Log in

Perubahan Nama Bandara Silangit Diprotes

Bandara Internasional Silangit. Bandara Internasional Silangit.

Taput-andalas Warga Parik Sabungan, Siborong-borong, Tapanuli Utara, memprotes keputusan Kementerian Perhubungan mengubah nama Bandar Udara (Bandara) Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII.

Penolakan tersebut disampaikan masyarakat sekitar bandara dan pemilik kepentingan pihak Sirajanipohan selaku keturunan penyerahan lahan untuk bandara tersebut.

"Dengan tegas kami menolak pergantian nama Bandar Udara Silangit menjadi Bandar Udara Raja Sisingamangara ke XII, sekali Silangit tetap menjadi Silangit," ujar Kepala Desa Parik Sabungan Mangatur Tampubolon, Minggu (9/9).

Mangatur mengatakan pihaknya tidak mengetahui kapan dan siapa yang mengusulkan pergantian nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII.

Diakuinya pada tanggal 7 Juni 2017 ada undangan rapat oleh pihak DPRD Tapanuli Utara, namun masyarakat Kenegerian Pohan khususnya Parik Sabungan bersama tokoh masyarakat dan keturunan penghibah lokasi menolak keras pergantian nama tersebut.

"Nama Silangit sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, nama tersebut memiliki arti yang cukup dalam serta sejarah sepanjang masa. Silangit merupakan singkatan dari Silang na di langit  (bahasa Batak) yang artinya hanya kepada Tuhan ada perlindungan. Nama Silangit muncul akibat banyak korban jiwa merebut dan mempertahankan daerah tersebut,'' katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tapanuli Utara Erikson Siagian mengaku terkejut dengan pergantian nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamamgaraja ke XII berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1404 Tahun 2018 tertanggal 3 September 2018.

Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara Bontor Hutasoit mengaku juga terkejut dengan keputusan itu karena tidak ada surat permohonan pergantian nama Bandara Internasional Silangit.

Bandara Silangit telah diresmikan pada tanggal 24 November 2017 oleh Presiden Joko Widodo dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tidak pernah mengeluarkan surat permohonan pergantian nama.

Pergantian nama Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII Internasional juga mendapat reaksi keras Bupati Taput Drs Nikson Nababan.

“Segera, kita akan melakukan langkah dan upaya pembatalan pergantian nama Bandara Silangit. Semua jalur akan ditempuh,” tegas Nikson, Sabtu kemarin.

Langkah ini dilakukan Pemkab Taput sehubungan munculnya gejolak terkait pergantian nama yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

”Hari ini, kita telah menerima surat keberatan masyarakat. Ini akan menjadi salah satu lampiran dalam surat sanggahan Pemkab Taput kepada Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan atas penetapan pergantian nama Bandara Silangit,” jelasnya.

Nikson berharap, seluruh upaya demi memperjuangkan suara masyarakatnya yang mengaku keberatan atas pergantian nama bandara akan berhasil mengembalikan nama Bandara Silangit.

Penolakan masyarakat merupakan hal yang lumrah, apalagi nama Bandara Silangit sudah diresmikan langsung Presiden Joko Widodo pada 24 September 2017 lalu.

“Dukungan pergantian nama yang mengatasnamakan Pemkab Taput bukan berasal dari dirinya sebagai Bupati, melainkan pengajuan dari Pelaksana tugas Bupati Taput, Mauliate Simorangkir, tertanggal 24 April 2018. Ketika itu saya nonaktif dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Taput," jelasnya.

Seharusnya, sambung Nikson, pengusulan perubahan nama itu berasal dari Bupati dan DPRD, bukan dari pelaksana tugas yang memiliki kewenangan terbatas.

“Seyogianya usulan pergantian nama oleh Pelaksana tugas Bupati ditolak oleh kementerian. Sebab, Mauliate Simorangkir hanya sebatas pelaksana bukan pembuat kebijakan,” tegasnya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan mengubah nama Bandar Udara Silangit yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII.

Melalui grup Badan Otorita Danau Toba di Medan, Sabtu (8/9), diketahui perubahan itu tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1404 tahun 2018 tentang Perubahan Nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII.

Keputusan Menhub tersebut disosialisasikan Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan Wahju Adji H melalui surat Nomor 243/Srt/B.IV/IX/2018 tertanggal 4 September 2018.

Dalam surat tersebut, Kepala Biro Hukum Kementerian Perhubungan Wahju Adji H menyebutkan bahwa keputusan perubahan nama bandara itu dilakukan pada 3 September 2018.

Surat tersebut ditujukan kepada Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara dan Direktur Bandar Udara Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Namun Wahju Adji tidak menjelaskan alasan dan pertimbangan yang melatarbelakangi pergantian nama Bandara Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII.

Ketua Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan dan perhubungan Ariwibowo mengaku belum mengetahui dan belum menerima salinan surat keputusan perubahan nama Bandara Silangit tersebut.

Namun politisi Partai Gerindra tersebut menyebutkan merespon positif perubahan nama menjadi Bandara Internaional Raja Sisingamangaraja XII. "Saya pikir bagus, karena itu lebih menunjukkan identitas bandara, apalagi nama Raja Sisingamangaraja XII sangat dikenal," katanya. (MI/MM/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

28°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 75%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Sep 2018 28°C 23°C
  • 22 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px