Log in

Pilpres 2019 Membentuk Poros Ketiga Butuh Keajaiban


Surabaya-andalas Ketua MPR yang juga Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengemukakan butuh keajaiban untuk mewujudkan apabila ada pihak yang mewacanakan poros ketiga dalam Pemilihan Presiden 2019.

 "Untuk mewujudkan (wacana) poros ketiga butuh keajaiban," kata Zulkifli Hasan usai makan malam di "de kampung" di Surabaya Town Square (Sutos) di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/4) malam.

Zulkifli mengemukakan, pihaknya justru sedang menggagas koalisi nasional untuk menghadapi pemilihan presiden (pilpres) mendatang. Koalisi nasional digagas untuk merajut kembali Merah Putih.

Koalisi ini untuk menguatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa. "Tidak memecah belah, tidak bermusuhan, tetapi untuk kepentingan nasional kita. 'National interest', " katanya.

Menurut Zulkifli, gagasan mengenai koalisi nasional sedang dibahas partai-partai politik. Namun Zul belum menjelaskan secara rinci mengenai jumlah partai dan partai apa saja yang membahas gagasan tersebut.

Pendapat senada dikemukakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Dia menyatakan, rencana pembentukan poros ketiga dalam Pilpres 2019 makin sulit. Terutama setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap maju sebagai calon presiden.

"Ya memang Pak Zulkifli Hasan katanya mau bentuk kelompok ketiga itu, tetapi kelihatannya makin sulit. Apalagi kalau Pak Prabowo betul-betul siap maju sebagai calon, pembentukan kelompok ketiga itu memang agak sulit," kata Yusril di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (18/4).

Yusril mendatangi Gedung KPK untuk menemani kliennya, yakni mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung. Arsyad diperiksa sebagai tersangka dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Saya ikut pengalaman tahun 1999, pada waktu itu ada poros tengah. Itu memang mungkin digalang karena yang memilih kan MPR, kalau sekarang ini yang milih rakyat bikin poros tengah itu tidak mudah mewujudkan," ucap Yusril.

Yusril pun belum bisa memastikan ke mana arah koalisi partainya dalam pilpres 2019. "Alternatifnya kami belum putuskan ke arah mana, tetapi kalau untuk dukung Pak Jokowi, PBB sudah mengatakan tidak. Kalau Pak Jokowi calon tunggal, ya PBB dukung kotak kosong," ungkap Yusril.

Sementara itu, saat dikonfirmasi apakah partainya akan merapat ke Partai Gerindra, ia menyatakan bahwa sampai saat belum ada pembicaraan mengenai hal tersebut. "Gerindra sampai hari ini belum ada pembicaraan apa pun walaupun banyak sekali wacana-wacana disebutkan, tetapi belum ada keputusan apa pun yang kami ambil,” kata dia.

Yusril mengatakan, PBB tidak terlalu ngotot untuk memperebutkan kursi Calon Wakil Presiden untuk Prabowo. “Kami hormati rekan-rekan yang mungkin sudah merasa lebih berhak menjadi pasangannya Pak Prabowo. Saya tidak begitu ngotot atau apa. Jadi, saya biasa-biasa saja," tuturnya. (ANT/REP)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 94%

Wind: 6.44 km/h

  • 17 Aug 2018 30°C 24°C
  • 18 Aug 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px