Log in

Penelitian Pelajar Sumut Raih Prestasi Mengagumkan di NASA

Wagub Sumut Musa Rajekshah diabadikan bersama sejumlah siswi berprestasi SMA Chandra Kumala. Wagub Sumut Musa Rajekshah diabadikan bersama sejumlah siswi berprestasi SMA Chandra Kumala.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah kagum dan bangga melihat prestasi pelajar SMA Chandra Kumala yang berhasil masuk lima besar juara penelitian tingkat internasional di National Aeronautics and Space Administration (NASA) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan Wagubsu Musa Rajekshah ketika berkunjung ke Sekolah Chandra Kumala di Jalan Boulevard Timur Blok O, Komplek Cemara Asri, Medan Estate, Jumat (7/12).

"Awalnya saya tidak menyangka bahwa para pelajar di sini mampu meraih juara dalam penelitiannya di NASA Amerika Serikat. Pertama kali saya melihat proposol tentang rencana kepergian para siswa tersebut ke sana, apa betul atau tidak mereka ini ke NASA," katanya.

Ternyata keraguannya itu terjawab dengan berhasilnya delapan pelajar SMA  Chandra Kumala meraih prestasi di NASA. Tidak tanggung-tanggung, mereka berhasil meraih lima besar dan mengalahkan puluhan perwakilan negara lainnya.

"Luar biasa. Ternyata mereka mampu menjadi juara lima dan tidak hanya membawa harum nama Indonesia ke dunia, tapi juga Sumatera Utara. Maka saya memberikan apresiasi sangat besar kepada mereka yang berhasil," ungkapnya.

Melihat prestasi para siswa tersebut, menurutnya, Pemprov Sumut perlu menganggarkan pemberian beasiswa untuk pelajar ke luar negeri.

"Belum lama ini saya melakukan lawatan ke Rusia, membahas penerimaan pelajar asal Sumut ke universitas di sana dan hasilnya kita mendapat dukungan," ungkapnya.

Nantinya, kata pria yang akrab disapa Ijek itu, para pelajar yang mendapat beasiswa harus mengabdi ke Pemprov Sumut selama 2 tahun dan tentunya diberi gaji. Setalah mengabdi selama dua tahun mereka boleh mencari karier di tempat lain.

"Karena tidak sedikit pemuda-pemudi yang sudah berhasil memilih mengabdi ke negara lain. Itu dikarenakan tidak adanya perhatian dari pemerintah. Untuk itu kita harus peka melihat generasi yang berprestasi dan bisa mengabdi pada negara. Jangan kita mengharap mereka mengabdi sedangkan kita sendiri tidak memberi perhatian," jelasnya.

 Sebelumnya Kepala SMA Chandra Kumala Rita mengatakan, program penelitian yang dilakukan para siswanya sudah dilakukan sejak 2016. Tidak hanya sekali proposal yang disampaikan mereka ditolak oleh NASA.

 “Tapi yang namanya perjuangan, kami tidak pernah menyerah, hingga akhirnya penelitian kami diterima dan berhasil menjuarai 5 besar mengalahkan puluhan negara yang ikut. Dan ini tidak terlepas dari semangat dan motivasi dari para guru pembimbing serta yayasan,” jelasnya.

Adapun objek penelitian para siswanya yang disampaikan ke NASA adalah mengamati pertumbuhan Slime Mold di dalam 3D Maze. Slime Mold atau yang nama latin ilmiahnya adalah Physarum polycephalum adalah suatu mahluk hidup berjenis protista yang sensitif terhadap cahaya dan bereaksi terhadap rangsangan seperti makanan dan air, di mana ia akan tumbuh dan membuat cabang-cabang untuk mencapai sumber makannya.

“Mahluk ini seperti seolah memiliki kebersatuan otak yang primitif dalam tumbuh dan bergerak bersama-sama mencapai tujuannya, yang seringnya adalah berupa sumber makanan yang mereka butuhkan,” kata Diyah Purwarini, salah seorang siswi SMA Chandra Kumala.

Turut hadir pada acara tersebut Founder Yayasan Pendidikan Cemara Asri Mujianto, mewakili Yayasan Bangga Jadi Indonesia Dedy Ananda, Koordinator Penelitian Mr Anfrew Watts, serta dalan pelajar yang ikut penelitian yaitu Diyah Puwarini, Andrew P Watts, Swandi Sibarani, Nadya Yasefa, Joane Clarisa, Venny Rusell, Roy Himawan, dan Bramasto. Hadir juga para orangtua siswa dan tamu undangan lainnya. (WAN)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px