Log in

Otak Penculikan Ling Ling Ditangkap


Johor Bahru - andalas Polisi Diraja Malaysia (PDRM) berhasil menangkap otak penculikan Ling Ling, WN Malaysia yang disekap di Batam, Kepulauan Riau. Terduga pelaku, Arlando Lan alias Wak Lan (44), ditangkap saat naik taksi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto membenarkan penangkapan Wak Lan tersebut. "Informasinya demikian. Untuk resminya, sebaiknya dari otoritas Malaysia atau PDRM saja," kata Rikwanto, Senin (20/3).

Informasi yang diperoleh, Wak Lan dibekuk anggota kepolisian Malaysia di Yong Peng, Johor Bahru, Malaysia sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Wak Lan ditangkap saat naik taksi di lokasi.  Saat ini Wak Lan masih diinterogasi kepolisian Malaysia terkait penculikan dan penyanderaan istri seorang pengusaha di Malaysia tersebut.

Dari foto yang diperoleh, Wak Lan berkepala plontos. Dia mengenakan kaus warna putih bertuliskan 'Exclusive Game' di dada saat dibekuk polisi Malaysia. Sebelumnya, Polisi Diraja Malaysia telah menangkap enam WN Malaysia yang terlibat dalam penculikan Ling Ling tersebut.  Selain itu, empat orang WNI yang terlibat dalam penyekapan Ling Ling di Batam juga ditangkap tim Satgas Bareskrim Polri di bawah pimpinan Kombes Herry Heryawan.

Minta Rp 50 M

Seperti diketahui, Ling Ling telah sebulan diculik dan disekap di Batam. Kuat dugaan, penculikan ini bermotif ekonomi. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan para pelaku penculikan meminta tebusan kepada keluarga Ling Ling sebesar Rp 50 miliar.

"Dugaan motif ekonomi. Sindikat meminta sekitar Rp 50 miliar," kata Boy di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/3).

Bukan tanpa alasan para penculik meminta keluarga menyediakan uang sebesar Rp 50 miliar, sebab Ling Ling adalah istri dari seorang pengusaha kaya di Johor, Malaysia. Boy juga menyebut jika suami Ling Ling tercatat sebagai pengusaha yang memiliki berbagai bidang usaha di Johor. Namun, mantan Kapolda Banten ini membantah jika penculikan ini bermotif dendam dari persaingan bisnis.

"Waklan ini masih DPO. Dialah otak pelaku yang juga merekrut enam WNI. Keenamnya kemudian menyekap korban di Tamiyang, Batam," ucap Boy.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan sampai saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap lima pelaku penyekapan. Sementara, Ling Ling telah dikembalikan ke pihak Malaysia.

"Sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan. Kemudian kepada korban suadari Ling Ling diketahui di lokasi dan dilakukan evakuasi dan sudah dikembalikan ke Malaysia," pungkas Boy.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia akhirnya menemukan Warga negara (WN) Malaysia, Ling Ling yang diculik di Johor pada Selasa (21/2) lalu. Selain menemukan korban, menangkap lima pelaku penyekapan.

Kelima pelaku yang ditangkap di antaranya, P, S, A, D, dan H, mereka merupakan WNI yang diperintahkan oleh otak pelaku penculikan yang merupakan WN Malaysia. Sampai saat ini, polisi masih memburu Waklan yang berstatus buron.

Boy menjelaskan penangkapan berawal saat lima hari sebelumnya pihak PDRM telah menginformasikan ke Polri bila salah satu warganya disekap di Indonesia. Mendapat informasi itu, polisi lantas bergerak dan mencari informasi terakhir keberadaan korban.

"Kemudian 19 Maret, kami berhasil mengindentifikasi korban di daerah terpencil di Tamiyang, Batam. Di situ ternyata dijadikan tempat penyekapan korban penculikan," ujarnya.

Dia menerangkan, dalam pemeriksaan para pelaku mengaku menyeberangkan Ling-Ling melalui jalur laut Johor-Batam. Jarak tempuh dari lokasi penculikan, Tamiyang ke Kota Batam hanya memakan waktu kurang lebih satu jam.

"Saat ditemukan Ling Ling dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan kekerasan fisik. Sekarang sudah diserahkan kepada keluarga, dalam hal ini lewat PDRM," pungkas Boy. (DTC/MDK)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Partly Cloudy

Humidity: 80%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Sep 2017 30°C 22°C
  • 21 Sep 2017 29°C 23°C

Banner 468 x 60 px