Log in

Peci Anggota Paskibra Tersangkut di Bendera

SANGKUT Peci anggota Paskibra sangkut dan lengket sehingga ikut berkibar bersama merah-putih hingga ketinggian sekitar setengah tiang bendera pada upacara bendera Peringatan HUT RI ke 72 di Kabupaten Dairi. andalas|parulian nainggolan SANGKUT Peci anggota Paskibra sangkut dan lengket sehingga ikut berkibar bersama merah-putih hingga ketinggian sekitar setengah tiang bendera pada upacara bendera Peringatan HUT RI ke 72 di Kabupaten Dairi. andalas|parulian nainggolan

Insiden Saat Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI di Dairi

Upacara memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun tingkat Kabupaten Dairi diwarnai insiden kecil, Kamis (17/8).  Peci yang dikenakan seorang anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) tersangkut di bendera Merah Putih yang dikibarkan di tengah-tengah lapangan upacara di Stadion Utama Panji Sidikalang.

Kejadian itu sontak menjadi perhatian ribuan peserta upacara dan warga masyarakat yang memadati sekeliling stadion untuk menyaksikan jalannya upacara tersebut.  Untungnya insiden itu tidak sampai mengganggu jalannya pelaksanaan upacara. Para peserta upacara mulai dari unsur Forkopimda, pelajar, ASN, TNI, Polri, pemuda, dan komponen masyarakat lainnya, tetap khidmat mengikuti jalannya upacara itu hingga selesai.   

Peci yang tersangkut di bendera Merah Putih itu diketahui milik  William P Manjorang, anggota Paskibra yang bertugas membentangkan bendera Merah Putih sebelum ditarik ke atas tiang bendera untuk dikibarkan. Insiden terjadi bermula ketika William dan dua anggota Paskibra lainnya yang bertugas menaikkan bendera Merah Putih telah mengikat seluruh tali simpul dari ujung bendera ke tali pengerek di tiang bendera.

Setelah itu William dengan langkah sigap melangkah mundur sambil menarik kedua ujung bendera untuk membentangkannya. Saat itulah tanpa sengaja bagian yang tajam dari emblem berlogo burung garuda yang terpasang di peci William mengenai bendera dan tersangkut. Untungnya William yang menyadari kejadian itu tetap fokus pada tugasnya dan menganggap seolah tidak terjadi apa-apa, sehingga upacara tetap berlanjut.

Sesaat kemudian Lagu Indonesia Raya pun berkumandang bersamaan dengan dikerek naiknya Bendera Merah Putih secara perlahan-lahan. Saat bendera Merah Putih telah naik setengah tiang, angin mulai mengibarkannya. Tiba-tiba peci yang menempel di kain bendera itu terlepas dari sangkutannya dan jatuh ke tanah.

William dan dua rekannya akhirnya berhasil melaksanakan tugas menaikkan dan mengibarkan bendera Merah Putih di tengah lapangan upacara. Setelah itu mereka kembali ke barisannya dan membiarkan peci itu di tanah. Upacara itu berlanjut hingga usai dan barisan upacara bubar meninggalkan lapangan upacara.

Isak Tangis

Kendati secara keseluruhan upacara tersebut berlangsung khidmat dan para anggota Paskibra berhasil menjalankan tugasnya, insiden yang terjadi di lapangan upacara tersebut membuat sejumlah anggota Paskibra merasa sedih dan kecewa.

Isak tangis mereka pecah usai upacara. Meski para instruktur berusaha menghibur dan membesarkan hati mereka, para anggota Paskibra yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai sekolah di Kabupaten Dairi itu tetap tak kuasa membendung air mata kesedihan mereka.

Siswi SMAN 1 Sumbul Aurel Naibaho misalnya, anggota Paskibra yang dalam upacara itu bertugas membawa baki berisi bendera Merah Putih dari Bupati Dairi KRA Jhonny Sitohang Adinegoro selaku inspektur upacara, tampak terduduk lemah di bangku istirahat sambil terus menangis.

Bahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Dairi Drs Hutur Siregar yang mendatangi para anggota Paskibra di ruang istirahat untuk menghibur, juga terlihat tak kuasa menahan air mata.

Bupati KRA Johnny Sitohang didampingi Kapolres Dairi AKBP Dedi Tabrani dan sejumlah pejabat lainnya mengatakan, peci  anggota Paskibra yang tersankut di bendera Merah Putih saat upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI itu merupakan insiden kecil dan terjadi di luar perkiraan.

"Tangisan anggota Paskibra dapat dimaklumi, itu menunjukkan penghayatan yang tinggi dari para anggota Paskibra, bahwa betapa berat perjuangan para pejuang kita terdahulu dalam merebut kemerdekaan," ujarnya.

Wabup Absen

Sementara itu, dalam upacara tersebut tidak tampak Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi. Saat ditanya wartawan seusai upacara, Johnny Sitohang mengaku tidak mengetahui alasan ketidakhadiran Irwansyah.

“Saya tidak tahu kenapa tidak hadir, meski demikian semoga saja beliau (Wakil Bupati-red) tidak hadir karena halangan yang baik,” Kata Johnny.

Johnny membenarkan sejak periode pertama kepemimpinannya di Dairi bersama Wabup Irwansyah Pasi, baru kali ini Irwansyah Pasi absen  pada upacara memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Johnny menampik kalau ketidakhadiran Irwansyah kali ini karena ketidakharmonisan hubungannya dengan Irwansyah belakangan ini.

“Saya rasa hubungan kami masih biasa-biasa saja dan tidak adayang berubah," sebutnya.

Bupati juga membenarkan bahwa Irwansyah, juga tidak hadir pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Dairi dengan agenda mendengar Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, sehari sebelumnya, Rabu (16/8), dan alasannya juga tidak diketahui. (GOL)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 18 Nov 2017 30°C 22°C
  • 19 Nov 2017 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px