional yang dikendalikan oleh bandar dari Malaysia bernama Polytron. Selanjutnya masih akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pengendali jaringan internasional ini yang berada di Malaysia.

Mereka akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya yakni pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (DA)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 11 Dec 2017 28°C 23°C
  • 12 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px