Log in

Perobek Alquran Ditangkap

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir saat memaparkan penangkapan tersangka perobek Alquran di Mapolrestabes Medan, Kamis (13/2) sore. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir saat memaparkan penangkapan tersangka perobek Alquran di Mapolrestabes Medan, Kamis (13/2) sore.

Polisi Menduga Ada Motif Terstruktur

Medan-andalas Pihak kepolisian akhirnya berhasil membekuk seorang tersangka pelaku perobekan lembaran kitab suci Alquran yang disebar di ruas Jalan Sisinga Mangaraja Medan belum lama ini. Tersangka ditangkap ketika akan melakukan perbuatan yang sama untuk kedua kalinya di Masjid Raya Al Mashun, Kamis (13/2) pagi sekitar pukul 06.10 WIB.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan, tersangka pelaku penyobekan kitab suci AlQuran yang dibekuk petugas itu berinisial DIM (Doni Irawan Malay)  seorang kuli bangunan warga Jalan Utama Medan Kota.

"Tersangka DIM (44 tahun) diamankan pihak kepolisian bertepatan ketika akan melakukan perbuatan yang sama untuk kedua kalinya di Masjid Raya Al Mashun, Kamis (13/2) pagi," kata Isir di Mapolrestabes Medan, Kamis (13/2) sore.

Berdasarkan penyelidikan dari hasil rekaman CCTV di sekitar lokasi, kata Kapolrestabes, perbuatan tersangka ini pertama kali dilakukannya pada Jumat (31/1) lalu. Modusnya, kata Isir, tersangka DIM masuk ke dalam masjid dan mengambil kitab suci Alquran dari almari yang ada di dalam masjid dan membawanya ke kamar mandi. Setelah berada di dalam kamar mandi, tersangka kemudian merobek salah satu lembaran kitab suci Alquran tersebut dan merobek-robeknya menjadi empat potongan.

Tersangka selanjutnya memasukkan robekan-robekan tersebut ke dalam kantong plastik dan mebuangnya di trotoar depan masjid hingga berserakan di ruas Jalan Sisingamangaraja Medan.

"Terlihat dalam CCTV tersangka berjalan dari areal masjid menuju ruas jalan dan kemudian membuang kantong plastik berisi robekan lembaran Alquran tersebut saat berdiri di trotoar. Robekan-robekan itu kemudian ditemukan warga dan menjadi pemicu kehebohan hingga akhirnya diselidiki polisi bersama pihak BKM Masjid Raya Al Mashun," jelasnya sembari memperlihatkan video rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kapolrestabes mengungkapkan, pihaknya saat ini masih mendalami lebih jauh aksi penistaan agama yang dilakukan tersangka dengan cara merobek-robek kitab suci Alquran. Isir menduga kuat hal tersebut dilatar belakangi motif yang lebih mendasar dan terstruktur melibatkan pihak lain.

"Ini yang masih terus kita dalami, apakah ada pihak lain yang terlibat di balik aksi yang dilakukan tersangka dengan tujuan tertentu. Kita menduga ada pihak-pihak yang berusaha ingin merusak kondusifitas Kota Medan melalui isu-isu yang bisa memancing konflik SARA seperti ini," ungkap mantan ajudan Presiden Jokowi ini. 

Dirinya mengimbau masyarakat khususnya umat Islam Kota Medan agar tidak terpancing emosi dengan adanya periatiwa berbau SARA tersebut. Pasalnya saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut sekaligus memproses hukum tersangka pelaku yang telah diamankan.

"Atas kasus ini tersangka dijerat Pasal 156 KUHPidana tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Kita imbau masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu beraroma SARA serupa ini, pihak kepolisian akan menindak hukum pelaku dan mendalami kasus tersebut," tandanya.(ACO)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px