Log in

Polda Sumut Ungkap Perdagangan 25 WNI ke Malaysia

Wakil Direktur Reskrimum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak didampingi Kasubdit IV/Renakta Kompol Reinhard Nainggolan perlihatkan barang bukti kasus perdagangan orang, Jumat (12/7). Wakil Direktur Reskrimum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak didampingi Kasubdit IV/Renakta Kompol Reinhard Nainggolan perlihatkan barang bukti kasus perdagangan orang, Jumat (12/7).

Medan-andalas Subdit IV/Renakta Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut berhasil mengungkap upaya  penyelundupan 25 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Teluk Nibung Kota Tanjung Balai ke Malaysia, Rabu (10/7).

"Mereka diberangkatkan secara ilegal tanpa dilengkapi dengan paspor," terang Wakil Direktur Reskrimum Polda Sumut, AKBP Donald Simanjuntak didampingi Kasubdit IV/Renakta Kompol Reinhard Nainggolan kepada wartawan, Jumat (12/7).

Dijelaskannya, ke-25 WNI tersebut terdiri 19 pria dan 6 wanita. Mereka akan diberangkatkan menaiki kapal kayu dengan bayaran bervariasi kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.

"Nantinya, mereka akan dipekerjakan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia," sebut Donald.

Dalam kasus penyelundupan manusia (people smuggling) ini, sambung Donald, pihaknya berhasil menangkap seorang agen penyalur bernama Amirullah Abdullah. Turut diamankan barang bukti berupa 1 unit kapal mesin 6 feston, dan uang tunai sebesar Rp 1,6 juta.

"Modusnya, pelaku mencari orang-orang untuk dijadikan tenaga kerja ke Malaysia, namun tidak resmi. Praktik ini dilakukan melalui jalur tikus di Tanjung Balai untuk keuntungan pribadi atau kelompok," jelasnya.

Kini, petugas tengah memburu dua pelaku lagi. Polda Sumut akan berkoordinasi dengan pihak Malaysia untuk menangkap cukong perdagangan manusia tersebut. Tersangka disangkap melanggar Pasal 120 UU RI Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

"Dari 25 korban ini, sembilan orang diantaranya empat laki-laki dan lima perempuan merupakan asal Sumut, satu laki-laki asal Sulawesi Barat, empat orang, tiga laki-laki dan satu wanita asal Aceh, satu laki-laki asal Riau, dan sembilan laki-laki asal Jambi," paparnya.

Sementara, Kasubdit IV/Renakta Kompol Reinhard Nainggolan menyebutkan, dalam kasus ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap 2 orang DPO lainnya.

Keduanya yakni berinisial A berperan mengumpulkan calon TKI dari masing-masing agen, serta S selaku pemilik kapal.

"Keduanya masih kita kejar. Sedangkan terhadap tersangka Amirullah Abdullah sudah di tahan," tandasnya.

Sedangkan Amirullah mengaku memperoleh keuntungan sebesar Rp 400 ribu rupiah dari satu orang yang berhasil diberangkatkan. Para calon TKI ini setelah dikumpulkan di Malaysia, selanjutnya akan disebar ke sejumlah daerah untuk bekerja.

"Kalau peran saya hanya mencari saja dan saya disuruh Amir," sebutnya.

Amirullah juga mengaku baru dua kali melakukan pengiriman calon TKI ke Malaysia ini.  Sebelumnya, dia berhasil mengirim dua orang saja dan anaknya.

"Mereka ini sebetulnya sudah pernah bekerja di Malaysia. Jadi, ini saya hanya menyalurkan saja," akunya. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px