Log in

Pembuang Bangkai Babi Harus Diproses Hukum

Camat Medan Marelan M Yunus berang melihat aliran Sungai Bedera yang tercemar karena ulah oknum pembuang bangkai babi. Camat Medan Marelan M Yunus berang melihat aliran Sungai Bedera yang tercemar karena ulah oknum pembuang bangkai babi.

Sungai Bedera dan Danau Siombak Tercemar

Medan-andalas Camat Medan Marelan M Yunus berang melihat aliran Sungai Bedera dan Danau Siombak yang tercemar karena ulah oknum pembuang bangkai babi. Dia bahkan meminta Kepala Lingkungan (Kepling) dan warganya untuk langsung menangkap pelaku pembuang bangkai babi.

M Yunus menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian terkait fenomena bangkai babi di Sungai Bedera dan Danau Siombak. Dia berharap pelaku  pembuang bangkai babi itu segara ditangkap dan diseret ke ranah hukum.

"Kita tidak segan-segan. Karena ini sudah mencemari lingkungan," kata mantan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan itu. Hingga kemarin, pihaknya terus melakukan upaya evakuasi bangkai babi.

Khususnya di Sungai Bedera dan Sungai Siombak. Upaya yang dilakukan dengan menarik bangkai ke tepian. Supaya tidak lagi tersangkut dan semakin menambah pencemaran lingkungan.  Melihat temuan dalam jumlah besar, M Yunus meyakini jika bangkai babi  itu sengaja dibuang.

"Kalau pun ada di kecamatan kita peternak babi sedikit. Tapi dugaan kita itu dibuang pakai truk . Tapi kita menduga kuat dari luar di buang ke situ. Kemudian bisa jadi itu dari atas mengalir ke tempat kita," tukasnya.

Bangkai ratusan babi dipastikan karena terjangkit wabah Hog Cholera. Di Sumut, ada 4.000 lebih babi yang mati karena virus itu.  Meski pun tidak menular kepada manusia, Yunus tetap mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air Sungai Bedera sementara waktu. Karena dia takut, karena bangkai yang dibuang menyebabkan air tercemar.

"Untuk sementara jangan dululah. Karena banyak bangkai babi yang masih  mengambang," pungkasnya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemko Medan Armansyah Lubis. Menurutnya, ratusan bangkai babi di Sungai Bedera, Medan Marelan, Medan, diduga sengaja dibuang. Penelusuran dilakukan terhadap pelaku pembuangan bangkai babi termasuk membuat posko pengawasan.

"Sekarang sudah dibuat posko, mengantisipasi ada pembuangan lagi. Kalau berdasarkan laporan, memang ada mobil yang membawa bangkai, dan membuangnya ke sungai," kata Armansyah Lubis di Medan, Rabu (6/11).

Tim Dinas LH Medan sudah menerjunkan tim untuk memeriksa air sungai yang diduga tercemar akibat pembuangan bangkai babi. Proses pengambilan sampel sudah dilakukan. "Nanti akan diperiksa di laboratorium. Hasilnya mungkin dalam seminggu atau dua minggu," kata Lubis. Dia mengimbau masyarakat agar membantu mengawasi bila ada pelaku pembuangan bangkai babi.

Hog Cholera

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut menyebutkan, berdasarkan hasil laboratorium terhadap sampel yang diambil, penyebab kematian babi tersebut adalah virus hog cholera. Hasil penelitian membuktikan bahwa bukan African Swan Fever (ASF), atau virus demam babi Afrika.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap bersama Kepala Bidang Kesehatan Hewan Mulkan Harahap mengatakan, virus hog cholera atau kolera babi ini menyebar dengan cepat pada babi ternak. "Ini ternak babi yang milik masyarakat. Bukan dari perusahaan peternakan babi," kata Azhar, Rabu (6/11).

Menurut Azhar, virus ini bisa menyebar melalui udara, kotoran, atau tempat pengangkutan ternak babi dan yang berkaitan pada sanitasi. Meski demikian, virus ini masih menyerang pada sesama babi. Belum pernah ditemukan ada serangan terhadap manusia.

"Walaupun sakit, ternak itu masih bisa dikonsumsi. Belum ada menyerang ke manusia," kata Azhar. Menurut Azhar, virus pada ternak tersebut belum bisa diobati. Pemberian vaksin hanya sebagai upaya pencegahan. Begitu juga dengan pemberian desinfektan dan vitamin. "Populasi babi di Sumut ada 1,2 juta. 4.682 ekor itu mati karena hog cholera," kata Azhar.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Medan, dr Mutia Nimpar mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan akan menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan di lokasi penembuan ratusan bangkai babi tersebut.

"Kita akan bekerja sama dengan pihak puskesmas setempat. Khususnya apabila bangkai babi tersebut apakah bisa berdampak bagi kesehatan masyarakat," kata dr Mutia Nimpar, Rabu (6/11).

Mutia menyebutkan, Dinkes Medan juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait atas temuan bangkai babi tersebut. Karena katanya, Dinkes hanya berperan jika temuan itu telah memberikan dampak kesehatan.

"Karenanya kita harus tahu dulu apa penyebabnya dan dampaknya bagaimana. Jadi saat ini kita belum bisa memberikan komentar lanjut, sebab kita harus tahu dulu seperti apa kondisi pastinya di lapangannya," ujarnya. (MTC/KPC/ANT/DOH)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px