Log in

PDAM Tirtanadi Sudah Lapor ke Kejatisu


Dugaan Kebocoran Kas Rp10,6 M

Medan-andalas PDAM Tirtanadi sudah melaporkan kasus dugaan kebocoran uang kas Cabang Deli Serdang yang nilainya diduga mencapai Rp10,6 miliar ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Dengan laporan ini pihak Kejatisu diharapkan bisa mengusut dan memanggil semua pihak yang terlibat dalam dugaan penyelewengan anggaran perusahaan penyedia air minum milik Pemprov Sumut tersebut.

"Iya sudah (dilaporkan), masih proseslah. Secara hukum kita proses. Kita sudah minta bantuan kejaksaan untuk memanggilnya (pihak-pihak yang diduga terlibat)," kata Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin yang dikonfirmasi andalas, tadi malam.

Jumirin mengaku kasus itu sudah mereka laporkan ke Kejatisu pada tanggal 21 Januari 2019 lalu. "Kalau proses diinternal kita kan, kita panggil dulu orang-orangnya, kan gitu. Soalnya sempat payah juga kan nyari orangnya (terduga pelaku) ini kan," ungkap Jumiran.

Menurut Jumirin, oknum-oknum yang diduga terlibat dalam kasus dugaan kebocoran uang kas Cabang Deli Serdang ini sudah berniat untuk mengganti kerugian perusahaan.  

"Memang dia (terduga pelaku) ada niat mau istilahnya mengganti kerugian perusahaan. Prinsipnya sudah kita lapor. Dan dari internal kita sudah kita panggil mereka," beber Jumirin.

Jumirin juga membenarkan soal tiga mantan Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Deli Serdang telah di-nonjob-kan karena terkait kasus ini. "Iya, nonjob mereka karena kasus ini," ucapnya.

Kendati begitu Jumirin belum bisa memastikan nilai kerugian perusahaan akibat kasus ini karena menurut nanti ada aparat yang berkompeten untuk menghitung dan menetapkannya.

"Belum fiks ya, karena nanti akan dihitung. Belum tahu berapa (nilai kebocorannya). Nanti aparat yang kompeten yang menetapkan itu kan. Kalau kebocoran belum pasti juga. Kalau kita nyatakan seperti itu (kebocoran) kan kesannya kok kita mendahului aparat. Biar nanti aparat yang bekerja, yang penting kita sudah ada action lah," ujarnya.

Jumirin juga membenarkan Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi sebelumnya juga sudah mengetahui kasus ini dan sempat mendesak agar segera dilaporkan ke aparat penegak hukum.

"Iya Dewas juga sempat desak, itu (kasus) cemana, cepat, segera. Jadi kemarin disimpulkan, ya udah dilaporkan ke aparat lah," pungkasnya.

Belum Ada Laporan
    Namun keterangan berbeda disampaikan pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Sumanggar Siagian.
    Saat dikonfirmasi mengaku hingga saat ini pihaknya belum ada menerima laporan tentang pengaduan terkait adanya kebocoran kas PDAM Tirtanadi Deli Serdang yang jumlahnya mencapai Rp10,6 miliar.
    "Saya sudah mengecek langsung ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) dan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), hingga saat ini tidak ada laporan masuk tentang kebocoran tersebut," ujar Sumanggar Siagian melalui pesan WhatsApp, Senin (11/2).
    
Harus Diusut

Sementara itu Gubsu Edy Rahmayadi sangat terkejut saat ditanya adanya dugaan kebocoran uang kas PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang senilai Rp10,6 miliar.

"Oh, kapan terjadi kebocoran itu," ucap Edy Rahmayadi balik bertanya kepada wartawan di Press Room Kantor Gubsu usai menerima perwakilan pendemo dari Driver Online Individu, Senin (11/2).

Ditegaskan Gubsu, jika memang benar terjadi kebocoran uang kas di  perusahaan tersebut, pihak aparat penegak hukum harus segera mengusutnya hingga tuntas.

"Kalau ada kerugian negara dan pelanggaran maka harus diusut tuntas dan diselesaikan secara hukum. Kita tetap mendukung proses hukum," ujar mantan Pangkostrad itu.

Seperti diberitakan, uang kas PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang yang beralamat di Tembung, Deli Serdang diduga bocor mencapai Rp10,6 miliar. Namun hingga kini aparat penegak hukum belum mengusutnya.

Informasi yang diperoleh, awal terungkapnya kebocoran uang kas perusahaan dari 2013 hingga 2018 tersebut setelah Satuan Pengawas Intern (SPI) PDAM Tirtanadi melakukan audit terhadap Cabang Deli Serdang.

Hasilnya diketahui ditemukan adanya uang kas Cabang Deli Serdang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp10,6 miliar.

Audit ini didasari oleh adanya laporan dari SH saat baru menjabat Kepala Cabang  PDAM Tirtanadi Deli Serdang. SH menemukan kejanggalan pada rekening koran kas PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang.

SH kemudian melaporkan kejanggalan ini kepada SPI. Oleh SPI kemudian melakukan audit dan ternyata ditemukan adanya uang kas PDAM Tirtanandi Cabang Deli Serdang yang tidak jelas pertanggungjawabannya mencapai sebesar Rp10,6 miliar.

Buntut dari temuan ini, tiga mantan Kacab PDAM Tirtanadi Deli Serdang telah dinon-job-kan dari jabatannya. Ketiganya masing-masing berinisial Bb dari Kacab Cemara, AS dari Kacab Tuasan, dan Ak dari Kacab Denai.

Sumber andalas menduga alasan yang menjadi pertimbangan sehingga pihak PDAM Tirtanadi belum melaporkan ke aparat penegak hukum karena kasus ini banyak melibatkan oknum.

Mulai dari kacab-kacab dan kabag keuangan yang menjabat di periode 2013 hingga 2018 itu. Termasuk juga oknum-oknum petugas  SPI yang setiap tahun melakukan pemeriksaan terhadap PDAM Cabang Deli Serdang.

"SPI kan setiap tahun melakukan pemeriksaan, lantas kenapa kok kasus ini baru sekarang diketahui?," kata sumber tersebut.

Kasus ini diduga sengaja ditutup-tutupi juga karena jika dilaporkan ke penegak hukum, maka akan menjadi catatan buruk bagi Direksi PDAM Tirtanadi saat ini yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya.

Modus dari kasus dugaan korupsi uang kas PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang ini, katanya, adalah dengan memanipulasi cek pembayaran dan me-markup nilai pembayaran untuk banyak item pekerjaaan dan pengadaan atau pembelian barang.

"Sejauh ini sanksi yang diberikan direksi baru sebatas penonjoban tiga mantan kacab, termasuk Kabag Keuangan Cabang Deli Serdang yang diduga terlibat," pungkas sumber. (RED)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px