Log in

Poldasu Bantah Periksa Ustaz Irfan Hamidi dalam Kondisi Sakit

Ustaz Irfan Hamidi sakit Ustaz Irfan Hamidi sakit

Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) Sumatera Utara (Sumut) Ustaz H Irfan Hamidi dikabarkan koma usai menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Informasi ini dikabarkan lewat akun resmi Twitter Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara, @gnpfulama_sumut.

Akun ini mengunggah video Ustaz Irfan sedang sekarat. Dalam video itu, beberapa orang tampak mengelus-elus dada Ustaz Irfan sambil berdoa. Terdengar suara seorang wanita menangis tanpa henti.

“ZALIMNYA Polisi zaman NOW, Tokoh ummat (H. Irfan-Ketua KAUMI) sedang sakit dipaksa PANGGIL ke markas. Sungguh pemaksaan yang TAK beradab, akibatnya beliau sakit lagi dan langsung dibawa ke rumah sakit,” tulis akun tersebut.

Pada postingan berikutnya, Twitter @gnpfulama_sumut mengabarkan bahwa Ustaz Irfan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Columbia Medan.

“Assalamu’alaikum! Para Ustadz, pejuang keadilan, tolong doakan Haji Irfan Hamidy Ketua KAUMI yg sekarang dibawa ke rumah sakit Colombia medan, semoga ALLAH berikan kekuatan dan kesehatan kepada beliau, Aamiin,” cuitnya.

Video dan foto Ustaz Irfan sedang sakit langsung menyebar di media sosial dan grup WhatsApp. Video dan foto itu disertai keterangan bahwa Ustaz Irfan sakit usai diperiksa polisi.

“Haji Irvan tokoh melayu belawan dipaksa bawa ke ditreskrimsus poldasu dalam keadaan sakit dan dalam rekomendasi istirahat total oleh dokter akhirnya koma di ruang pemeriksaan ditreskrimsus poldasu. Saat ini di larikan ke rs columbia dalam keadaan kritis dan coma,” demikian isi pesan berantai tersebut.
    
Polda Sumut Membantah

Menanggapi video dan foto yang beredar tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membantah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Ustaz Irfan Hamidi dalam kondisi sakit.

"Penyidik Poldasu tidak mungkin melakukan pemeriksaan jika keadaan Ustaz Irfan sedang sakit, apalagi dia saat datang ke Poldasu didampingi kuasa hukumnya. Lagi pula, di awal pemeriksaan, selalu ada pertanyaan apakah yang bersangkutan saat ini dalam keadaan sehat. Yang bersangkutan mengatakan sehat," terang Tatan kepada wartawan, kemarin.

Juru bicara Poldasu itu menjelaskan, kronologi dan alasan Ustaz Irfan dimintai keterangan penyidik Polda Sumut, berawal pada 7 Januari 2019, Subdit Cyber Ditreskrimsus Poldasu telah menerima pelimpahan berkas laporan polisi LP /385/XII/2018/SU/SPKT PEL BLWN tanggal 3 Desember 2018 tentang perkara penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap anggota Babinkamtibmas Polsek Belawan bernama Aiptu Budi yang dituding ikut sebagai pengedar narkoba.

Kemudian, menuding anggota Bhabinkamtibmas tersebut sebagai perusak dan tidak ada gunanya di masyarakat, yang diduga dilakukan oleh H Irfan Hamidi. Bahkan, pesan tersebut disebut-sebut dikirimkan atau diteruskan kepada Kapolsek Belawan, Kasat Narkoba, Kasat Binmas, serta Camat Belawan.

Berdasarkan keterangan saksi, kalimat tersebut juga dikirim atau diteruskan Irfan ke group WhatsApp DPP KAUMI. Masalah itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib. Berdasarkan laporan itu, sambung Tatan, pada 11 Januari 2019 dilakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan terlapor, serta mengamankan barang bukti.

Pada 17 Januari 2019, dilakukan gelar perkara dan kemudian status perkara dinaikkan ke tingkat penyidikan. “Kemudian pada tanggal 21 Januari 2019, penyidik memanggil H Irfan untuk datang memberikan keterangan pada Kamis 24 Januari 2019. Namun, yang bersangkutan tidak hadir karena sakit dan mengirimkan surat sakit dari Rumah Sakit Colombia Asia Medan dengan keterangan dokter perlu istirahat selama 14 hari, mulai dari 25 Januari 2019 sampai 8 Februari 2019," beber Tatan.

Selanjutnya, jelas mantan Wakapolrestabes Medan itu, penyidik kembali melayangkan surat panggilan kedua pada 2 Februari 2019, untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dan diminta hadir pada 6 Februari 2019.

Namun, Ustaz Irfan kembali tidak dapat memenuhi panggilan penyidik karena alasan sakit. “Tanggal 7 Februari 2019, pihak H Irfan Hamidi, mengirimkan surat keterangan rawat dari Rumah Sakit Colombia, yang menyatakan pada tanggal 6 Februari 2019, H Irfan Hamidi masih dirawat di RS Colombia,” ungkap Tatan.

Untuk memastikan alasan tersebut, pada 8 Februan 2019 pagi, penyidik kemudian mengecek dan mendatangi RS Colombia, menanyakan kondisi kesehatan Irfan Hamidi. Tapi, pihak RS Colombia Asia menyampaikan, Irfan Hamidi sudah keluar dari rumah sakit.

Kemudian, 8 Februari 2019 sekira pukul 15.30 WIB, Irfan Hamidi beserta keluarga dan pihak lawyer datang ke Subdit Cyber Ditkrimsus untuk memberikan keterangan sebagi saksi.

“Selanjutnya penyidik memeriksa H Irfan Hamidi sebagai saksi yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan atau BAP saksi. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dan tanpa adanya paksaan,” tegas Tatan.  

Namun, setelah selesai dilaksanakan pemeriksaan saksi, secara mendadak kondisi kesehatan Irfan Hamidi turun. Selanjutnya, penyidik memanggil dokter dari Biddokes Poldasu untuk memeriksa kondisi kesehatan Irfan Hamidi.

“Atas rekomendasi Dokter Biddokes, H Irfan Hamidi harus dirujuk ke rumah sakit,” kata Tatan.  

Selanjutnya, Biddokes menyiapkan ambulans Biddokes dengan rencana untuk segera membawa Irfan Hamidi ke RS Bhayangkara. “Tetapi dari pihak keluarga H Irfan Hamidi, menolak menggunakan ambulans Biddokes dan memilih menggunakan mobil pribadi untuk membawa ke RS Colombia Asia Medan,” jelas Kabid Humas.

Sampai kemudian muncul isu telah terjadi pemaksaan pemeriksaan kepada seorang ustaz walau kondisinya sedang sakit.  “Padahal, Saudara Irfan bersama koleganya dan kuasa hukum datang dengan niat dan kesadaran sendiri setelah merasa diri cukup sehat untuk menghormati dan memenuhi panggilan dari penyidik. Kita juga pasti akan maklum, apabila pihak yang dikirimi surat panggilan sedang sakit dan tidak mungkin melakukan pemaksaan untuk diperiksa,” kata Tatan.

Tatan juga menyampaikan salah satu poin utama dan pertama dari Berita Acara Pemeriksaan yang ditanyakan, adalah apakah yang diperiksa sehat jasmani dan rohani. “Itu dibuktikan dengan adanya BAP saksi yang didampingi kuasa hukum dan menerangkan  dirinya sehat saat diperiksa,” pungkas Tatan. (PJS/DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px